-
Sweet Criminal -
PPart 1
Main cast :
-
Ji Young a.ka GD
-
Daesung a.ka D-Lite
-
Lee Hyori a.ka Hyori
Other cast :
-
Member Bigbang a.ka mafia
(XD)
Genre : Action, romantis
Lengh : FF
#Author
Seperti dasarnya, cerita ini bertemakan action. Tapi
tenang~~ ~ biarpun action namun tetap terdapat sisi cerita yang romantis. Jika
dicerita sebelumnya GD berperan sebagai tokoh protagonis, dicerita kali ini dia
akan menjadi satu karakter yang berbeda (XD ashekkkk). Biar lebih seru cinta
segitiga pun akan terjadi antara GD, Daesung, dan Lee hyori.
Well~~ ~
Semoga ceritanya menarik :D dan kalian suka.
Semoga ceritanya menarik :D dan kalian suka.
#Author pov End
/// /// ///
“ngengggggg~~ ~ awas-awas mobilku mau lewat!!” pekik seorang
namja kecil sembari memainkan mobil mainannya. GD.
“ommo~~ jangan kesini. Ini tamanku eoh?” omel teman mainnya, seorang yeoja kecil berambut merah itu. Lee Hyori.
“ommo~~ jangan kesini. Ini tamanku eoh?” omel teman mainnya, seorang yeoja kecil berambut merah itu. Lee Hyori.
“Yyakk, Daesung!! Kajja, kita maen bersama.” Ajak GD dengan
suara polosnya
Anak lain yang bernama Daesung hanya mengggeleng.
“waeyo? Kami tidak menggigit, kemarilah” Hyori bangkit dan
menarik tangan Daesung mengajak bermain bersama.
“dimana Appa,” tanya Daesung
“bersama ayahku” sahut GD
“mereka sedang apa?” tanya Daesung lagi
“molla, kita takkan pernah tahu yang dilakukan orang dewasa” seru Hyori
“bersama ayahku” sahut GD
“mereka sedang apa?” tanya Daesung lagi
“molla, kita takkan pernah tahu yang dilakukan orang dewasa” seru Hyori
Dari sebuah ruangan tiba-tiba terdengar suara tembakan. DORR
DORR DORR.
“Kyaa!!” pekik Hyori
“Appa!!” Daesung berlari mencari arah suara. GD mengikutinya
dari belakang.
Daesung membuka pintu yang masih tertutup.
“APPA!!!!!” pekik Daesung yang langsung berlari memeluk tubuh pria setengah baya yang terbaring bersimbah darah dilantai. Dihadapannya seorang pria yang masih mengacungkan pistolnya.
“APPA!!!!!” pekik Daesung yang langsung berlari memeluk tubuh pria setengah baya yang terbaring bersimbah darah dilantai. Dihadapannya seorang pria yang masih mengacungkan pistolnya.
“kau apakan, Ayahku?!!” teriak Daesung lagi kepada laki-laki
itu
Laki-laki itu mendesah berat,” temui aku, dan bunuhlah aku
ketika kelak kau dewasa.” Seru laki-laki itu dan pergi begitu saja
“Daesung~~ ~” lirih pelan Ayah Daesung
“ne, Appa. Bertahanlah hikks hikks hikks”
“Andwae, anak Appa harus kuat. Harus, nde? Appa sayang kamu” Dan ia pun menutup matanya untuk selama-lamanya.
“ne, Appa. Bertahanlah hikks hikks hikks”
“Andwae, anak Appa harus kuat. Harus, nde? Appa sayang kamu” Dan ia pun menutup matanya untuk selama-lamanya.
/// ////
“Appa!!!!!!” pekik Daesung yang terbangun dan langsung terduduk. Mimpi, ia baru saja bermimpi. Kejadian 20tahun yang lalu.
“Appa!!!!!!” pekik Daesung yang terbangun dan langsung terduduk. Mimpi, ia baru saja bermimpi. Kejadian 20tahun yang lalu.
TOK TOK TOK
“Oppa~ gwencanayo” seru seseorang diluar ruangan
“Oppa~ gwencanayo” seru seseorang diluar ruangan
“Nde, gwencana” sahut Daesung
“boleh aku masuk?”
“nde, masuklah”
CEKLEKKK__
“Oppa~ ~~” seorang yeoja masuk. Hyori.
“kapan kau datang?”
“baru saja, kau tidak apa-apa eoh? Panasmu sudah turun?” Hyori menempelkan punggung tangannya kekening Daesung.
“em, sudah. Kau boleh keluar rumah sekarang” serunya lagi. Hyori seorang dokter.
“gomawo” jawab pelan Daesung
“hehe, sudah tugasku. Oh ya, GD Oppa akan pulang hari ini. Mungkin kau ingin menjemputnya?”
“dimana?”
“tentu saja dibandara, dia baru pulang world tour. Dia bilang pesawatnya tiba 1 jam lagi. Kau masih ada waktu menjemputnya.” Tambah Hyori
“baiklah, aku akan menjemputnya” sahut Daesung
“kapan kau datang?”
“baru saja, kau tidak apa-apa eoh? Panasmu sudah turun?” Hyori menempelkan punggung tangannya kekening Daesung.
“em, sudah. Kau boleh keluar rumah sekarang” serunya lagi. Hyori seorang dokter.
“gomawo” jawab pelan Daesung
“hehe, sudah tugasku. Oh ya, GD Oppa akan pulang hari ini. Mungkin kau ingin menjemputnya?”
“dimana?”
“tentu saja dibandara, dia baru pulang world tour. Dia bilang pesawatnya tiba 1 jam lagi. Kau masih ada waktu menjemputnya.” Tambah Hyori
“baiklah, aku akan menjemputnya” sahut Daesung
/// /// //
#Hyori Pov
Aku mengetuk pintu kamar Daesung Oppa. Dia baru saja berteriak, apa dia sakit lagi.
Aku mengetuk pintu kamar Daesung Oppa. Dia baru saja berteriak, apa dia sakit lagi.
Luka lebam diwajahnya benar-benar membuatku khawatir.
“fiuhh, demamnya sudah turun” batinku saat menempelkan tanganku kekeningnya
“fiuhh, demamnya sudah turun” batinku saat menempelkan tanganku kekeningnya
“yyakk, kau mau pergi kepemakaman eoh? Kenapa hitam-hitam
seperti itu,” gerutuku. Namja satu ini memang cuek dengan pakaiannya.
Ia menoleh dengan wajah datar,”masalah buat loe~” dan pergi
begitu saja
“aishhhh~ benar-benar” gerutuku lagi
“aishhhh~ benar-benar” gerutuku lagi
#Hyori pov End
#D-Lite Pov
Aku berjalan santai diantara hiruk pikuk orang lain.
“D-lite!!!” panggil seseorang padaku
Aku berjalan santai diantara hiruk pikuk orang lain.
“D-lite!!!” panggil seseorang padaku
Aku menoleh.
“itu dia,” gumamku
“itu dia,” gumamku
GD memelukku erat,”aku merindukanmu” sapa GD ramah
“kajja, kita harus cepat. Disini banyak sasaengfans” GD menarik tanganku menjauh dari beberapa yeoja yang mulai mengejar kami.
“kajja, kita harus cepat. Disini banyak sasaengfans” GD menarik tanganku menjauh dari beberapa yeoja yang mulai mengejar kami.
... ...
“D-Lite, kudengar kau sakit?” tanya GD didalam mobil
Aku mengangguk. Aku memang tak banyak bicara.
“sudah baikkan,” tanyanya lagi
Dan aku mengangguk lagi.
“hehe, kau ini. Yyak, kita minum sebentar, ne? Eropa benar2 dingin eoh dan wine disan tidak enak.”pintanya
“apa kita mau ketempat biasa,”tawarku
“anni, kita pergi ke sungai Han saja. Aku ingin rileks disana”
“baiklah,” aku menancap gasku, meluncur menuju tempat yang kami inginkan.
SKIRTTTTT~~~~ ~~ ~
Aku mengerem mendadak membuat timbulnya suara decitan keras.
“Kyaaaa!! !!!!” pekik seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapan mobilku,
Aku mengangguk. Aku memang tak banyak bicara.
“sudah baikkan,” tanyanya lagi
Dan aku mengangguk lagi.
“hehe, kau ini. Yyak, kita minum sebentar, ne? Eropa benar2 dingin eoh dan wine disan tidak enak.”pintanya
“apa kita mau ketempat biasa,”tawarku
“anni, kita pergi ke sungai Han saja. Aku ingin rileks disana”
“baiklah,” aku menancap gasku, meluncur menuju tempat yang kami inginkan.
SKIRTTTTT~~~~ ~~ ~
Aku mengerem mendadak membuat timbulnya suara decitan keras.
“Kyaaaa!! !!!!” pekik seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapan mobilku,
“Yyaa, gadis itu.” Pekik GD yang langsung turun dari mobil.
Yah, seorang yeoja tiba-tiba datang entah darimana dan
hampir kutabrak. Aku ikut turun juga.
“gwencana?” tanya GD pada yeoja itu
Yeoja itu berwajah pucat.
Pipinya basah dan matanya sembab.
“gwencana?” tanya GD pada yeoja itu
Yeoja itu berwajah pucat.
Pipinya basah dan matanya sembab.
Ia terduduk diatas aspal hitam yang keras.
“gwencana? Apa yang sakit?” tanya GD lagi
“gwencana? Apa yang sakit?” tanya GD lagi
Ia hanya diam. Yeoja itu menaikkan wajahnya. Memandangku dan
menatapku dalam kedalam mataku.
“D-Lite, kau kenal dia?” tanya GD padaku
“D-Lite, kau kenal dia?” tanya GD padaku
Aku menggeleng.
“Nona, kalau kau sakit bilang, kami akan bertanggung jawab
dan membawamu ke RS” pinta GD
Yeoja itu menunduk.
Aku berjongkok, meraih kakinya dengan tangan kananku dan
tangan kiriku mengangkat lehernya. Aku membopongnya.
“Kita bawa pulang,” seruku
“Nde? Pu..pulang?” heran GD
GD membuka pintu mobil. Aku mendudukannya di jok belakang.
“kita pulang saja, ne?” tanyaku pada GD
“baiklah, aku juga khawatir dengan gadis ini.” Seru GD sembari memandangi gadis itu dari jok depan
“Kita bawa pulang,” seruku
“Nde? Pu..pulang?” heran GD
GD membuka pintu mobil. Aku mendudukannya di jok belakang.
“kita pulang saja, ne?” tanyaku pada GD
“baiklah, aku juga khawatir dengan gadis ini.” Seru GD sembari memandangi gadis itu dari jok depan
@home
“hyori!!” pekik GD didepan pintu.
“hyori!!” pekik GD didepan pintu.
Aku mengeluarkan yeoja itu dari mobil. Dan mengbopongnya
lagi (*daecunggg so swet ya ;) )
Aku memandang wajahnya sekilas,”apa kau lapar?” tanyaku
Ia mengangguk pelan,”sama, aku juga. Wanita didalam rumah ini sudah tua jadi pendengarannya tidak terlalu bagus,” celetukku. Bayangkan saja menunggu didepan rumah sambil membawa orang seperti ini, berat tau.
“Haha, awas kau. Akan kuadukan” geli GD
Aku memandang wajahnya sekilas,”apa kau lapar?” tanyaku
Ia mengangguk pelan,”sama, aku juga. Wanita didalam rumah ini sudah tua jadi pendengarannya tidak terlalu bagus,” celetukku. Bayangkan saja menunggu didepan rumah sambil membawa orang seperti ini, berat tau.
“Haha, awas kau. Akan kuadukan” geli GD
CEKLEKKK__
Pintu terbuka.
“nenek sudah bangun,?” seruku
“haha,” tawa GD
Pintu terbuka.
“nenek sudah bangun,?” seruku
“haha,” tawa GD
Kami masuk kedalam dan membiarkan Hyori melongo didepan
pintu.
“Mwo? Nenek?” gumamnya
“Mwo? Nenek?” gumamnya
“dia siapa,” tanya Hyori
Aku meletakkannya disofa tamu.
“Oh, ceritanya panjang. Kau bisa periksa dia, tadi dia
hampir tertabrak.” Jelas GD
“jinjayo, aishh kenapa tidak kerumah sakit!” Hyori mengambil tas dokternya.
“jinjayo, aishh kenapa tidak kerumah sakit!” Hyori mengambil tas dokternya.
“disini sudah ada dokter, untuk apa pergi ke rumah sakit.” Seruku
sambil meneguk air dingin dari dalam kulkas. Disambut muka datar Hyori.
“haha, kau benar. D-Lite.” Seru GD menganggukan omonganku
“haha, kau benar. D-Lite.” Seru GD menganggukan omonganku
“tidak apa-apa, tidak ada yang terluka.” Seru Hyori sembari
mengelus rambut yeoja yang lebih muda darinya.
“Ini,” seruku menyodorkan sebuah sandwich padanya
“sandwich?” gumam Hyori
“untuknya bukan untukmu,” tambahku. Hyori mengerucutkan
bibirnya.
Yeoja itu meraih piring dan memakan piring,,, ,,, eh
sandwich maksudnya. XD
Sesaat kemudia ia melambai-lambaikan tangannya.
“Mwo?” seru kami bertiga hampir bersamaan
“Apa dia,??” pikir GD
“apa mungkin??” tambah Hyori
-
“bisu?” seruku
Yeoja itu mengangguk pelan.
“Ah, pantas saja.” Ucap GD
“Ah, pantas saja.” Ucap GD
Yeoja itu melambaikan tangannya lagi.
Hyori mencoba melambaikan tangannya juga.
Yeoja itu tersenyum.
“dia bilang dia minta maaf karena sudah membuat kalian susah,” terang Hyori
Hyori mencoba melambaikan tangannya juga.
Yeoja itu tersenyum.
“dia bilang dia minta maaf karena sudah membuat kalian susah,” terang Hyori
“Lihat, dia melakukan lagi” seru GD ketika yeoja itu
menggerakkannya lagi.
“tentu saja,” sahut Hyori
“mwoya?” tanyaku
“mwoya?” tanyaku
“dia bilang dia ingin tinggal sementara disini,” seru Hyori.
“baiklah, tentu saja boleh” sahut GD
“baiklah, tentu saja boleh” sahut GD
Hyori mengajak yeoja itu untuk membersihkan badannya.
“kira-kira siapa namanya?” tanya GD padaku
“molla~~ ~” sahutku sambil melambai-lambaikan tanganku
menirukan Hyori dan yeoja itu. LOL
#Daesung Pov end
, ,,
, SKIPP
@disebuah ruangan yang gelap dengan suasana yang menyeramkan
“Mwo!! Dia kabur!!” pekik seseorang bersuara besar. Bos TOP.
“nde, hyung. Dia bilang dia hanya ingin pergi kesupermarket, tapi dia justru naik bis dan pergi.” Terang salah seorang anak buahnya, Taeyang.
“eotteohke? Kalau dia sampai lapor polisi?” sahut satu orang lagi yang terdengar panik. Seungri.
“nde, hyung. Dia bilang dia hanya ingin pergi kesupermarket, tapi dia justru naik bis dan pergi.” Terang salah seorang anak buahnya, Taeyang.
“eotteohke? Kalau dia sampai lapor polisi?” sahut satu orang lagi yang terdengar panik. Seungri.
“jangan khawatir, aku yakin ia takkan berani melaporkan
kita. Yang jelas kita harus menangkapnya lagi, Hwahahahaa..”
“benar itu, hyung.. Hahahaa”
“Hahahaha..”
Tawa pun pecah diantara mereka bertiga.
“benar itu, hyung.. Hahahaa”
“Hahahaha..”
Tawa pun pecah diantara mereka bertiga.
.. .. ...
.. ..
#GD Pov
Yeoja itu duduk didepan tivi, ia sedang asyik menonton tivi.
Aku mengambil secarik kertas.
“//Namamu siapa?//” tulisku
Ia meminta kertasku, menulis sesuatu, dan memberikannya padaku.”//Minzy, Gong Minzy.//”
“wah, nama yang bagus” seruku
Yeoja itu duduk didepan tivi, ia sedang asyik menonton tivi.
Aku mengambil secarik kertas.
“//Namamu siapa?//” tulisku
Ia meminta kertasku, menulis sesuatu, dan memberikannya padaku.”//Minzy, Gong Minzy.//”
“wah, nama yang bagus” seruku
Kami terus membalas pesan,”ah, aku jadi seperti anak SD
lagi.” Pikirku singkat
“ng? Kertasnya penuh, akan kucarikan lagi. Cakkaman” Aku
bangkit dan mencari kertas baru.
“Yyak, D-Lite. Kau tahu tidak, dimana Hyori meletakkan kertas2.?” Tanyaku
Dia terlihat berfikir sejenak.
“Molla~~ ~” lagi-lagi ia melambaikan tangannya menirukan Hyori
Dia terlihat berfikir sejenak.
“Molla~~ ~” lagi-lagi ia melambaikan tangannya menirukan Hyori
Ah, percuma saja bertanya padanya.
#GD Pov End
. ... ....
#Minzy POV (*mimin nulisnya pake lambai2 tangan juga lho
#bo’ong bgt )
Aku melihat namja itu tadi pagi.
Seisi rumah ini memanggilnya D-Lite.
Saat dia mengangkatku dari aspal dan membawaku kerumah ini, perlakuannya benar-benar luar biasa. Dia baik sekali.
Seisi rumah ini memanggilnya D-Lite.
Saat dia mengangkatku dari aspal dan membawaku kerumah ini, perlakuannya benar-benar luar biasa. Dia baik sekali.
Aku mengikuti kemana ia pergi, halaman belakang rumah.
Aku melihat dari jendela, dia sedang bermain basket sendirian.
Pagi-pagi seperti ini memang tepatnya berolahraga.
Melihat dari bisepnya yang lumayan berisi, dia pasti sering berolahraga.
Pagi-pagi seperti ini memang tepatnya berolahraga.
Melihat dari bisepnya yang lumayan berisi, dia pasti sering berolahraga.
Aku memandanginya sampai tak sadar jika ia sudah melihat
keberadaanku.
“kemari,” serunya sambil melambaikan tangannya
“kemari,” serunya sambil melambaikan tangannya
Aku menghampirinya.
“basket,” serunya
“basket,” serunya
Aku menggeleng.
“ini mudah,” serunya yang kemudian memantulkan bola dan
memasukkan ke ring. Masuk.
Ia memberikan bolanya.
Aku coba melempar dan ... . gagal.
“Kau harus fokus,” Ia mengambil bola dan memberikanku sekali lagi
Aku coba melempar dan ... . gagal.
“Kau harus fokus,” Ia mengambil bola dan memberikanku sekali lagi
Aku ragu.
“begini caranya,” Ia membenarkan posisiku. Dia mencoba mengarahkan bola dengan lemparan yang tepat.
“begini caranya,” Ia membenarkan posisiku. Dia mencoba mengarahkan bola dengan lemparan yang tepat.
DEGG
Tiba-tiba ia merangkul dan memelukku dari belakang. Jantungku berderup kencang.
“begini, kemudian...”
aku melempar bola dan masuk
Aku tersenyum senang.
“ah, kau manis jika tersenyum” terangnya
BLUSHHH
Wajahku sekarang pasti sudah merah.
Aigoo~ ~~
DREEETTTT
Ponselnya berdering,”eobboseo,” sahutnya
“nde, aku dirumah. Arraseo, Captain. Aku akan kesana.” PIPP
Ia mematikan telfon dan pergi meninggalkanku.
#Minzy pov End
“ah, kau manis jika tersenyum” terangnya
BLUSHHH
Wajahku sekarang pasti sudah merah.
Aigoo~ ~~
DREEETTTT
Ponselnya berdering,”eobboseo,” sahutnya
“nde, aku dirumah. Arraseo, Captain. Aku akan kesana.” PIPP
Ia mematikan telfon dan pergi meninggalkanku.
#Minzy pov End
.. .. ..
#D-Lite Pov
Aku berlari menaiki sebuah tangga.
“Captain!” seruku pada atasanku. Aku seorang polisi namun sering bertugas juga sebagai detektif.
“ini, mereka berulah lagi. Geng kriminal itu.” Seru Captain.
“Captain!” seruku pada atasanku. Aku seorang polisi namun sering bertugas juga sebagai detektif.
“ini, mereka berulah lagi. Geng kriminal itu.” Seru Captain.
Aku masuk kedalam sebuah ruangan, mirip seperti apartemen.
Tubuh korban bersimbah darah. “luka tembak,” gumamku
Tubuh korban bersimbah darah. “luka tembak,” gumamku
Kemudian, mataku tertuju pada satu petunjuk lain.
Sebuah surat?? “masih tertutup,”
Aku menyobek bagian atas amplop tersebut, mengeluarkan isinya dan membacanya.
Sebuah surat?? “masih tertutup,”
Aku menyobek bagian atas amplop tersebut, mengeluarkan isinya dan membacanya.
“anaknya yang berumur 4 tahun ada bersama kami, uang 1
miliar Won atau nyawanya melayang” seruku membaca isi surat itu.
“semuanya,, siapkan penangkapan.!!” Seru Captain
“andwae!! Kita tidak bisa menangkapnya semudah itu. Aku yang
akan menangkapanya”
“mwo? Sendirian?”
“jika orang ini tertangkap secara diam-diam maka teman-temannya
pasti tidak akan berfikir kalau ia tertangkap.” Terangku
“benar juga, tapi ini terlalu beresiko. Kau baru sembuhkan?”
“aku sudah sembuh, aku akan melakukannya dengan baik. Malam
ini, aku akan menangkapnya.”
-
@disebuah klub
Dentuman musik keras menggema seisi ruangan. Sejak tadi aku
sudah memusatkan perhatian pada satu orang, Cha-Seungri. Seorang kriminalitas
kelas kakap dan juga 1 dari 3 penculik anak tadi siang.
Dia keluar dari klub.
Aku mengikutinya sampai disebuah gang sepi.
Aku mengikutinya sampai disebuah gang sepi.
Ia berhenti,”Yyakk!!!! Apa kau mengikutiku eoh” serunya.
Rupanya ia sudah tahu kalau ia kuikuti.
“Kau polisi yang kemaren malam kami keroyokkan?” serunya lagi
“kau masih ingat? Wah, senang juga rasanya jika ada penjahat mengingat korbannya. Aku tersanjung” sahutku
“kembalilah, atau kau akan merasak bogem mentah kami lagi” ancamnya
“Kau polisi yang kemaren malam kami keroyokkan?” serunya lagi
“kau masih ingat? Wah, senang juga rasanya jika ada penjahat mengingat korbannya. Aku tersanjung” sahutku
“kembalilah, atau kau akan merasak bogem mentah kami lagi” ancamnya
Aku langsung maju menghampirinya.
Semakin dekat dan... BUGGGG “arhhh~~” rintihnya saat aku meninju atas perutnya.
“lihatlah sekelilingmu, tuan Cha. Kau sendirian.”
Semakin dekat dan... BUGGGG “arhhh~~” rintihnya saat aku meninju atas perutnya.
“lihatlah sekelilingmu, tuan Cha. Kau sendirian.”
“arh~~ ~” sesaat kemudian ia pingsan.
Beberapa polisi lain datang dengan pakaian samaran mereka
dan langsung membawa Seungri ke kantor polisi.
“kerja bagus, D-Lite” seru Captain
“ghamsa, captain!’ sahutku
“ghamsa, captain!’ sahutku
.. ... ...
“Aku pulang!” seruku pada orang rumah
Aku melihat Hyori masih berada diruang kerjanya.
“kau belum tidur?” tanyaku
“ng? Belum, tugasku sebagai direktur RS tak mungkin membuatku tidur lebih awal.” Jawabnya
“jika kau terlalu lelah, kau bisa sakit.”
“arraseo, sebentar lagi. Aku janji, aku tidak akan seperti mu kemarin.” Hyori tersenyum manis padaku.
DEGG
Astaga, jantungku jantungku. Kenapa begitu keras kau berdetak, hah?
“kau belum tidur?” tanyaku
“ng? Belum, tugasku sebagai direktur RS tak mungkin membuatku tidur lebih awal.” Jawabnya
“jika kau terlalu lelah, kau bisa sakit.”
“arraseo, sebentar lagi. Aku janji, aku tidak akan seperti mu kemarin.” Hyori tersenyum manis padaku.
DEGG
Astaga, jantungku jantungku. Kenapa begitu keras kau berdetak, hah?
“baiklah, aku tidur dulu.”
“jaljayyo,” serunya
“jaljayyo,” serunya
... ..
Aku merebahkan tubuhku diranjang.
“hyori, lee hyori. Nan-saranghaeyo” lirihku pelan
“hyori, lee hyori. Nan-saranghaeyo” lirihku pelan
“aishhhh,, , kenapa aku menyukai nenek tua itu. Arghhh~~ ~”
aku menggigit bantalku kesal.
#Daesung Pov End
#GD Pov
“aku pulang, Mwo? Sudah pada tidur ya” gumamku sendiri
“eh,, “ aku berhenti saat melihat Hyori sedang sibuk
“eh,, “ aku berhenti saat melihat Hyori sedang sibuk
“aku sibuk jangan ganggu,” cetusnya
“yya, tengah malam masih bekerja. Mau jadi botak ya, pergilah tidur.” Pintaku
“anni, sebentar lagi.”
“ya sudah aku tidur dulu,” Chu~ aku mencium keningnya singkat
“yya, tengah malam masih bekerja. Mau jadi botak ya, pergilah tidur.” Pintaku
“anni, sebentar lagi.”
“ya sudah aku tidur dulu,” Chu~ aku mencium keningnya singkat
“ne, gomawo. Ji Young~shi, jaljayyo” senyumnya ramah
.DEG DEG..
Aku beranjak pergi, sebelum jantungku keluar dari tempatnya.
“Astaga, kenapa aku menciumnya? Paboya!!” omelku sendiri
Aku beranjak pergi, sebelum jantungku keluar dari tempatnya.
“Astaga, kenapa aku menciumnya? Paboya!!” omelku sendiri
Dilain tempat, Minzy melihat dengan penuh keheranan
- - T BC -