Rss

Minggu, 14 Juli 2013

FF - Sweet Criminals -

-          Sweet Criminal  -

PPart 1

Main cast :
-          Ji Young a.ka GD
-          Daesung a.ka D-Lite
-          Lee Hyori a.ka Hyori
Other cast :
-          Member Bigbang a.ka mafia (XD)

Genre : Action, romantis
Lengh : FF

#Author
Seperti dasarnya, cerita ini bertemakan action. Tapi tenang~~ ~ biarpun action namun tetap terdapat sisi cerita yang romantis. Jika dicerita sebelumnya GD berperan sebagai tokoh protagonis, dicerita kali ini dia akan menjadi satu karakter yang berbeda (XD ashekkkk). Biar lebih seru cinta segitiga pun akan terjadi antara GD, Daesung, dan Lee hyori.
Well~~ ~
Semoga ceritanya menarik :D dan kalian suka.

#Author pov End

/// /// ///
“ngengggggg~~ ~ awas-awas mobilku mau lewat!!” pekik seorang namja kecil sembari memainkan mobil mainannya. GD.
“ommo~~ jangan kesini. Ini tamanku eoh?” omel teman mainnya, seorang yeoja kecil berambut merah itu. Lee Hyori.
“Yyakk, Daesung!! Kajja, kita maen bersama.” Ajak GD dengan suara polosnya
Anak lain yang bernama Daesung hanya mengggeleng.
“waeyo? Kami tidak menggigit, kemarilah” Hyori bangkit dan menarik tangan Daesung mengajak bermain bersama.
“dimana Appa,” tanya Daesung
“bersama ayahku” sahut GD
“mereka sedang apa?” tanya Daesung lagi
“molla, kita takkan pernah tahu yang dilakukan orang dewasa” seru Hyori

Dari sebuah ruangan tiba-tiba terdengar suara tembakan. DORR DORR DORR.
“Kyaa!!” pekik Hyori
“Appa!!” Daesung berlari mencari arah suara. GD mengikutinya dari belakang.
Daesung membuka pintu yang masih tertutup.
“APPA!!!!!” pekik Daesung yang langsung berlari memeluk tubuh pria setengah baya yang terbaring bersimbah darah dilantai. Dihadapannya seorang pria yang masih mengacungkan pistolnya.
“kau apakan, Ayahku?!!” teriak Daesung lagi kepada laki-laki itu
Laki-laki itu mendesah berat,” temui aku, dan bunuhlah aku ketika kelak kau dewasa.” Seru laki-laki itu dan pergi begitu saja
“Daesung~~ ~” lirih pelan Ayah Daesung
“ne, Appa. Bertahanlah hikks hikks hikks”
“Andwae, anak Appa harus kuat. Harus, nde? Appa sayang kamu” Dan ia pun menutup matanya untuk selama-lamanya.
/// ////
“Appa!!!!!!” pekik Daesung yang terbangun dan langsung terduduk. Mimpi, ia baru saja bermimpi. Kejadian 20tahun yang lalu.
TOK TOK TOK
“Oppa~ gwencanayo” seru seseorang diluar ruangan
“Nde, gwencana” sahut Daesung
“boleh aku masuk?”
“nde, masuklah”
CEKLEKKK__
“Oppa~ ~~” seorang yeoja masuk. Hyori.
“kapan kau datang?”
“baru saja, kau tidak apa-apa eoh? Panasmu sudah turun?” Hyori menempelkan punggung tangannya kekening Daesung.
“em, sudah. Kau boleh keluar rumah sekarang” serunya lagi. Hyori seorang dokter.
“gomawo” jawab pelan Daesung
“hehe, sudah tugasku. Oh ya, GD Oppa akan pulang hari ini. Mungkin kau ingin menjemputnya?”
“dimana?”
“tentu saja dibandara, dia baru pulang world tour. Dia bilang pesawatnya tiba 1 jam lagi. Kau masih ada waktu menjemputnya.” Tambah Hyori
“baiklah, aku akan menjemputnya” sahut Daesung
/// /// //
#Hyori Pov
Aku mengetuk pintu kamar Daesung Oppa. Dia baru saja berteriak, apa dia sakit lagi.
Luka lebam diwajahnya benar-benar membuatku khawatir.
“fiuhh, demamnya sudah turun” batinku saat menempelkan tanganku kekeningnya

“yyakk, kau mau pergi kepemakaman eoh? Kenapa hitam-hitam seperti itu,” gerutuku. Namja satu ini memang cuek dengan pakaiannya.
Ia menoleh dengan wajah datar,”masalah buat loe~” dan pergi begitu saja
“aishhhh~ benar-benar” gerutuku lagi
#Hyori pov End
#D-Lite Pov
Aku berjalan santai diantara hiruk pikuk orang lain.
“D-lite!!!” panggil seseorang padaku

Aku menoleh.
“itu dia,” gumamku
GD memelukku erat,”aku merindukanmu” sapa GD ramah
“kajja, kita harus cepat. Disini banyak sasaengfans” GD menarik tanganku menjauh dari beberapa yeoja yang mulai mengejar kami.
... ...
“D-Lite, kudengar kau sakit?” tanya GD didalam mobil
Aku mengangguk. Aku memang tak banyak bicara.
“sudah baikkan,” tanyanya lagi
Dan aku mengangguk lagi.
“hehe, kau ini. Yyak, kita minum sebentar, ne? Eropa benar2 dingin eoh dan wine disan tidak enak.”pintanya
“apa kita mau ketempat biasa,”tawarku
“anni, kita pergi ke sungai Han saja. Aku ingin rileks disana”
“baiklah,” aku menancap gasku, meluncur menuju tempat yang kami inginkan.

SKIRTTTTT~~~~ ~~ ~
Aku mengerem mendadak membuat timbulnya suara decitan keras.
“Kyaaaa!! !!!!” pekik seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapan mobilku,
“Yyaa, gadis itu.” Pekik GD yang langsung turun dari mobil.
Yah, seorang yeoja tiba-tiba datang entah darimana dan hampir kutabrak. Aku ikut turun juga.
“gwencana?” tanya GD pada yeoja itu

Yeoja itu berwajah pucat.
Pipinya basah dan matanya sembab.
Ia terduduk diatas aspal hitam yang keras.
“gwencana? Apa yang sakit?” tanya GD lagi
Ia hanya diam. Yeoja itu menaikkan wajahnya. Memandangku dan menatapku dalam kedalam mataku.
“D-Lite, kau kenal dia?” tanya GD padaku

Aku menggeleng.
“Nona, kalau kau sakit bilang, kami akan bertanggung jawab dan membawamu ke RS” pinta GD
Yeoja itu menunduk.
Aku berjongkok, meraih kakinya dengan tangan kananku dan tangan kiriku mengangkat lehernya. Aku membopongnya.
“Kita bawa pulang,” seruku
“Nde? Pu..pulang?” heran GD

GD membuka pintu mobil. Aku mendudukannya di jok belakang.
“kita pulang saja, ne?” tanyaku pada GD
“baiklah, aku juga khawatir dengan gadis ini.” Seru GD sembari memandangi gadis itu dari jok depan
@home
“hyori!!” pekik GD didepan pintu.
Aku mengeluarkan yeoja itu dari mobil. Dan mengbopongnya lagi (*daecunggg so swet ya ;) )
Aku memandang wajahnya sekilas,”apa kau lapar?” tanyaku
Ia mengangguk pelan,”sama, aku juga. Wanita didalam rumah ini sudah tua jadi pendengarannya tidak terlalu bagus,” celetukku. Bayangkan saja menunggu didepan rumah sambil membawa orang seperti ini, berat tau.
“Haha, awas kau. Akan kuadukan” geli GD
CEKLEKKK__
Pintu terbuka.
“nenek sudah bangun,?” seruku
“haha,” tawa GD
Kami masuk kedalam dan membiarkan Hyori melongo didepan pintu.
“Mwo? Nenek?” gumamnya
“dia siapa,” tanya Hyori
Aku meletakkannya disofa tamu.
“Oh, ceritanya panjang. Kau bisa periksa dia, tadi dia hampir tertabrak.” Jelas GD
“jinjayo, aishh kenapa tidak kerumah sakit!” Hyori mengambil tas dokternya.
“disini sudah ada dokter, untuk apa pergi ke rumah sakit.” Seruku sambil meneguk air dingin dari dalam kulkas. Disambut muka datar Hyori.
“haha, kau benar. D-Lite.” Seru GD menganggukan omonganku
“tidak apa-apa, tidak ada yang terluka.” Seru Hyori sembari mengelus rambut yeoja yang lebih muda darinya.
“Ini,” seruku menyodorkan sebuah sandwich padanya
“sandwich?” gumam Hyori
“untuknya bukan untukmu,” tambahku. Hyori mengerucutkan bibirnya.
Yeoja itu meraih piring dan memakan piring,,, ,,, eh sandwich maksudnya. XD
Sesaat kemudia ia melambai-lambaikan tangannya.
“Mwo?” seru kami bertiga hampir bersamaan
“Apa dia,??” pikir GD
“apa mungkin??” tambah Hyori
-
“bisu?” seruku
Yeoja itu mengangguk pelan.
“Ah, pantas saja.” Ucap GD
Yeoja itu melambaikan tangannya lagi.
Hyori mencoba melambaikan tangannya juga.
Yeoja itu tersenyum.
“dia bilang dia minta maaf karena sudah membuat kalian susah,” terang Hyori
“Lihat, dia melakukan lagi” seru GD ketika yeoja itu menggerakkannya lagi.
“tentu saja,” sahut Hyori
“mwoya?” tanyaku
“dia bilang dia ingin tinggal sementara disini,” seru Hyori.
“baiklah, tentu saja boleh” sahut GD
Hyori mengajak yeoja itu untuk membersihkan badannya.
“kira-kira siapa namanya?” tanya GD padaku
“molla~~ ~” sahutku sambil melambai-lambaikan tanganku menirukan Hyori dan yeoja itu. LOL
#Daesung Pov end
, ,,
, SKIPP
@disebuah ruangan yang gelap dengan suasana yang menyeramkan
“Mwo!! Dia kabur!!” pekik seseorang bersuara besar. Bos TOP.
“nde, hyung. Dia bilang dia hanya ingin pergi kesupermarket, tapi dia justru naik bis dan pergi.” Terang salah seorang  anak buahnya, Taeyang.
“eotteohke? Kalau dia sampai lapor polisi?” sahut satu orang lagi yang terdengar panik. Seungri.
“jangan khawatir, aku yakin ia takkan berani melaporkan kita. Yang jelas kita harus menangkapnya lagi, Hwahahahaa..”
“benar itu, hyung.. Hahahaa”
“Hahahaha..”
Tawa pun pecah diantara mereka bertiga.

.. .. ...
.. ..
#GD Pov
Yeoja itu duduk didepan tivi, ia sedang asyik menonton tivi.
Aku mengambil secarik kertas.
“//Namamu siapa?//” tulisku

Ia meminta kertasku, menulis sesuatu, dan memberikannya padaku.”//Minzy, Gong Minzy.//”
“wah, nama yang bagus” seruku
Kami terus membalas pesan,”ah, aku jadi seperti anak SD lagi.” Pikirku singkat
“ng? Kertasnya penuh, akan kucarikan lagi. Cakkaman” Aku bangkit dan mencari kertas baru.
“Yyak, D-Lite. Kau tahu tidak,  dimana Hyori meletakkan kertas2.?” Tanyaku

Dia terlihat berfikir sejenak.
“Molla~~ ~” lagi-lagi ia melambaikan tangannya menirukan Hyori

Ah, percuma saja bertanya padanya.
#GD Pov End
. ... ....
#Minzy POV (*mimin nulisnya pake lambai2 tangan juga lho #bo’ong bgt )
Aku melihat namja itu tadi pagi.
Seisi rumah ini memanggilnya D-Lite.
Saat dia mengangkatku dari aspal dan membawaku kerumah ini, perlakuannya benar-benar luar biasa. Dia baik sekali.
Aku mengikuti kemana ia pergi, halaman belakang rumah.
Aku melihat dari jendela, dia sedang bermain basket sendirian.
Pagi-pagi seperti ini memang tepatnya berolahraga.
Melihat dari bisepnya yang lumayan berisi, dia pasti sering berolahraga.
Aku memandanginya sampai tak sadar jika ia sudah melihat keberadaanku.
“kemari,” serunya sambil melambaikan tangannya
Aku menghampirinya.
“basket,” serunya
Aku menggeleng.
“ini mudah,” serunya yang kemudian memantulkan bola dan memasukkan ke ring. Masuk.
Ia memberikan bolanya.
Aku coba melempar dan ... . gagal.
“Kau harus fokus,” Ia mengambil bola dan memberikanku sekali lagi
Aku ragu.
“begini caranya,” Ia membenarkan posisiku. Dia mencoba mengarahkan bola dengan lemparan yang tepat.

DEGG
Tiba-tiba ia merangkul dan memelukku dari belakang. Jantungku berderup kencang.
 “begini, kemudian...” aku melempar bola dan masuk
Aku tersenyum senang.
“ah, kau manis jika tersenyum” terangnya

BLUSHHH
Wajahku sekarang pasti sudah merah.
Aigoo~ ~~

DREEETTTT
Ponselnya berdering,”eobboseo,” sahutnya
“nde, aku dirumah. Arraseo, Captain. Aku akan kesana.” PIPP

Ia mematikan telfon dan pergi meninggalkanku.
#Minzy pov End
.. .. ..
#D-Lite Pov
Aku berlari menaiki sebuah tangga.
“Captain!” seruku pada atasanku. Aku seorang polisi namun sering bertugas juga sebagai detektif.
“ini, mereka berulah lagi. Geng kriminal itu.” Seru Captain.
Aku masuk kedalam sebuah ruangan, mirip seperti apartemen.
Tubuh korban bersimbah darah. “luka tembak,” gumamku
Kemudian, mataku tertuju pada satu petunjuk lain.
Sebuah surat?? “masih tertutup,”
Aku menyobek bagian atas amplop tersebut, mengeluarkan isinya dan membacanya.
“anaknya yang berumur 4 tahun ada bersama kami, uang 1 miliar Won atau nyawanya melayang” seruku membaca isi surat itu.
“semuanya,, siapkan penangkapan.!!” Seru Captain
“andwae!! Kita tidak bisa menangkapnya semudah itu. Aku yang akan menangkapanya”
“mwo? Sendirian?”
“jika orang ini tertangkap secara diam-diam maka teman-temannya pasti tidak akan berfikir kalau ia tertangkap.” Terangku
“benar juga, tapi ini terlalu beresiko. Kau baru sembuhkan?”
“aku sudah sembuh, aku akan melakukannya dengan baik. Malam ini, aku akan menangkapnya.”

-      
@disebuah klub
Dentuman musik keras menggema seisi ruangan. Sejak tadi aku sudah memusatkan perhatian pada satu orang, Cha-Seungri. Seorang kriminalitas kelas kakap dan juga 1 dari 3 penculik anak tadi siang.
Dia keluar dari klub.
Aku mengikutinya sampai disebuah gang sepi.
Ia berhenti,”Yyakk!!!! Apa kau mengikutiku eoh” serunya.
Rupanya ia sudah tahu kalau ia kuikuti.
“Kau polisi yang kemaren malam kami keroyokkan?” serunya lagi
“kau masih ingat? Wah, senang juga rasanya jika ada penjahat mengingat korbannya. Aku tersanjung” sahutku
“kembalilah, atau kau akan merasak bogem mentah kami lagi” ancamnya
Aku langsung maju menghampirinya.
Semakin dekat dan... BUGGGG “arhhh~~” rintihnya saat aku meninju atas perutnya.
“lihatlah sekelilingmu, tuan Cha. Kau sendirian.”
“arh~~ ~” sesaat kemudian ia pingsan.
Beberapa polisi lain datang dengan pakaian samaran mereka dan langsung membawa Seungri ke kantor polisi.
“kerja bagus, D-Lite” seru Captain
“ghamsa, captain!’ sahutku
.. ... ...
“Aku pulang!” seruku pada orang rumah

Aku melihat Hyori masih berada diruang kerjanya.
“kau belum tidur?” tanyaku
“ng? Belum, tugasku sebagai direktur RS tak mungkin membuatku tidur lebih awal.” Jawabnya
“jika kau terlalu lelah, kau bisa sakit.”
“arraseo, sebentar lagi. Aku janji, aku tidak akan seperti mu kemarin.” Hyori tersenyum manis padaku.

DEGG
Astaga, jantungku jantungku. Kenapa begitu keras kau berdetak, hah?
“baiklah, aku tidur dulu.”
“jaljayyo,” serunya
... ..
Aku merebahkan tubuhku diranjang.
“hyori, lee hyori. Nan-saranghaeyo” lirihku pelan
“aishhhh,, , kenapa aku menyukai nenek tua itu. Arghhh~~ ~” aku menggigit bantalku kesal.
#Daesung Pov End

#GD Pov
“aku pulang, Mwo? Sudah pada tidur ya” gumamku sendiri
“eh,, “ aku berhenti saat melihat Hyori sedang sibuk
“aku sibuk jangan ganggu,” cetusnya
“yya, tengah malam masih bekerja. Mau jadi botak ya, pergilah tidur.” Pintaku
“anni, sebentar lagi.”
“ya sudah aku tidur dulu,” Chu~ aku mencium keningnya singkat
“ne, gomawo. Ji Young~shi, jaljayyo” senyumnya ramah
.DEG DEG..
Aku beranjak pergi, sebelum jantungku keluar dari tempatnya.
“Astaga, kenapa aku menciumnya? Paboya!!” omelku sendiri

Dilain tempat, Minzy melihat dengan penuh keheranan

-        -   T BC -


Sabtu, 13 Juli 2013

FF - Fashionista Couple -

# Fashionista couple #

Cast :
GD a.ka JiDi
Min Hwa a.ka Min Hwa

Other cast :
Member Bigbang

Genre : Romantis, Komedi

Length : Oneshoot
... ...

‪#‎MinHWa‬ Pov

Perkenalkan namaku, MinHwa.
Aku seorang designer muda korea berbakat, umurku masih 18 tahun.
IQ yang kumiliki setara dengan IQ yang dimiliki seorang Profesor. Biarpun IQ ku selangit tp daya imajinasiku juga lumayan tinggi. Buktinya sekarang saja aku sudah mengadakan fashion show sebanyak 5 kali. Itu artinya sudah ada ribuan baju yang aku design sendiri.

Semua tak lepas dari peran orang sekitar, termasuk Kakakku, Ji Young atau aku biasanya memanggilnya JiDi.
Dia seorang member boyband terkenal, entah takdir apa yang menjadikan kami menjadi saudara. Ya, aku dan JiDi saudara tiri. Ayahku menikahi Ibunya, dan jadilah kami saudara.
Walau sebenarnya cukup berat juga untuk mengucapkan kata "Oppa" kepadanya, bagaimana tidak? Aku sempat berpacaran dengannya. Sebelum Ayah bertemu dengan Ibunya, dan mereka akhirnya menikah.

Semuanya bermula ketika aku masih dibangku SMP.
‪#‎Flashback‬
"Kyaa~~ ~ JiDi!! Ommo.. dia benar2 keren!! dia Fashionista!!" pekik seorang yeoja
"Benar, ommo.. suaranya indah" tambah yang lain

Aku bersandar ditembok sambil melipat kedua tanganku didada.
Sesekali mendengus kesal. "Aishh, apa2an mereka. Tidak bisa membedakan yang mana style dan yang mana norak" gerutuku yang tak ku sangka mendapat tatapan tajam dari teman2ku

"MWO!!" teriak seorang yeoja lain
"Kau bilang JiDi norak?? Yyakk!! dasar anak kecil, huh!!" yeoja itu mendorongku dengan kasar dan membuatku jatuh

"Awww~" rintihku
"Aishhh, lihat saja. Akan kubuktikan siapa yang lebih stylish, aku atau dia." Aku bangkit dan berjalan menghindari kerubungan yeoja2 itu.

..
"Hei, berhenti!!" pekik seseorang

Aku memutar tubuhku."Apa kau memanggilku?"tanyaku
"Ne, kau ini. Dari tadi ku panggil, apa kau tidak dengar hah?"oceh seorang namja bertubuh tinggi ini. Seungri.
"Mian, waeyo?"
"Ng? apa besok minggu kau ada waktu?" tanyanya
"anniyo, waeyo?"
"ng? aku mendapat nilai C dalam pelajaran Matematika, dan aku ingin sekali lulus ujian. Kau tahu kan? kalau tidak lulus dalam ujian ini aku tidak bisa masuk dalam Trainee di YG-Ent" terangnya
"lalu??"
"Aishhhh, kau ini." omelnya
"Oh, aku mengerti. Kau ingin ikut les private denganku?"
"Ne!!! mau ya~~ Jebal..." rengek namja bermata hitam itu padaku
"Emmm..." aku mendehem
"baiklah" sambungku

"Yyeee!! Lalu bagaimana? apa aku yang kerumahmu atau kau yang kerumahku?"
"Taman" seruku singkat
"Mwo?"
"Aku bilang kita belajarnya ditaman saja. Belajar juga butuh suasana yang menyenangkan. Sudah, sampai ketemu besok. Bye~~" aku berjalan menjauhinya
"Ne," sahutnya

.. .....
@Taman,
Seungri memutar otaknya, dari kepalanya sudah terlihat kepulan asap. Bisa dipastikan suhu di otaknya sudah mencapai 100`derajat lebih.
"ketemu!!" pekiknya tiba2. Ia memberikan pekerjaannya padaku.
"kenapa kau menggunakan cara ini? ini terlalu rumit, jangan buat hidupmu rumit. Pakai saja cara yang B."
"engg, cara yang B terlalu sulit."
"Sulit? lalu apa gunanya kau belajaar, aishhh... pokoknya kau harus kerjakan dengan cara B, arraseo Seungri~shi!!"
"ne, arraseo Songsaenim!" serunya.

..
"ckckckk, Seungri~shi. Kau benar2 bekerja keras, ne?" seru seseorang

Aku menoleh.
Ah~ namja Naga ini rupanya.

JiDi duduk bersebelahan dengan Seungri.
"Mwo? Matematika? Yang benar saja?"
"Yyaa, Hyung~ jangan menggangguku." omel Seungri

JiDi memandangiku sekilas.
Pandangan kami bertemu.

DEG

Ommo, matanya. Tatapannya. Seperti malaikat.

"kau ini Min Hwa kan?" kata JiDi memecah lamunanku
"n,,ne" ucapku terbata
"darimana kau mengenalnya, Hyung~?" seru Seungri dengan masih berkutat dengan angka2nya
"oh, aku hanya... maksudku ada banyak namja yang mengidolakannya."sahut JiDi
"aku tidak mengerti dengan perkataanmu, to the point!!" celetuknya

"dia manis" seru JiDi sambil tersenyum kepadaku

"aku juga berharap aku bisa menjadi namja paling beruntung yang memiliki hatinya." Serunya lagi.

"Mwo??" batinku. Aku tahu JiDi memang dikenal sebagai namja yang berterus terang. Tapi ini

Seungri menghentikan aktifitasnya.
Dia duduk berhadapan dengan JiDi.
"dengarkan aku hyung~~ dengan tidak mengurangi rasa hormatku padamu. Sepertinya kau urungkan saja niatmu itu, aku tahu itu tulus tapi kuharap tidak. Anni anni anni anni~~ ~" terang Seungri

JiDi menyipitkan matanya,"Waeyo, panda? Kenapa aku tidak memilikinya?"

"itu karena aku terlebih dulu meny....." belum selesai Seungri bicara

"Hari ini cukup sampai disini, lain kali kita cari tempat yang lebih nyaman lagi. Kau Seungri~shi belajarlah lagi. Annyeong" seruku sambil terburu-buru pergi. Bukan karena apa? aku hanya menghindari JiDi. Sebelum aku.. yah sebelum aku suka padanya.

#MinHwa pov END
... ...
‪#‎Seungri‬ Pov
"Yya! Hyung~~ kau membuatnya pergi, aishh aku merasa tidak enak padanya. Kau sih?" omelku

JiDi merebahkan tubuhnya.
"aku tidak bermaksud. Aku hanya berterus terang. Kau tau aku kan"

"Mwo?? Jadi kau benar2 menyukai Min Hwa eoh?? Ahhh~ andwae Hyung,, dia milikki. Hyung~~ ~" gerutuku

DRETTTTT
Handphoneku bergetar
"Ne, hyung~"sahutku
"Oh, JiDi bersamaku. Tenang saja, aku sudah mengikat lehernya dengan tali dia tidak bisa pergi kemana-mana."celetukku sembari menutup telfon

PLETAKKK
JiDi menjitakku.
"kau samakan aku dengan Gaho eoh!!" pekiknya

Aku meringis kesakitan.
"itu tandanya kalau aku juga bisa berterus terang, pokoknya Min Hwa punyaku" sambungku
"lihat saja" JiDi tersenyum tipis

.. ..
@Dorm Bigbang,

"Hyung~" sapaku padaku Daesung
"kau darimana, panda?" tanya Daesung
"berkencan dengan yeojadongsaengnya" sahut JiDi

"Eciieee~~ ~" goda Daesung

"Mwo? bukankah tadi kau bilang kau ingin pergi belajar" seru Taeyang
"memang benar aku pergi belajar" jawabku. Sepertinya aku akan menjadi santapan habis godaan mereka.

"jinja?" goda Daesung

"belajar sekaligus berkencan, taktik yang menarik" ucap TOP dengan gaya coolnya

"aishhh, kalian ini. Aku hanya ingin belajar untuk ujianku." belaku

"Ecieeee~~ ~" goda semua member

"Arghhhh,, " aku kesal dan masuk kekamarku.

Blangg..
Aku menutup pintu dengan keras.

Aku menghempaskan tubuhku dengan keras keranjang. Memandang langit2 kamar dan mencoba merangkai sesosok wajah cantik dengan mata bulat, bulu mata yang lentik, lesung dipipinya yang chubby, dan perkataannya yang benar2 menyejukkan hati. Oh~ ~ Aku jatuh cinta

"Ssstt~~ ~lihat dia." bisik seseorang
"dia benar2 jatuh cinta~~ ~" bisik yang lain

Aku menoleh.
Daesung, Taeyang dan TOP. Mereka bertiga bertopang dagu sambil memandangiku dari pinggir rajang.
"YYAKKK!!" pekikku membuat mereka bertiga langsung pergi.

Sementara JiDi, dia tidur-tiduran disebrang sana. Kami satu kamar.
Dia hanya memandangi handphonenya. Sesekali tersenyum.
"Yyakk!! Hyung, apa itu blue film?" tanyaku
Dia tersenyum. Kemudian menggeleng.
"jangan-jangan itu. .." aku memanjangkan leherku (?)

Hampir terlihat olehku. Seseorang berambut panjang, ikal, dan ... ..
"PRIVASI!!!" bentak JiDi
"Mi..mian" aku menarik selimut dan tidur

"aku harap bisa memimpikan Min Hwa" gumamku

# seungri pov end
.... .....

‪#‎GD‬ pov
Aku memandangi fotonya.
Foto yang kuambil diam2 tadi sore ditaman.
Aku harap pemilik wajah sempurna ini tidak marah padaku.
Matanya bulat namun begitu bening dan indah.
Dia manis.
Tidak salah jika aku mengatakan seperti itu.
Wajah merahnya yang langsung bersemu pasti setuju dengan pernyataanku.
Apakah aku bisa memilikinya.

Min Hwa, saranghae.
‪#‎MinHwapov‬
"Apa!!! menikah?" pekikku
"ne, apa ingin mencarikanmu seorang Ibu. Bolehkah?" tanya Appa
"heemm...baiklah. Memang siapa wanita yg ingin ayah nikahi?"
"besok Ayah perkenalkan"

#MinHwa Pov end

.. ..
#GD Pov
"ne, umma. Ada apa pagi2 menelfon?" tanyaku sembari memgucek mata
"Mwo!! Jinja?? Yang benar.. Aku senang sekali. Lalu kapan umma mengenalkan calon ayah baruku?" sambungku
"ohh.. Baiklah. Besok malam ya.. Oke oke aku akan datang, ne umma aku janji. Bye" Piip. Aku menutup telfon.

Hwa..
Akhirnya beliau menikah juga. 15 tahun membesarkanku sendiri.

" mwo? Waeyo? Kenapa les hari ini dibatalkan?" seru Seungri menelfon sambil masuk kedalam kamar

Aku melihat raut wajah kekecewaannya. Min Hwa membatalkan kencannya. haha

"Yyak..kenapa tertawa eoh? Kau senangkan aku hari ini tidak bertemu Min Hwa?? Kau menang??" gerutunya

"memang sudah sepantasnya aku senang.. Haha" tambahku

"Seungri.. Malam ini aku keluar sebentar. Aku ada acara keluarga."smbungku

Seungri menyipitkan matanya.
"acara keluarga???"

"Ne, ummaku ingin menikah. Dia ingin memperkenalkan calon suaminya padaku"

" hwaa... chukkae chukkae" seru Seungri sembari memberiku pelukan


Aku berdiri didepan kelas. Semenit kemudian Min Hwa datang.
"Emm, bisa kita bicara sebentar." seruku

Ia diam.
"ne," sahutnya sembari tersenyum. Manis sekali.

Kami menuju atap sekolah.
"Emm, ada yang ingin aku katakan padamu" seruku memulai
"apa" sahutnya pelan
"Aku.. aku mencintaimu MinHwa. Aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu" seruku mantap sembari memandang wajahnya dengan penuh keyakinan

Min Hwa tersenyum.
Dia mengangguk pelan.
"nde, aku juga Oppa" kata-kata itu meluncur dari bibir mungilnya

Aku menariknya dalam pelukanku.
"gomawo, chagiya" ucapku
"ne, Oppa" balasnya

.... .....
@rumah GD,
"Ji Young!!" panggil Ibu di lantai bawah
"nde, sebentar." sahutku.

Aku menautkan wajahku serapi mungkin. Malam ini pertemuan pertamaku dengan calon Ayah baruku. Aku benar-benar tidak ingin mengecewakan Ibu.

"Ji Young, mereka datang" seru Ibu

Aku bergegas turun menuruni tangga.

"Annyeong haseo, nan-Min Hwa Imnida" seru seseorang dengan suara yang kukenal membuat langkahku berhenti

"Min Hwa?? kenapa namanya mirip dengan Yeojaku?? Ah~~ hanya kebetulan" aku kembali menuruni tangga

"Eomma!!" seruku langsung memeluk Ibu
"Ji Young, perkenalkan calon Ayah barumu dan juga calon adik perempuanmu" seru Ibu

"Ji Young - imnida" seruku sembari berjabat tangan dengan laki2 paruh baya itu
"kau tampan sekali, nak" pujinya
"nde, ghamsahamnida"
"ini perkenalkan dia sekarang adalah adik barumu" serunya sembari memperkenalkan seorang yeoja yang ada disisinya

DEGGGG

"dia Min Hwa, dia masih kelas 2 SMP. Aku harap kalian dapat cepat berbaur." imbuh calon ayahku

Mata kami bertemu (?) cukup lama.
Sepertinya aku benar-benar tak mengerti akan hal ini.
Tapi, apa yang harus aku lakukan.

Ah~~
Tidak.
Aku tidak ingin mengecewakan Ibu.

Kau harus dewasa Ji Young.

Aku tersenyum.
"Nde, aku akan sangat menyanyanginya. Seperti aku mencintai kekasihku sendiri"

"wahh~~ kau ini. Jangan terlalu berlebihan seperti itu. Haha" tawa calon Ayah baruku

Aku kembali memandang Min Hwa sekilas.

"Emm, Min Hwa. Kau ingin melihat Gaho? Dia peliharaanku, Kajja!!" aku menyeretnya pergi menjauh. Setidaknya menjauh dari Ayah dan Ibu.
.. ...

Aku bermain dengan Gaho.
"Oppa!!" seru Min Hwa
"Ne, ada apa adikku?" sahutku
"Kita harus menjelaskannya, ini tidak boleh terjadi" serunya
"kau benar" jawabku
"kalau begitu, ayo kita kembali dan menjelaskan kita sudah pacaran. Mereka tidak boleh menikah. Oppa~" rengek Min Hwa

Aku bisa mendengar nada yang bergetar itu.
Dia pasti sudah menangis.

Aku berdiri menghadapnya.
Ya, benar. Dia menangis.
"Hubungan ini yang tidak boleh terjadi." Aku merengkuh wajahnya. Mengusap pipinya lembut, menghapus air mata.

Ia memebuang tanganku dengan kasar.
"Maksudmu?"

Aku berbalik membelakanginya.

"Min Hwa, kita .... .."
‪#‎Author‬ Pov
"Kita putus." ucap GD
"hubungan kita hanya sebatas saudara, kakak dan adik. AKu tidak mau menyakiti Ayah dan Ibu. Kau akan temukan laki-laki yang lebih baik dariku" tambah GD dan meninggalkan Min Hwa sendirian, Dia yakin Min Hwa butuh waktu sendiri saat ini.
.. ..
Beberapa hari kemudian
@DormBigbang
"Aku pulang!!" seru GD masuk kedalam dorm.

"HYUNGG!!!" pekik Seungri tiba2 dan ... ...

BUGGGG

Seungri memukul GD.
"Kau, kau apakan Min Hwa eoh??" bentak Seungri

GD meringis kesakitan.
"Mwoya?"

Seungri mengambil kerah GD.
"kenapa kau menyakitinya? wae? wae!!!" pekik Seungri

"yyakk!! ada apa ini ribut-ribut, Seungri~shi apa yang kau lakukan??" Taeyang datang dan disusul member lain mereka melepaskan Seungri dari GD

"bisakan kita bicarakan baik-baik?" seru Top. Dia yang paling tua disini, dia selalu bisa menenangkan kami semua.

.... ...
Kami duduk melingkar.
"Aku dan Min Hwa bersaudara, makanya aku putuskan dia" seru GD membuka perbicangan
"semudah itu? tadi pagi kau menyatakan padanya kemudian malamnya kau putuskan begitu saja. Laki-laki macam apa kau??" bentak Seungri (*weshhhh,,, Mimin nulis karakter marahnya Seungri sambil ngakak XD U know what?)

"Jika aku tahu kalau kami akan bersaudara mana mungkin aku menyatakannya."bela GD

Daesung membawa es batu.
"ini, untuk lukamu"

"seungri~shi, kau sudah puas mendengar penjelasannya?" seru TOP

Seungri mendengus.
"Yyakk, aku harus bicara apa lagi?" omel GD
"kenapa jadi kau yang marah? harusnya aku!" balas Seungri
"Yyakk, kau memukul wajahku dan belum minta maaf padaku. Kau tahu berapa harga wajahku?" imbuh GD tidak mau kalah
"Ishh, kau sendiri yang membuatku kesal." bela Seungri
"Mwo, kau tidak bisa seperti itu eoh?" GD bangkit dari tempat duduk. Lengannya di rangkulkan keleher Seungri dan tangan GD yang satunya menjitak kepala Seungri.
"Hei, kalian berhenti!!" seru Daesung dan Taeyang bersamaan sembari mencoba memisahkan kami.
"Kyaa!! Hyungg!! Appo appo,, ,, Daesung Hyung, Taeyang Hyung, tolongggg" jerit Seungri

TOP bersandar dikursinya.
Sembari memijit keningnya dan menghela nafasnya.
"huhhh, aku seperti ayah disini."

# Flashback END

#MinHwa Pov
Acara fashion show berjalan dengan baik.
Aku menghampiri GD.
"Oppa~" seruku
"Oh, ne. waeyo? Ada masalah?" tanyanya
"Anni. Emm,, gomawo"
"Untuk?"
"karena sudah mengajariku banyak hal, mulai dari penggunaan warna, motif, kain, semua yang kau ajarkan padaku. Gomawo" seruku sambil membungkukkan badan
"Aishh, kau ini" sahutnya
"Semua ini juga berkat usahamu. Kau pekerja keras makanya kau dapat melakukannya dengan baik." tambahnya

"rencanamu ke Jepang?"tanyaku
"lusa, aku berangkat lusa."
"kenapa harus di Jepang?"
"haha, kau ini. Kenapa kau takut kesepian? bukankah sekarang kau sudah memiliki pangeran tampan disisimu" seru GD melirik kearah Seungri
"Mwoya?? dia?" aku memandang Seungri. Seungri melihatku dan langsung tersenyum ala iklan pepsodent. XD
"dia lebih seperti Panda yang terkena busung lapar" tambahku
"Bwahahaha..." GD tertawa terbahak-bahak

Sementara Seungri merasakan dirinya menjadi bahan perbincangan langsung menghampiri kami.
"waeyo?" tanyanya dengan wajah polosnya

GD memegang dagu Seungri.
Memutar kekanan dan kekiri.
"Pfftt.. kau benar.. benar-benar mirip bwahahahaa.." tawa GD

"mirip siapa?? Yya, yya, apa yang hyung bicarakan? jangan membuatku malu eoh?.. chagiya apa yang kalian bicarakan?" rengek Seungri padaku

"Emmzz," aku mendehem pelan sembari tersenyum

"Aishh, kakak beradik yang aneh" gerutu Seungri

"Bwahahahaa..."

//Cinta itu memang buta tapi jangan sampai kau dibutakan olehnya. Terkadang kita harus membuka hati kita untuk orang yang menyanyangi kita. Dan tak selamanya kasih sayang atau cinta harus saling memiliki.
.. ..
- END -

FF - Get Out, please!! -

- Get Out, Please! -
Cast : > Young ra a.ka You> Ji Young a.ka GDOther cast :> menyusul 
.. ....
(FULL PART)

#Author Pov
Disini kamu diceritakan sebagai mantan pacar dari seorang member boyband terkenal, GD.
Kamu mempunyai sikap yang lembut, sopan, dan beretika (*ala putri solo XD)
Setelah beberapa tahun tidak bertemu dengan mantanmu. Takdir mempertemukan kalian kembali. Kau yang bekerja sebagai Model harus bekerja sama dengan mantanmu ini, GD.
Dan yang namanya mantan, menyebalkan itu pasti. 
#Author Pov End
.. ...
#You Pov
Aku duduk disebuah kursi.
Hari ini angin bertiup sangat pelan namun masih bisa memainkan helai hitam rambutku.
Musik yang kudengar pun terdengar enak.
"Hemmmzzz,,, , tenangnya~ ~"
DREETTTT
"ng? mwo?" aku mengambil ponselku
" >> Youngra, bisakah kau datang kekantor sekarang? Bantu aku, aku hampir gila << " isi pesan singkat tersebut
"Oh , ayolah. Aku baru libur 3 jam!!" gerutuku
Dengan berat aku bangkit dan mengganti pakaianku.
Dan menuju kekantor.
@kantor,
"Young ra!!" pekik seorang yeoja padaku. Dia temanku. Minzy.
"wae? kau terlihat panik"
"tolong aku, aku tidak mau berfoto dengan kucing besar itu" serunya lagi
"kucing?" aku semakin bingung. Apakah sedang ada sesi foto hewan.
"mana dimana?" tanyaku
Minzy menunjuk salah satu studio.
"Eh, kau mau kemana?" Minzy mencoba menahanku
"tentu saja melihat kesana," jawabku
Minzy memasang tampang cemas.
"Gwencana, aku hanya melihat-lihat saja" seruku sembari menepuk pelan pundaknya
Aku meninggalkan Minzy.
Dan mulai masuk kedalam studio tersebut.
Ketika aku membuka pintu, ,, ,,,, Betapa terkejutnya aku.
Seekor anak harimau berlari kesana kemari merusak semuanya. Semuanya terlihat berantakan.
Tiba-tiba anak harimau itu berlari kearahku, dan merangkulku.
"Kyaaaaa!!!! Eomma!!!!" Aku berteriak sangat kencang. Jujur baru kali ini aku mendapat pelukan dari hewan berkaki empat ini.
Semua kru mencoba melepaskanku dari si anak harimau ini. Tidak mau lepas.
"Ommo~~ ~ jebal, tolong aku" pekikku yang semakin takut
"Anni, ini susah sekali Eonnie" jawab salah satu kru
"yyaa!! Ji Young~shi bantu kami melepas makhluk ini" seru salah seorang kru lagi
"siapa dia? apakah dia pawang dari hewan ini?!!!" teriakku
"tenang saja, dia hanya bermain. Kau tahu dia sepertiku. Dia sangat menyukai gadis cantik." seru seseorang. Mungkinkah ini suara orang yang benama JiYoung itu.
"Eng,, mianhe Ahjushi. Aku tersanjung, tapiiiii BISAKAH KAU LAKUKAN SESUATU AGAR HEWAN INI LEPAS DARIKU!!" pekikku yang mulai kesal
"tidak bisa" sahutnya.
Perlahan orang itu mulai menampakan wujudnya (?).
Aku melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Kauu~~ ~" dengusku kesal
"Ckckckk, jangan mendengus seperti itu. Atau kalau tidak, dia akan menjilatmu" serunya santai (*dia yg dimaksud adalah si anak harimau)
"Mwo? menjilatiku? Andwae!! cepat lepaskan dia dariku" pintaku
"hemmzz,," dia mendehem tidak jelas
"kenapa lagi?"
"aku akan membuatnya melepaskanmu,, asalkann,,,, ,,,," serunya datar
"apa?,,, ,, Kya!! dia mulai menjilatiku" pekikku semakin panik saat kepala anak harimau itu mendekati wajahku.
"asalkan,,,,, ,,, ,,,,,," ulangnya lagi
"asalkan apa?"
.. ..
"asalkan kau....... " seru GD
"aku mau kau menjadi model video klipku!" serunya lagi
"Mwo? anni anni,, aku hanya menerima job untuk sesi foto. Aku tidak tertarik." jawabku
"ya sudah" GD mendekatiku dan anak harimau ini.
Dia berbisik ketelinga anak harimau, dan .... .... "kyaaa~~ apa yang kau lakukan??!!" aku berteriak semakin kencang. Anak harimau itu menindih tubuhku yang kecil, lemah tak berdaya (*lebayy).
"Jangan bangun sampai ia berubah pikiran, Oke?" seru GD pada anak harimau itu
"Oke, fine!!" Aku menyerah
"aku mau jadi model MV mu, tp lepaskan dulu kucing gendut ini" GD memasangkan rantai pada anak harimau ini.
"Ommo~~ Badanku sakit semua. Yyaakk!! kau harus membawanya berolahraga, dia obesitas!!" omelku
"Arghhhhh~~ ~" geram anak harimau membuka mulutnya lebar
"Kyaa~~~ ~" aku langsung bersembunyi dibalik meja
"Yyaa!! berhenti mengatainya gendut, ini ukuran normalnya. Aishh, dasar wanita." keluh GD
Aku mendengus.
"Kajja! Untuk apa masih disitu?" serunya
"Mwo? kau mau mengajakku kemana?"
"tentu saja syuting MV, kajja!" GD menarik lenganku dan membawaku kesebuah tempat.
#Youngra Pov End
.. ...
#GD pov
"Ah, akhirnya. Dapat juga model untuk MV Bigbang yang baru. Walaupun harus dipaksa dengan menggunakan sahabatku, kekekk~"
"Yyya!! setir yang benar jangan hanya senyum2 sendiri. Kau membuatku malu." gerutunya
Kami sampai.
Tempat syuting pertama, disebuah danau.
"disini?" tanyanya
"nde, kajja" Aku membukakan pintu untuknya
"Hyung~" pekik Daesung
"Noona!!" pekik Daesung langsung memeluk Young Ra
"Daesungie," sahut Young Ra

Apa-apaan dia. Main peluk-peluk saja.
"Aishh, kau ini. Beritahu PD aku sudah mendapatkan modelnya." Aku memisahkan mereka.
"Oh, oke oke. Baiklah, Bye, Noona."seru Daesung lagi
"Nde," balas Young ra
"uh, kalian tetap akrab eoh?"
"nde, dia itu anaknya baik. Manis dan lucu, imut imut" serunya sembari menangkup kedua pipinya yang tirus itu.
"dia tidak sebanding denganku." seruku
"memang tidak, dia lebih muda dan manis. Semetara kau, tua dan liar. Memelihara kucing obesitas seperti itu" terangnya
"Aishh.. kau ini...." belum sempat aku bicara dia malah pergi meninggalkanku
... ....
Syuting dimulai.
Young Ra berperan sebagai malaikat, dan kami (*member Bigbang) sebagai penjaganya.
Melihat Young Ra berpakaian putih seperti itu. Aku membayangkan sebuah scene, dimana aku berdiri didepan altar dan dia datang membawa seikat bunga mawar ditangannya. Mengikat janji satu sama lain dan memiliki 3 orang anak kemudian ... "Arrhhhhhhhhh kenapa aku berfikiran seperti ini." kesalku sambil mengacak rambutku
"yyakk!! gwencana?" tanya Taeyang yang datang menghampiriku
"gwencana," sahutku datar
"darimana kau mendapatkan gadis itu?" tanya Taeyang lagi
"dia... Dia model, aku tahu tempat kerjanya jadi yahhh aku pikir dia cocok. Aku bawa saja kemari." terangku
"Oh, menurutmu apakah dia sudah memiliki kekasih?"
"Ng? entahlah, mungkin belum. waeyo? ka..ka..kau menyukainya" tanyaku pelan
Taeyang bukanlah tipe seorang player sepertiku. Dia setia, jujur, dan dia tampan. Wanita mana yang akan menolaknya.
"Nde, aku sepertinya jatuh cinta padanya." akunya dengan senyum tipis dibibirnya
Aku menelan salivaku.
Tiba-tiba aku ingin marah. Tapi kenapa?
"Youngbae!! sekarang giliranmu" teriak PD
"Nde,!! Aku akan sangat gugup" Taeyang beradu peran dengan Young ra. Mereka melakukan adegan romantis ditepi danau, Taeyang melepas jaketnya dan mengalungkannya kepundak putih Young ra. Sesekali Taeyang merangkul dan memegang tangan Young Ra.
"Aishhhhh!! Dia selalu cari kesempatan!!!" teriaku dalam hati
Adegan berhenti.
"Syukurlah~ ~" batinku
"Hyung!!" seru Seungri padaku
"Ng? waeyo?" tanyaku.
"apa kau ingin bilang kalau kau juga suka padanya??" batinku
"Gadis itu cantik, Hyung. Ah~ Andai aku seumuran dengannya. Pasti aku akan langsung nikahi." serunya
#PLETAKKK
"Appo, hyung" rengek Seungri
Aku mendecak kesal, dia sama saja dengan Taeyang.
"Ji Young, ada perubahan scene" seru asisten PD padaku
"mwo? jinja? apa itu?" Aku mendengarkan baik-baik penjelasannya.
"karena tubuh model kita tidak terlalu tinggi jadi agak canggung bila yang melakukannya TOP."
"lalu? kau pilih aku?" tanyaky
Dia mengangguk.
"baiklah, ini mudah" seruku santai
Scene aku dan Young Ra. Diadegan ini aku mendekati Young Ra yang terluka. Aku mengusap air matanya, mengelus pipinya dengan lembut.
Tanpa sadar aku menarik pelan dagunya, mendekatkan perlahan wajah kami, semakin dekat hingga aku bisa rasakan hembusan nafasnya. Dan kemudian........... "CUT!!!" seru PD
Aku mengerjapkan mataku kaget. Young Ra menarik menjauh.
"Ji Young, kau jenius!! Adgan terakhir tadi membuatku merinding, kau membuatnya seperti sungguhan" puji PD yang senang.
.. ..
"Ji Young~shi, kau pandai berakting juga eoh" puji TOP
"Hyung hebattt!!" pekik Daesung dan Seungri bersamaan
"hehe, gomawo." Aku tersenyum polos
.. ....
Tiba2 hujan.
Young Ra berdiri sendirian.
"Yyak, kenapa sendirian. Bergabung lah bersama kami." ajak Taeyang
"gomawo,,, , haachimmm!"
Taeyang refleks melepas jaketnya dan melakukan seperti adegan syuting tadi.
"DAMN" batinku
#GD Pov
Aku mengepalkan tanganku ketika Taeyang memberikan jaketnya pada Young Ra.
“hei, lihat. Youngbae dan Youngra. Mereka serasi ya” celetuk beberapa kru
“hehe, iya ya. Kepribadian mereka pun mirip.” Seru yang lain
Aku beranjak dari tempatku dan menghampiri Youngra.
“Yyak, kajja!” seruku
“nde, kemana?” tanya Youngra
“aku akan mengantarmu pulang,” jawabku
“oh, itu. Gwencana, aku bisa pulang sendiri.” Jawabnya singkat
“sendiri? Hujan seperti ini?”
“Ji Young benar, kau tidak boleh pulang sendiri” sahut Taeyang
Youngra mengangguk.
“arraseo,”
Aku menarik tangannya. Melepas jaket Taeyang yang ia pakai. Dan memberikan pada Taeyang kembali.
Taeyang melihat apa yang aku lakukan. Ia hanya tersenyum.
... ...
“kapan kau kembali ke Korea? Aku dengar setelah kuliah kau langsung ke Paris” seruku memecah keheningan
“Aku tidak pergi keluar negeri. Selama ini aku di Korea.” Jawabnya
“Ayahku bangkrut, aku ikut pindah kerumah nenek di Gangnam. Aku belajar fashion dan model dari tanteku. Aku sangat bersyukur semua itu terjadi saat kita berpisah. Paling tidak aku tidak membuatmu malu didepan fans-fans mu kan?”  sambungnya
Aku menghela nafasku.
“ada yang salah dengan perpisahan kita” seruku
“sudahlah, Ji Young”
“aku tidak pernah memutuskanmu,” tambahku
“aku bilang sudah,”
“aku tidak pernah melupakanmu,”
“Ji Young, kau seperti anak remaja saja”
“aku  masih mencintaimu,” jujurku
Young Ra memandangiku.
“bodoh,” jawabnya
Drettttt
“Eobbeoseo? Ne, Oppa. Aku hampir sampai. Ne, gwencana. Ne, gomawo. Bye” PIPP
“Nuguya?” tanyaku
“Taeyang Oppa, dia baik sekali padaku. Hemzz, aku rasa dia orang yang romantis dan bertanggung jawab. Aku sering mendengarkan lagunya’girl~~ ~, I need a girl~~ ~, ” jawabnya sembari bersenandung
“Jika, dia bilang dia menyukaimu. Apa yang akan kau katakan.?”
“aku akan bilang, kalau aku juga menyukainya.” serunya
Skirtttt~~
Aku berhenti mendadak.
“Yyakk, kau ini?” pekik Youngra kaget
Aku meremas stir mobil.
“Get out, please!” pintaku
“Mwo?”
“Get Out!!!” teriakku
Ia tersentak.
“Fine” Ia melepas belt dan langsung turun dari mobil.
Aku kembali melajukan mobilku.
Bisa kulihat ia berlari kecil mencari tempat berteduh. Suasana masih hujan.
... ...
@Bar,
“Yyakk!! Hyung, tumben sekali kau mengajakku minum” seru Seungri
“emzz,” dehemku sambil memutar-mutar gelas
“tapi, gwencanayo? Kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu” tanyanya
“seungri~shi, apa yang akan kau lakukan jika seseorang ingin meminta maaf padamu dengan cara yang tidak biasa”
“em? Cara yang seperti apa?” tanyanya
“dengan melukai perasaanmu lagi,”
“Mwo? Tentu saja takkan kumaafkan dia,” jawab Seungri polos
“hemmzz,,” Aku meletakkan kepalaku diatas meja bar
Drettttt~ ~~
Drettttt~ ~~
“Hyung! Ponselmu” seru Seungri
Aku meraih ponselku dengan malas.
“Ne,” sahutku pelan
“Ji Young~shi” lirih seseorang diujung suara. Young ra.
“Waeyo?” jawabku
“aku boleh minta sesuatu padamu?” Suaranya terdengar semakin pelan
“Apa?”
“aku... aku..ingin.......” PLETAKKK. 
Suara aneh memutuskan telfon kami.
“Young ra!!” seruku
“Aishh, kenapa putus? Suara apa itu? Yyakk!! Young ra!!” Aku bangkit dari tempatku.
...... ...
Aku melajukan mobilku.
Aku menepi ketika melihat seorang wanita terbaring di sebelah telfon umum.
Aku turun dari mobil, menghampirinya.
“Young Ra~ ~~” panggilku
Aku mengangkat tubuh dinginnya.
“Yyakk, bangunlah. Aku tidak tahu dimana rumahmu” pekikku
“Ji Young~shi, ,,,” lirihnya pelan
“nde, ini aku.”
“Nan.. .. nan.. .sa...ra..” Young ra pingsan
“Young ra!!!!” panggilku
Aku menancap gasku. Meluncur menuju rumah sakit.
.. ..
“gwencana. Dia hanya hipotermia.” Terang dokter
“fiuhh, syukurlah. Ghamsahamnida” Aku langsung masuk ke ruang perawatan Young Ra.
Dia masih tertidur.
Aku duduk disebelah ranjangnya.
Memandang wajah polosnya ketika tertidur.
Sesaat kemudian ia membuka matanya.
“kau membuatku hampir mati kedinginan” lirihnya pelan
Aku mengambil tangannya.
Menggenggamnya dengan kedua tanganku.
Meniupnya pelan.
Ia tersenyum.
“sudah hangat?”tanyaku
Dia menggeleng.
“masih belum”
Aku menarik tangan Young Ra. Hingga ia terbangun.
Dan langsung memeluknya.
“sudah hangat?” tanyaku lagi
Ia membalas pelukanku “nde, gomawo”.
.... ...
Drettt~
“ne, aku baik2 saja. Aku akan pulang, nde” Aku menutup telfon dari Seungri. Dia pasti khawatir padaku.
“pulanglah,”pintanya
Aku bangkit.
“ada yang ingin aku tanyakan padamu,?”
“apa?”
“apa kau... apa kau menyukai Taeyang?” tanyaku
Ia tersenyum.
“anniya, aku hanya menyukaimu. Sama seperti 4 tahun yang lalu.” Serunya
Aku kembali menghambur memeluknya.
“saranghae, Youngra. Saranghae~~ ~” ucapku
“nado, Oppa”
 
.. .. – END –
 
Terima kasih sudah mau membaca :D