GUARDIAN
Author : Inizuka Dwi 0857-4087-9313
Cast :
- Kwon Ji Yong a.ka Ji Yong
- Choi Seung hyun a.ka TOP
- Dong Young Bae a.ka Tae Yang
- Kang Daesung a.ka Daesung
- Lee Seung Hyun a.ka Seungri
Other cast :
- Mitrha a.ka Black Master
- Tablo a.ka White Master
- DJ Tukuts a.ka Guardian senior
Genre : Fantasy
Length : FF
Rate : +10
// // /// // /// // / INTRO / //// // // ////// / / /// /
Guardian adalah istilah yang sering kita dengar. Sering kita kaitkan dengan hal – hal yang menyangkut sebuah kendali, atau menjaga.
Dari beberapa mitos, guardian sering digunakan sebagai panggilan kepada para penjaga yang memiliki kekuatan atau kemampuan diatas rata – rata manusia.
Seiring berjalannya waktu Guardian yang semula bersembunyi dan menjauh dari aktivitas manusia mulai bermunculan. Kemunculan Guardian ini pula yang membuat banyak masalah terjadi, seperti Guardian yang ingin menguasai dunia.
// //// / // // / // // / // // /// /// // // / //
#25tahun yang lalu
Sebuah mobil merah melaju dengan kecepatan sedang.
Kabut tiba – tiba turun.
Dari arah berlawanan sebuah truk melaju dengan kencang menyalip kendaraan didepannya.
TIIINNNNNNNN
Truk tak bisa menghindar ketika sebuah mobil mewah datang.
BRAGGHHH
SCRAKKKKK
Truk langsung menghantam bahu jalan dan terguling.
Sama halnya dengan mobil merah yang menjadi lawannya, terbalik beberapa kali dan terguling dipinggir jalan.
Pengemudi lain yang ada disekitarnya berusaha untuk menolong para penumpang.
“Cepat, tolong dia!! Dia masih bernafas!!” pekik beberapa orang yang berusaha membuka pintu mobil yang ringsek itu
“Disini ada bayi!!” pekik yang lain.
DUARRRRR
“Kyaa~~ ~ Semuanya menjauh ini terlalu berbahaya!!” teriak semua orang sambil berlarian setelah salah satu mobil yang terbalik meledak.
Suasana semakin menegangkan.
Tidak ada yang berani mendekat.
Mereka khawatir akan ledakan susulan.
Kabut semakin menebal.
Jarak pandang hanya beberapa senti bahkan tidak bisa melihat sama sekali.
TESS
TESS
TESS
Satu persatu tetesan air hujan jatuh perlahan dan dengan cepat berubah menjadi hujan.
Orang – orang mulai berlarian mencari perlindungan dari basahnya hujan.
Seorang pria berjubah putih datang dari balik kerumunan.
Ia dengan langkah pasti berjalan kearah salah satu mobil yang belum terbakar seluruhnya itu.
Dengan mudahnya pria itu membuka pintu mobil yang semula terkunci.
Ia mengambil bayi yang dipeluk oleh sang Ibu yang sudah tak bernyawa dan membawanya pergi menjauh dari mobil.
DUARRRR
Ledakan keras pun terjadi.
Mobil itu hangus terbakar.
Sedangkan pria dan bayi itu, lenyap.
#25 tahun kemudian#
Disebuah universitas di Seoul.
Beberapa mahasiswa sedang asyik bercengkrama ditaman tepat didepan tempat mereka menuntut ilmu.
Tak terkecuali 5 mahasiswa tampan ini. 3 diantaranya sedang berebut makan siang, yang satu sedang tidur sambil mendengarkan musik melalui headset ditelinganya, kemudian yang satunya lagi sedang sibuk menulis.
Yah, mahasiswa yang satu ini memang dikenal paling pintar diantara keempat temannya, Kwon Ji Yong.
TOP : “Yya!! Panda kau ini pelit sekali. Serahkan padaku kimbabmu!” paksa TOP sambil menarik kotak makanan temannya. Seungri.
Seungri : “Tidak mau! Kau tidak pernah memberiku makanan. Sekarang kau minta bagian, apa-apaan itu” pekik Seungri berusaha menarik kembali kotak makan siangnya
Daesung : “Yya!! Kau harus berbagi kepadaku juga, bagaimana pun juga aku lebih tua darimu” Daesung menimpali
Seungri : “Ah, Daesung Hyung sama saja. Kalian kan sudah punya makanan sendiri kenapa masih minta punyaku” rengek Seungri
Daesung : “Tugas sebagai Guardian selalu membuatku lapar” seru Daesung
PLETAKKK
TOP menjitak kepala Daesung dengan kotak makanan Seungri.
Daesung mengerang kesakitan.
TOP : “Lagi – lagi kau asal bicara tentang pekerjaan kita” omel TOP
Daesung : “Maafkan aku. Aku keceplosan.” Rintih Daesung
Ji Yong yang sedari tadi menulis berhenti melakukan aktivitasnya. Ia merogoh tas punggungnya. Ia mengeluarkan beberapa roti.
Ji Yong : “Ini untuk kalian, makanlah. Dan jangan berkelahi lagi ya” seru Ji Yong ramah sambil menyerahkan 3 bungkus roti bekalnya.
Daesung, TOP, dan Seungri menerima dengan cepat roti pemberian Ji Yong.
Taeyang melirik kelakuan ketiga temannya.
Taeyang : “Ah, kalian benar – benar memalukan. Kalian terlihat seperti 3 anak kucing yang memperebutkan ikan.” ejek Taeyang
TOP mendelik tajam kearah Taeyang.
TOP : “Setelah kuhabiskan ini, kau akan mati”
Daesung hanya mendehem sambil mengunyah rotinya dengan lahap.
Seungri pun lebih memilih memakan roti pemberian Ji Yong ketimbang bekal kimbabnya.
Taeyang mengalihkan pandangannya.
Taeyang : “Ji Yong, kau ini belajar terus. Kalau boleh aku tahu, sekarang berapa umurmu?”
Ji Yong : “Sekarang 24, 3 minggu lagi aku 25. Memangnya ada apa?” tanya Ji Yong polos
TOP menelan kunyahan terakhirnya.
Daesung dan Seungri saling bertatapan.
Daesung : “25?”
Ji Yong : “Memangnya kenapa?”
Seungri : “Ah, 25!! Berarti sebentar lagi kau akan bermetamorfosis!” seru Seungri
Ji Yong : “Ber..meta..morfosis??”
Suasana mulai terlihat aneh.
Angin tiba – tiba berhembus dengan kencang.
Mengugurkan beberapa daun dari pohon disekitar mereka. Langit pun mulai menghitam.
Daesung memulai.
Daesung : “Ah, sudah mau hujan. Ayo, kita pulang saja.” Ajak Daesung sambil bangkit dari duduknya
Seungri dan TOP kemudian yang lain menyusul ikut berdiri.
Mereka pulang bersama.
/ /// //// //
TOP Pov
Tak disangka bayi itu sekarang sudah besar seperti sekarang.
Umurnya sebentar lagi 25 tahun, aku tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi setelah ia berumur 25 tahun.
Mengingat kata – kata yang diucapkan Master White beberapa tahun lalu.
Ji Yong akan mengalami metamorfosis. Karena Ji Yong bukan dari bangsa Guardian seutuhnya maka mustahil jika ia dapat mengalami metamorfosis itu dengan sempurna. Pasti akan terasa luar biasa sakit. Tingkat emosionalnya pun akan semakin meningkat.
Jika saat ini dia bisa berbuat baik atau tersenyum, aku tidak jamin jika dia akan melakukan hal yang sama. Justru ia akan melakukan hal yang sebaliknya.
Daesung : “Ditambah lagi satu serangga paling menyeramkan yang selalu menganggu kita.” Seru Daesung menyahuti pikiranku. Kami dapat berkomunikasi melalui pikiran, itu mudah karena kami Guardian. Taeyang dan Seungri pun sama. Mereka mendengar apa yang ku pikirkan sedari tadi.
Namun tidak dengan Ji Yong, dia manusia.
Ji Yong masuk terlebih dulu. Ia langsung naik kekamarnya.
Guardian Senior : “Kalian sudah pulang?? Apa kalian lapar?? Aku sedang memasak makanan kesukaan kalian, sana pergi ganti baju dan cepat datang kemari” seru seorang Pria yang sedikit lebih tua dari kami. Kami memanggilnya Senior.
Daesung : “Baiklah!!” seru Daesung yang buru – buru pergi kekamarnya dan disusul Seungri yang mengekor dibelakangnya.
Aku pun pergi kekamarku.
TOP Pov END
//// /// // // //// // /
Ji Yong Pov
Aku menghempaskan tubuhku keranjang.
Aishh, aku gerah.
Rasanya seperti terbakar.
Aku meraih handuk dan menuju kamar mandi.
Aku membasahi tubuhku dengan air.
Aishh, ini tidak dingin. Percuma saja kalau airnya hangat.
Sesaat kemudian, aku turun.
Keempat teman – temanku sudah menunggu dimeja makan.
Ji Yong : "Maaf menunggu lama" seruku langsung bergabung dengan yang lain
Senior : “tidak apa – apa, cepat duduk.” Seru Senior menyuruhku duduk
Jika bicara tentang Senior aku sering menganggapnya sebagai seorang Ayah sekaligus Ibu.
Dia yang paling dekat denganku.
Aku makan dengan lahap. Tidak biasanya aku seperti ini.
Senior : “Ji Yong, ini salad kesukaanmu” seru Senior memberikanku mangkok salad
Aku menggeleng.
Aku justru memilih mengambil steak dan sushi makanan favorit Taeyang dan TOP.
Aku biasanya anti dengan daging namun entah mengapa kali ini aku ketagihan.
Ji Yong : “Senior?” tanyaku
Senior : “Ne, ada apa?” sahutnya
Ji Yong : “Boleh aku tambah nasinya lagi, aku masih lapar” seruku polos
Senior tersenyum,
Senior : ”tentu saja”
Ia pergi dan mengambilkan nasi untukku lagi
Taeyang mendekatkan piring yang berisi steak miliknya.
Taeyang : “Aku sisakan untukmu” serunya sambil tersenyum padaku.
Aku mengangguk.
Taeyang menatap bergantian ketiga temannya yang lain. Berharap mereka melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan.
TOP berseru : “Ini, sedikit tuna untukmu” sambil memberi potongan kecil ikan tuna
Seungri memasukkan semua makanan kemulutnya.
Seungri : “Tidak ada yang tersisa” seru Seungri dengan mulut penuh makanan dan mengangkat piringnya
Taeyang mendecak kesal.
Ia menatap Daesung.
Daesung berkilah.
Daesung : “Kenapa memandangiku seperti itu. Lihat yang aku makan ini kimchi, dan ini sayur. Dia saja menolak salad, jadi mana mungkin dia menerima kimchiku.”gerutu Daesung
TOP : “Aishh, kalian berdua benar - benar.” geram TOP
Senior datang.
Senior : “Untukmu” sambil memberi nasi kepadaku.
Aku langsung melahapnya.
Senior terlihat senang. Ia membelai rambutku dengan pelan dan memegang pundakku.
Senior : “Ji Yong, kenapa badanmu panas? Kau sakit?” tanyanya
Aku menggeleng.
Dan terus memakan semua yang ada dihadapanku.
Ji Yong Pov END
// //// ///// // / //
#Author Pov
Waktu terus berlalu.
Perubahan sikap Ji Yong semakin menjadi.
Senior berjalan cepat.
Ia memasang wajah cemas.
Senior : “Master!” serunya kepada seorang pria berjubah putih
Master White : “Apa ini tentang masalah Ji Yong?” tebaknya
Senior : “ya, tentu saja. Apa dia akan baik – baik saja?” cemas
Master White : “Aku tahu. Aku sudah memikirkannya sejak pertama kali aku memutuskan untuk menolongnya 25 tahun yang lalu. Ini memang terlihat sedikit tidak normal dari metamorfosis Guardian pada umumnya.”
Senior : “Master, apa tidak sebaiknya kita menambah Guardian lain untuk menjaganya. Aku takut....” terpotong oleh ucapan Master
Master White : “Dia bukan satu bangsa dengan kita, dia hanya separuhnya. Keputusan kita untuk mengasuhnya hingga saat ini pun sudah banyak Guardian yang menentang. Kita harus mengatasi masalah ini sendiri.”
Senior : “bagaimana dengan Master Black? Dia pasti juga sudah merencanakan berbagai hal sama seperti yang kau lakukan.”
Master White menarik nafasnya dan menghembuskan dengan pelan.
Master White : “Karena dia, kecelakaan itu bisa terjadi. Kabut tebal yang sengaja ia buat untuk mengalihkan pandangan Ayah Ji Yong yang mengemudi pada saat itu. Membuat mobil yang mereka kendarai menabrak dan terbalik. Jika pada saat itu Ayah Ji Yong tidak memberikan seluruh kekuatan Guardian yang dia miliki kepada Ji Yong, mungkin Ji Yong tidak akan ada disini.” terangnya sembari mengingati kejadian yang telah lalu
Senior : “Jadi, Ayah Ji Yong memberikan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan Ji Yong. Tapi, apa maksud dari Master Black melakukan itu? Oh, atau jangan – jangan .. .. .”
Master White : “Kekuatan yang Ayah Ji Yong miliki, melebihi kekuatan dari Guardian manapun. Itulah sebabnya Master Black membuat kecelakaan dan berniat mengambilnya.”
BRAGHHH
Seungri membuka pintu dengan keras.
Seungri : “Hosh,, hoshh,, hoshh, Master, Senior!! Gawat, Ji .. .. Ji Yong.”
Senior : “Kenapa dengannya?”
Seungri : “Dia terbakar!!” pekik Seungri
Master White, Senior, serta Seungri bergegas menuju kamar Ji Yong.
Taeyang dan Daesung berada didepan kamar Ji Yong.
Master White : “Dimana Ji Yong?”
Daesung : “Didalam bersama TOP”
Master White : “Apa?”
Taeyang : "Bagaimana mungkin bisa sebesar ini kekuatannya,"
TOP dan Ji Yong saling berhadapan.
Suasana kamar penuh dengan angin.
Kertas berterbangan dimana – mana.
Mata Ji Yong berubah menjadi biru menyala.
Diseluruh tubuhnya dikelilingi api biru yang menyala.
TOP : “Hentikan, Ji Yong!” teriaknya pada Ji Yong
Ji Yong tidak bergeming, api biru itu semakin membesar.
Daesung : “Ji Yong~~ ~ Apa kau ingin membakar kamarmu ini?” pekik Daesung mencoba menyadarkan Ji Yong
TOP : “Tenangkan dirimu, jangan biarkan kekuatan itu merasuki pikiranmu. Kau harus kembali menjadi dirimu sendiri. Ji Yong, hentikan.”
Ji Yong : “Arrghhhhh,” teriak Ji Yong
TOP : “Baiklah, aku yang akan menghentikanmu.”
TOP memejamkan matanya sedetik kemudian membuka matanya yang sudah berubah persis seperti mata harimau.
Taring muncul dari kedua sudut bibirnya.
TOP mengeram dan langsung menubruk tubuh Ji Yong.
Ji Yong meronta dari terkaman TOP.
TOP : “Berhentilah, demi kami semua disini. Aku tahu ini berat untukmu. Tapi cobalah untuk tenang, Ji Yong kau sudah seperti adikku sendiri.” Seru TOP pelan
Angin didalam kamar mulai mereda.
Mata Ji Yong mulai kembali normal.
Api biru yang menyala itu pun sudah padam.
TOP kembali seperti semula.
Keadaan tenang.
Senior : “Ji Yong!! Kau baik – baik saja?” serunya sambil diikuti semua orang yang lain
Daesung : “ Ji Yong”
Seungri : “Yya, bangunlah?”
Taeyang : “Apa kau pingsan?”
Master White : “Bawa dia keruang perawatan”
Senior, Daesung, Seungri, Taeyang : “ Baik” Mereka memapah badan Ji Yong yang lemah
TOP mengatur nafasnya.
Ia terlihat lelah.
Master White : “Kita akan terus menjaganya sampai waktunya tiba, ini belum seberapa.”
TOP : “Baik, master!”
Master White : melirik keadaan TOP sekilas “kau perlu jaket baru” dan pergi meninggalkan TOP sendirian.
Jaket TOP terbakar akibat api biru milik Ji Yong saat mencoba menghentikan Ji Yong.
### ### ######
Beberapa hari kemudian, hari demi hari Ji Yong mulai berubah.
Ia yang dulu lebih sering diam. Kini berbanding terbalik.
Ji Yong : “Ayo, kita lari lagi!!” pekiknya dengan penuh semangat
Taeyang dan TOP : “Oke,”
Daesung : “ Hosh hosh hosh, aku tidak diciptakan untuk berlari. Kura – kura tidak berlari eoh” keluh Daesung.
Seungri : “Hahaha, dasar payah.” Ejek Seungri yang berlari kesana kemari seperti kuda
### ### ###
Master White dan Senior berbincang-bincang dengan serius.
Senior : "Mengapa TOP bisa melakukannya?"
Master White : "Elemen TOP"
Senior : "Maksud Master?"
Master White : "Coba saja, jika kau menghidupkan api kemudian kau tambah dengan api. Mereka bersahabatkan?"
Senior : "Jadi itu sebabnya, Daesung si-Kura-kura yang berelemen air, Seungri si-Pegasus yang berelemen angin, dan Taeyang si-Ayam Merah yang berelemen tanah. Mereka semua tidak ada yang mampu menandinginya bahkan insting guardian mereka juga tidak mampu"
Master White : "Coba saja, jika kau menghidupkan api kemudian kau tambah dengan api. Mereka bersahabatkan?"
Senior : "Jadi itu sebabnya, Daesung si-Kura-kura yang berelemen air, Seungri si-Pegasus yang berelemen angin, dan Taeyang si-Ayam Merah yang berelemen tanah. Mereka semua tidak ada yang mampu menandinginya bahkan insting guardian mereka juga tidak mampu"
Senior : "Ini.. kekuatan inikah yang selama ini dicari Guardian pemburu seperti yang dilakukan Master Black?" tambahnya
Master White : "kau benar. Kemampuan Ji Yong yang semakin meningkat pesat harus kita waspada "
// /// // // ////
Tepat tengah malam menjelang hari ulang tahun Ji Yong.
Daesung dan Seungri terlelap tidur di kamar mereka
Taeyang terjaga, ia tidak bisa tidur.
Tokk
Tokk
Suara ketukan pintu membuat Taeyang beranjak dari tempatnya. TOP.
Taeyang : “kau tidak tidur?” tanyanya
TOP menggeleng
TOP : “Aku tidak bisa tidur, kau sudah melihat Ji Yong?”
Taeyang : “Belum, tapi disana sudah ada Senior.”
// ///// //// //
@kamar Ji Yong
Senior berjaga disamping tempat tidur Ji Yong.
Matanya terusik ketika melihat tirai dijendela yang mulai tertiup. Dan suasana malam purnama yang tiba – tiba menjadi gelap.
Senior : “Apa mereka sudah...”gumamnya
Senior menekan beberapa kali tombol handphonenya.
// // /// SKIP /// // //
Dretttt~~ ~
Handphone Taeyang dan TOP bergetar bersamaan.
Senior : = bersiap =
Isi pesan dari Senior.
TOP kembali kekamarnya dan Taeyang masuk kekamarnya.
TOP mengambil sebuah kalung berliontinkan seekor harimau.
Sementara Taeyang mengenakan kalungnya juga namun berliontinkan ayam merah.
Mereka mulai berubah.
// / Dilain tempat // /
Daesung dan Seungri terperanjat bersamaan saat handphone mereka bergetar.
Daesung : "Ng? Apa? Sekarang? Omo~"
Seungri : "Hyung, kalung milikku"
Daesung membuka lemari dan mengeluarkan satu kotak. Kalung miliknya dan kalung milik Seungri.
Daesung mengenakan kalung berliontinkan kura – kura yang dilingkari belut.
Dan Seungri kalungnya berliontinkan Pegasus.
Mereka bergegas menuju posisi masing – masing.
Daesung berlari turun menuju pintu depan dan bersiap. Sementara Seungri bergegas kebelakang rumah bersiap pula untuk menjaga.
Master Black datang.
Kabut mulai semakin tebal.
Udara begitu menusuk tulang.
Daesung yang merasakan kedatangan tamunya langsung berubah. Ia mengepalkan tangannya. Dan matanya berubah menjadi hijau.
Seungri pun demikian ia merubah wujudnya, matanya menghitam seluruhnya dan muncul tanduk dikepalanya. Ciri khas pegasus.
/// / ///// /// //
Ji Yong masih terlelap dengan tidurnya.
Master White datang.
Ia meminta Senior untuk berjaga didepan jendela.
Master White : “Dia sudah mulai berubah. Ini akan berjalan dengan baik. Kau, dan yang lain bersiap lah”
Senior : “Baik,”
Master Black : “Hahaha, akhirnya datang juga saat seperti ini” tiba – tiba muncul sebuah suara namun tanpa wujud.
Master White : “ Apa yang membuatmu kemari, wahai teman lama” sahut Master dengan tenang
Master Black : “Apa? Ku pikir kau sudah mengetahuinya, tentu saja mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.”
Senior : “Dia bukan milikmu”
Master Black : “Ah, memang benar dia bukan milikku. Tapi, kekuatan yang ada dalam dirinya. Kekuatan Naga Biru, yang seharusnya menjadi milikku. Arghh~~ ~” geramnya
BRAGHHHHH
Suara keras terdengar dari bawah ruang tamu.
Master White : “Dia sudah dibawah.” Gumam
///// /// //
@ruang tamu
Daesung terpental menghantam dinding. Tubuhnya dibuat melayang begitu saja.
Daesung : “Arghh, Seungri berhati – hatilah!” pekiknya memperingatkan
CCRRAKKK
BRAGHHHHH
Seungri : “Arhhh,~~ ~” lirih Seungri
/// // //// /// /
TOP membuka matanya. Ia sudah mengetahui apa yang Daesung dan Seungri alami.
TOP : “Bersiap!!” serunya pada Taeyang mereka berjaga didepan pintu kamar Ji Yong
WUSHHHHHH
Kabut tebal masuk begitu cepat memenuhi lorong.
Taeyang : “Sial, tidak terlihat.”
TOP mengandalkan penciuman harimaunya.
TOP : “DIA ADA DISEBELAH KIRIMU!!!” teriak TOP
Namun, terlambat.
Master Black sudah terlebih dahulu menyingkirkan Taeyang, dengan mudahnya mengangkat Taeyang dan membuangnya asal.
Master Black berusaha melakukan hal yang sama pada TOP.
Sekali lagi karena TOP mengandalakan penciumannya maka ia bisa mengetahui dimana Master Black berada.
Master Black melayangkan pukulannya. TOP berhasil menghindar.
Pertarungan terjadi, TOP berhasil memukul Master Black dengan keras.
Master Black terpental dan jatuh tersungkur.
TOP berfikir Master Black sudah mati. Namun, ternyata belum. Master Black justru semakin kuat dan berhasil mengalahkan TOP.
BRAGHHHHHHH
Lagi – lagi pintu terbuka dengan kasar.
TOP jatuh tersungkur.
Master Black masuk kekamar Ji Yong.
Dan langsung mendapat serangan dari Senior.
Gerakan Senior yang cepat membuat Master Black kewalahan.
Sampai akhirnya Master Black mampu membaca taktik menyerang yang diarahkan Senior dan berhasil melumpuhkannya.
Master Black melihat seisi ruangan. Tidak ada Master White, tidak ada Ji Yong.
Master Black mengangkat kerah Senior dengan kasar.
Master Black : “Dimana mereka?”
Senior diam.
Master Black : “Arhhh,,” Ia melempar tubuh Senior begitu saja.
/// //// ///// / //// /// / /// ////
Master White mengendong tubuh Ji Yong dipunggungnya. Ia membawanya kesebuah bukit.
Ia meletakkan tubuh Ji Yong diatas sebuah batu besar.
Master White : “Sudah saatnya kau bangun.”
Master White mengeluarkan sebuah kalung dari saku celananya. Sebuah kalung berliotinkan naga biru, ia pakaikan keleher Ji Yong.
Sesaat kemudian kabut mulai turun kembali.
Master Black sampai ditempat mereka.
Master White : “Cepat sekali kau datang. Maaf, anak – anak asuhku tidak menyambutmu dengan baik”
Master Black : “Aku sangat tidak sabar menanti saat ini. Pertempuran yang sempat kau tunda 25 tahun yang lalu.”
Ia menghembuskan kabut yang super dingin untuk melawan Master White.
Kabut itu mengurung Master White. Master White mencoba keluar dari kepungan kabut tebal Master Black. Kekuatan hujan yang ia miliki tidak mampu melawan kekuatan kabut Master Black.
Kabut itu seakan mencekik leher Master White.
Master White : “Ji Yong.. ... bangunlah.. ..” ucapnya sambil terbata
/ // //// // // //
Pantulan sinar bulan purnama mengenai liontin pada kalung Ji Yong.
Sebuah sinar biru terang terpancar.
Angin berhembus kencang.
Dua kali lebih kencang dari yang sebelumnya. Dan api biru yang mengelilinginya pun berubah menjadi sosok naga biru besar.
Master Black : “I..itu bukannya Blue Dragon? Kekuatan yang sempat dimiliki olehmu kan, Master White?” serunya tak percaya
Master White : "Kau benar, dia,, , dia kuberikan kekuatanku. Sekarang ia benar - benar seorang Guardian yang seutuhnya."
Ji Yong : “Lepaskan, master.” Serunya
Master Black : “Aku akan membebaskannya, tapi kau harus memberikan kekuatanmu itu padaku.”
Ji Yong : “Baik”
Master White : “Ji Yong!!”
Ji Yong : “Baik, aku akan menyerahkannya. Asal, kau mau bertarung denganku.”
Master Black : “Apa? Hahaha, kau ingin melawanku? Yang benar saja, kau pikir kau siapa, kau itu hanya separuh Guardian.”
Ji Yong : “Lalu kenapa jika aku hanya separuh Guardian? Kau takut?”
Master Black semakin marah.
Ia mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Kabut yang berhembus pun berubah menjadi hitam pekat.
Ji Yong dengan tenang mengangkat tangan kanannya dan mengibaskannya.
Seketika itu pula semua kabut yang didepannya tersingkap.
Dan memperlihatkan sosok Master Black yang sudah bersiap menembakkan senjatanya.
Dengan cepat Ji Yong berlari mendekati Master Black. Dan memukul keras perut Master Black.
Saking kerasnya pukulan.
Master Black terpental jauh kesemak – semak.
Master Black berdiri kembali.
Ia mencoba menyerang dan dengan cepat pula Ji Yong memukul Master Black.
Ji Yong : “Kau hanya dapat bermain – main dengan kabutmu dan bertarung dibelakang. Kau begitu pengecut!” seru Ji Yong
ARGHHH
Master Black merintih.
Master Black merintih.
Tubuhnya lemas dan terbakar. Ia pun tewas.
Senior, Daesung, Seungri, TOP, dan Taeyang datang.
Daesung : "Master!! Bangunlah!! Master White!!" seru Daesung sembari mengguncang perlahan tubuh berjubah putih itu
Daesung : "Master!! Bangunlah!! Master White!!" seru Daesung sembari mengguncang perlahan tubuh berjubah putih itu
Senior mencoba merasakan denyut nadi Master White.
Senior :"Tidak ada"
Taeyang : "Apa?"
Senior : "Sudah tidak ada, dia sudah pergi" serunya dengan pelan
TOP berlari mendekati Ji Yong.
Ji Yong telah kembali seperti semula.
Ia melihat TOP dan tersenyum.
Kemudian .. ..
TOP : " Ji Yong!! Kau baik - baik saja?" tanya TOP sambil menangkap tubuh Ji Yong yang terkulai
Ji Yong : "Apa yang terjadi denganku?" tanyanya dengan lemah
TOP : "Kau baik - baik saja. Aku jamin."
Ji Yong berdiri dipapah TOP.
@Pemakaman
Daesung dan Seungri menangis terisak.
Senior menenangkan mereka berdua.
Taeyang menaburkan bunga - bunga diatas makam Master White.
Taeyang : "God Bless You, Master"
Ji Yong mendengus.
TOP : "Kenapa?"
Ji Yong : "Aku merasa menyesal"
TOP : "Master sengaja melakukannya padamu. Itu salahnya sendiri. Kau tidak perlu khawatir. Dia sangat senang sekarang"
TOP menepuk bahu Ji Yong dan berbalik meninggalkan Ji Yong.
Ji Yong : "Terima kasih, Master. Karena kau sudah memberikan separuh hidup Guardian yang kau punya kepadaku. Aku berjanji aku akan melakukan yang terbaik. Bye - bye"
Ji Yong berlari kecil menyusul Senior dan teman-temanya.
Ji Yong : "Tunggu aku" pekiknya
(END)