= La La La
=
Cast :
-
Ji Yong a.ka Ji Yong
-
Seungri a.ka Seungri
-
Daesung a.ka Daesung
-
TOP a.ka TOP
-
Taeyang a.ka Taeyang
-
Sandara park a.ka Dara
-
Park Bom a.ka Bom
-
CL a.ka CL
-
Minzy a.ka Minzy
-
Yang Hyun Suk
Genre : Romance, komedi
Rate : +10thn
Length : FF (PART)
Sandara Park Pov
Ehem, perkenalkan namaku
Sandara Park. Aku biasa dipanggil Dara. Aku seorang mahasiswa dari jurusan
fashion. Kali ini aku ingin menceritakan sebuah cerita menarik yang bisa
dibilang cukup konyol juga. Hehehe.
Awal cerita semua bermula
ketika aku dan keluarga memutuskan untuk pindah dari Philipina ke Korea dengan
satu alasan yang tidak masuk akal.
Dara : “Mwoya? Ayah
dimutasi gara – gara aku? Kenapa bisa?” tanyaku pada Ayah
Ayah sibuk memasukkan semua
koleksi pajangannya kedalam kardus.
Ayah : “Ada yang ingin
merekrutmu menjadi seorang direktur.” Jawabnya singkat
Aku bertanya lagi.
Dara : “Ma..maksud Ayah?”
Ayah : “Orang ini teman
lama Ayah. Dia berkeinginan suatu saat anaknya bisa meneruskan perusahaannya
tapi si-anak justru memilih menjadi seorang polisi.”
Dara : “Tapi Ayah tahukan,
aku paling tidak suka jika menjadi direktur. Aku ingin merintis usahaku dari
bawah dari nol.”
Ayah : “Ayah tahu. Tapi di
kampus mu yang sekarang ini tidak ada program beasiswa, jika kau ingin tetap
melanjutkan sekolah disini itu sama artinya dengan menjual seisi rumah. Ayah
minggu depan sudah pensiun, kau ingat kan?”
Aku menarik nafas mencoba
menekan egoku sekuat mungkin.
Ayah : “Ayah sudah lakukan
yang Ayah bisa, kau jangan sampai kecewakan Ayah ya? Dan jangan juga kau
kecewakan teman Ayah, ne?”
// /
Yah, begitulah cerita
awalnya. Sekarang aku akan ceritakan kehidupan baruku di negeri gingseng ini.
Minzy : “Dara Unnie!!”
pekik seorang gadis bertubuh mungil memanggil namaku. Dia temanku.
Dara : “Hai, Minzy. Apa
itu?” tanyaku saat melihatnya membawa kardus besar
BUGHH
Minzy menjatuhkan bawaannya
begitu saja di atas meja dihadapanku.
Aku membuka isinya.
Dara : “Whoaa~ ~~”
Minzy : “Bagaimana? Masih
baguskan?”
Dara : “Ini, ini semua kau
dapatkan darimana?”
Minzy : “Aku mengambilnya
dari loteng rumahku, hehe.”
Ada beberapa helai kain
dari dalam kardus. Aku tersenyum senang.
Dara : “Aku ada ide!”
Aku mengambil kertas putih
polos dan pensil dari dalam tasku. Aku mulai menggambar pola, aku mendesain
berdasarkan kain – kain yang dibawa Minzy.
Minzy : “Wuah, Unnie hebat.
Ini keren, ini keren.” Serunya setelah melihat hasil desainku
Dara : “Aku yakin kau akan
menang dengan itu. Lagi pula jika kau ingin menambahkan aksen lain juga bagus.
Bahan – bahan yang kau bawa warna dan kesannya juga polos. Kau tinggal mencari
model saja”
Minzy : “Jinja, aku bisa
menang dengan ini? Wuahh, gomawo bantuannya Unnie”serunya kegirangan
Dara : “Haha, kau bisa
saja. Ini tugasku sebagai seorang sunbae.” Senyumku simpul
CL : “Minzy-ya!!!” teriak
seseorang yang membuat aku dan Minzy terperanjat kaget
Minzy : “Waeyo?” sahut
Minzy
CL : “Kau sudah lihat?”
Minzy : “Lihat? Lihat apa?”
CL : “Arhh, berarti kau
belum lihat. Sekarang kau ikut aku. Kajja!” CL menarik tangan Minzy
Aku menututi mereka dari
belakang.
Beberapa mahasiswa lain
berkumpul didepan papan pengumuman. Dari ekspresi mereka yang ketakutan pasti
ada sesuatu hal terjadi.
Minzy berdiri tepat didepan
papan pengumuman.
Model peraga busana untuk
para peserta :
-
Gong Minzy -> Model : Kwon Ji Yong,
Daesung, Taeyang, dan Seungri.
Minzy : “Mwo? Jinja? Aishh,
kenapa bisa!”
. ..
Minzy melangkah gontai. Ia
benar-benar putus asa sekarang.
Aku berusaha
menyemangatinya
Dara : “Gwencana, kau pasti
bisa. Semangat, Minzy~ya!”
CL : “Ne, Dara Unnie benar.
Kau tidak boleh menyerah begitu saja.”
Minzy : “Ini mustahil..” Ia
melemparkan pantatnya kebangku taman kampus.
Aku dan CL duduk disebelah
kanan dan kirinya.
Minzy : “Mana mungkin bisa
kita membujuk anak – anak sombong itu!” seru Minzy
CL : “Kau benar, Ji Yong,
Daesung, Taeyang, dan Seungri. Mereka bukan tipikel anak – anak yang bisa
diajak bekerja sama”
Minzy : “Kenapa modelnya
mereka yang tentukan? Kenapa modelnya tidak kita sendiri yang cari.
Menyebalkan!” gerutunya
DREETTTT
Ponselku bergetar. Rumah
sakit? Astaga!! Jangan – jangan Ayah.. aku mengangkat telfonku segera.
Dara : “Ne, Hallo. Dimana dia sekarang? Oh, arraseo.” PIPP
Dara : “Aku pergi dulu.
Ayah angkatku masuk RS. Bye” aku melambai ke Minzy dan CL.
Aku berlari kecil. Sambil menekan
beberapa tut di ponselku.
Dara : “Eobboseo? Oppa? Kau
dimana? Ayah masuk RS. Ne, aku sekarang akan kesana. Ne, bye~” Pipp
Aku memasukkan ponselku
kedalam tas tanpa memerhatikan arah berjalanku.
BUGHH
Dara : “Aww,” seruku pelan
saat tubuhku menabrak tubuh orang lain
Aku menaikkan pandanganku.
Dan mendapati seorang namja
yang menabrakku. Ji Yong.
Ji Yong : “Yya, kau tidak
punya mata eoh?”
Dara : “mian” aku berlalu
begitu saja meninggalkannya
Ji Yong : “Yya, cuman
begitu saja. Yya! Kau harus minta maaf dengan tulus eoh? Yyak! Yyak! Yeoja
jelekkk!!” pekikku
Aku menghentikan langkahku
saat mendengar kata – kata terakhir yang ia ucapkan.
Aku berbalik dan berjalan
kearahnya.
Ji Yong : “Nah, begitu
seharusnya. Cepat kau minta maaf padaku.” Ketusnya
Aku memandang wajahnya
dengan tatapan kesal.
PLETAKKK
Ji Yong : “Arghh, appo!!”
pekiknya
Dara : “Jangan sekali –
kali mengatakan orang jelek. Lihat saja mukamu seperti apa.” Omelku setelah
mendaratkan jitakan di kepalanya dan berlalu meninggalkannya
Daesung : “Hyung~ Kau tidak
apa – apa?” seru temannya yang datang menghampirinya
Taeyang : “Dipermalukan
oleh wanita, ck ck ck”
Ji Yong : “Yya!”
Seungri : “Wah, baru kali
ini kau di jitak oleh yeoja. Biasanya yeoja yang bertekuk lutut padamu.”
Ji Yong : “Mwo!!” Jiyong mengeritkan
keningnya
Seungri, Daesung, Taeyang :
“Dia anak jenius.” Seru mereka bersamaan
Ji Yong : “Mwo?” semakin
bingung
Seungri : “Hyung, kau ini
kudet kudet kudet kudet. Dia itu salah satu mahasiswi berprestasi, hyung~. Dia
anak angkat dari ketua Yayasan, hyung~” terangnya
Daesung : “Sebentar lagi
dia lulus dan dari berita yang kudengar dia mendapat IPK sempurna, hyung~”
Taeyang : “Dia juga
termasuk dalam salah satu yeoja tercantik di kampus ini.”
Ji Yong : “Wah, kalian tahu
banyak eoh.”
Daesung : “Haha, siapa dulu
hyung~”
Seungri : “Hyung saja yang
terlalu kudet. Huh!”
Ji Yong : “Aish, panda
ini.”
// //
@RS
Aku berdiri didepan sebuah
ruangan. Mataku tak berkutik dari pintu putih besar yang berdiri kokoh
didepanku.
CEKLEKK
Daun pintu terbuka. Seorang wanita berbaju putih, khas RS.
Daun pintu terbuka. Seorang wanita berbaju putih, khas RS.
Suster : “Nona, silahkan
masuk.”
Aku tersenyum dan masuk
kedalam.
Diatas ranjang aku melihat
seorang lelaki tua terbaring, Yang Hyun Suk. Dia Ayah angkatku.
Dara : “Ayah,” seruku pelan
Mata tebal itu terbuka
dengan perlahan. Kantung mata yang menggumpal dibawah matanya terkadang
mengingatkanku kepada Ayah kandungku. Mereka sahabat dekat. Ketika Ayah Hyun
Suk meniti karirnya, Ayah yang selalu mendukungnya. Kini sebagai bentuk balas
budinya, dia membantu keluarga kami. Menyekolahkanku, menjagaku, mengangkatku
sebagai anak, dan masih banyak yang ia lakukan.
Hyun Suk : “Dara,
kemarilah” serunya dengan suara serak
Aku mendekat kearahnya.
CEKLEKK
Seorang namja bertubuh
tinggi masuk. Dia TOP. Anak dari pria tua ini. Umur kami tak terpaut jauh, dia
lebih tua beberapa tahun dariku. Aku memanggilnya Oppa.
TOP : “Appa, gwencanayo?”
serunya pelan sembari menggenggam erat
tangan Ayah Hyun Suk.
Hyun Suk : “Langsung saja
kalau begitu. Aku ingin menjodohkan kalian berdua.” To The Point
TOP dan Dara : “Mwo?” seru
kami bersamaan
Aku mengerutkan keningku.
TOP : “A.ayah, maksud
Ayah?”
Hyun Suk : “Aku bisa
melihatmu memandang Dara selama ini. Aku ini Ayahmu jadi aku tahu apa yang
harus kulakukan.”
TOP : “Ayah, selama ini aku
menganggap Dara sebagai adik. Hanya adik”
Aku membuka mulutku.
Dara : “Top Oppa sudah
kuanggap seperti kakak kandungku sendiri.” Seruku
Hyun Suk : “Anni, pokoknya
kalian harus menikah. Secepatnya segera adakan pertunangan.” Potongnya
Aku memandang Top Oppa.
Terlihat ia menghela nafasnya dengan berat. Meyakinkan ayahnya bukanlah hal
mudah.
// //
Aku dan TOP Oppa keluar RS.
Dara : “Bagaimana, Oppa?”
TOP : “Sudahlah, kita
lupakan saja. Ayah sebentar lagi juga lupa.”
Dara : “Jinjayo?”
TOP : “Ne, tenang saja. Kau
mau pulang?”
Dara : “Ne,”
TOP : “Kajja, aku ambil
mobilku dulu.”
Dara : “Ne,”
Aku menunggu TOP Oppa di
lobi.
Ji Yong : “Yya, gadis
jelek!!”
Aku langsung menoleh dengan
cepat mencari asal suara yang membuat telingaku terasa terbakar.
Dara : “Kau!” pekikku
Ji Yong : “Ommo, kau
mengikutiku ya?” tudingnya
Dara : “Mwoya? Kau bilang
apa eoh?”
Ji Yong : “Sedang apa kau
disini? Apa kau sakit?” Ia menempelkan punggung tangannya ke keningku
Dara : “A..A..Apa yang kau
lakukan?” melepas tangannya dengan kasar
Ji Yong : “Kau sakit eoh?”
Dara : “A.aku baik – baik
saja.”
Ji Yong : “Kau...” Ia
menyilangkan jari telunjuknya kewajahnya
Dara : “Aishh, , Yya!! Kau
ini!!” pekikku kesal
Ia melenggang pergi dengan
tangan santai.
TOP : “Waeyo?” serunya yang
tiba – tiba datang dari belakangku
Dara : “Ah, anniyo. Tidak
apa – apa, Oppa. Kajja, kita pulang”
TOP dan Aku pun pergi.
Sandara Park POV END
TOP Pov
Kami sampai dirumah. Selama
ini Dara tinggal dirumah yang sama denganku. Semenjak Ayah mengangkatnya
sebagai anaknya. Aku menyanyanginya seperti aku menyanyangi diriku sendiri.
TOP : “Dara~shi,” panggilku
Dara : “Ne, Oppa.”
TOP : “Apa yang tadi itu
pacarmu?”
Dara : “Yang mana?”
Aku menempelkan tanganku
kekeningku menirukan apa yang dilakukan Ji Yong.
Dara : “Ah, namja itu. Dia
itu bukan siapa – siapa.”
TOP : “Tapi sepertinya
kalian dekat.”
Dara : “Ah, tidak ada Oppa.
Kami berteman saja tidak.”
TOP : “Benarkah? Syukurlah.
Aku rasa dia bukan anak yang baik.”
Dara tersenyum simpul dan
masuk kekamarnya.
// //
Aku menghempaskan tubuhku
ke ranjang.
Jika melihat namja yang di
RS tadi. Apa benar dia bukan siapa – siapanya? Mereka begitu dekat.
Apa benar apa yang
dikatakan Ayah? Perasaanku terhadap Dara selama ini. Bukan cuman perasaan
antara kakak dan adik? Ada perasaan lebih?
TOP : “Ini membingungkan!!!
Arhhh~~ ~” aku menutup wajahku dengan bantal
// // //
Dara : “Oppa!!” Panggilnya
dari arah dapur
Aku menghampirinya.
Aku melihatnya tengah sibuk
menata piring di meja makan menyiapkan sarapan.
Dara : “Ini, makanan
kesukaanmu” serunya dengan senyuman khasnya sambil meletakkan piring terakhir
diatas meja.
Aku memakan masakannya.
TOP : “Eum, masitta.”
Seruku
Dara : “Hehe, siapa dulu. Oppa,
aku ganti baju dulu ya”
TOP : “Kau ingin berangkat
bersama?”
Dara : “Ne, tentu saja. Aku
tidak mau menunggu lama di halte. Kalau bersama orang yang menguasai jalan.
Semua waktu akan teratasi. Hehe”
TOP : “Kau bisa saja”
Dara terkekeh dan langsung
berlari kekamarnya.
/ // // /
Dara : “Bye, Oppa” serunya
sambil berlalu masuk ke kampusnya
TOP : “Ne,” aku tersenyum
manis
Ji Yong : “Ehemm, permisi
Ahjushi”
Aku menoleh.
Namja yang kemarin di RS.
TOP : “Ne, harrabeoji ada
apa?” balasku
Namja itu langsung memasang
wajah masam.
Ji Yong : “Kau, kenal dengan Dara?” tanyanya sambil menunjuk arah Dara
pergi.
Aku mengangguk.
Ji Yong : “Kau siapanya?
Kakaknya?”
Aku berfikir sejenak. Dara
bilang anak ini adalah temannya. Tapi, kenapa ia tidak mengenalku?
TOP : “Aku tunangannya” seruku
singkat
Ji Yong : “Benarkah?”
Aku mengangguk lagi.
Ji Yong : “It’s Ok. Kalian
baru bertunangan, belum menikah. Aku masih punya kesempatan.” Ucapnya pelan
TOP : “Mwo?”
Ji Yong : “Ah, anniya, ya
sudah. Pergi sana. Aku mau masuk, bye – bye.” Berlalu begitu saja
TOP : “Heh, dasar tidak
tahu sopan santun” gumamku
.. ...
TOP POV END
Ji Yong POV
Aku berjalan cepat. Mukaku
sedikit kutekuk.
Daesung : “Hyung~”
Aku berhenti.
Daesung datang dari
belakang. Menepuk bahuku.
Ji Yong : “Mana yang lain?
Ada yang ingin ku bicarakan” seruku sambil berjalan lagi.
Daesung : “Mereka sibuk.
Taeyang sedang ada kelas vocal. Seungri sedang merayu mahasiswi junior.”
SET
Aku berhenti lagi.
Aku memandang Daesung.
Ji Yong : “Aku tidak yakin
dengan ini. Tapi, bisa kau carikan aku bahan yang kau ceritakan lusa?”
Daesung : “Bahan? Ah!!
Bahan yang kutemukan di pasar malam itu?”
Aku mengangguk.
Ji Yong : “Bawakan padaku
hari ini, Ok?”
Daesung : “Mwo? H..hari
ini? Memangnya kau ingin membuat apa?”
Ji Yong : “Aku tidak tahu.
Sedang kupikirkan.”
Daesung : “Kenapa tiba –
tiba? Apa ini tugas?”
Aku mencengkram bahu
Daesung dengan kencang.
Ji Yong : “It’s for my spesialy.”
Daesung mengangguk
mengerti. Ia memasang sikap siap.
Daesung : “Akan
kulaksanakan komandan” SET. Ia balik belakang dan pergi.
Ji Yong : “Bersamangatlah,
Daesungie!!” lirihku
. .. .
Minzy : “Ehem. . ehem”
Seseorang berdehem
dibelakangku.
Aku berbalik. Ah! Bingo.
Cupidku yang lain datang.
Minzy : “Kau, Kwon Ji Yong
kan?” serunya
Ji Yong : “Ne, waeyo?”
Minzy : “Aku Gong Minzy.
Peserta lomba desain kostum musim gugur. Aku mendapat info dari dosen bahwa kau
menjadi modelku.”
Ji Yong : “Aku? Kau salah
orang. Aku ini desainer. Bukan model.”
Minzy : “Tapi, dipeng....”
Ji Yong : “Aku tidak mau!”
seruku memotong ucapannya
Minzy : “Ommo, jebal eoh.
Jangan begitu. Ini tugas akhirku, kumohon. Akan ku lakukan apa saja untukmu.”
Clingg~~ ~
Ji Yong : “Apa saja!”
Minzy mengangguk cepat.
Aku tersenyum evil. Ide
jahat menyeruak dikepalaku.
Ji Yong : “Ok, aku mau”
Minzy : “Gomawo, Oppa”
senyumnya senang
Minzy : “Jadi, kapan kita
bisa mulai?”
Ji Yong : “Sekarang bisa”
Minzy : “Sekarang?”
Ji Yong : “Waeyo? Kau tidak
mau?”
Minzy : “A.a..anni. aku
mau” ia mengeluarkan bukunya
Ji Yong : “Bagus, kalau
begitu. Yang pertama kau siapkan adalah ...”
Minzy : “Adalah ..” tirunya
Ji Yong : “Sandara Park”
Minzy : “Sandara
Park....Mwo?”
Ji Yong : “Ada apa lagi?
Cukup tulis saja. Yang kedua adalah ...”
Minzy menulis.
Ji Yong : “Yang kedua
adalah ..sebuah kalung berliontinkan bunga matahari”
Minzy : “Ommo! Bagaimana
aku bisa mendapatkannya.?”
Ji Yong : “Itu urusanmu”
Minzy : “Uh! Baik. Lalu apa
lagi?”
Ji Yong : “Selanjutnya?
Siapkan, 25 tangkai bunga matahari, dengan 8 pita yang mengikatnya.”
Minzy menelan salivanya.
Ji Yong : “Sudah, itu saja”
Minzy : “Apa? Lalu
bagaimana dengan bahannya?”
Ji Yong : “Oh, kalau itu
aku punya.”
Minzy : “Benarkah? Lalu
desainnya?”
Ji Yong : “Kau punya
tidak?”
Minzy : “Ng? Aku punya,
tunggu sebentar ... ... ini!” mengeluarkan sebuah kertas
Aku takjub dengan hasil
desainnya. Sederhana tapi terlihat mewah dan glamour.
Ji Yong : “Kau yang buat?”
Minzy : “Se..sebenarnya
itu. Eon Dara yang buat.”
Aku mendengus. Anak ini
ingin lulus tapi tidak ada usaha sama sekali.
Daesung : “Hyung~” Daesung
membawa kardus besar. Tingginya kardus yang ia bawa membuatnya tidak bisa
berjalan dengan baik. Kardus yang ia bawa miring kesana kemari.
Minzy : “Yya!! Hati – hati
eoh!” teriak Minzy mengingatkan
Daesung : “Mwo?” daesung
menoleh dan melupakan konsentrasinya
GUBRAGGHH
Minzy : “Awww~~ ~” pekik
Minzy saat kardus berisi kain tumpah ketubuhnya dan menutupi tubuh kecilnya.
Daesung : “Omo.. omo..
mianhe” seru Daesung panik sembari membereskan kain dan memasukkannya kembali
kedalam kardus
Daesung : “Kya!!” pekik
Daesung
Minzy : “Waeyo?” tanyanya
heran
Daesung : “Ke..kepalamu.
Kau terluka eoh.” Sembari menunjuk keningnya sendiri
Minzy menyentuh keningnya.
Minzy : “Aw, sakit”
ringisnya
Daesung : “Pergi ke UKS.”
Minzy menggeleng. Ia
bangkit dan meraih tasnya.
Minzy : “Sudah tidak ada
lagikan? Kalau tidak aku ingin mencari bahan – bahanmu tadi.” Serunya bicara
denganku
Ji Yong : “Ne, pergilah.
Besok siang temui aku di depan gerbang kampus. Oke”
Minzy : “Oke” berlalu pergi
Daesung memperhatikan
kemana perginya Minzy. Aku menepuk bahunya pelan. Ia menoleh dengan sedikit
kaget.
Ji Yong : “Namanya Minzy.
Dia masih muda. 2 tingkatan dibawah kita tapi dia sudah tugas akhir.” Terangku
Daesung : “Apa peduliku.
Siapa dia aku tidak mau tahu.” Serunya cuek
Ji Yong : “Jinja” aku
menyipitkan mataku
Daesung : “Yya! Hyung~
berhenti menggodaku.” Gerutu Daesung
Ji Yong : “Ahhaha, kau
seperti badut jika menggerutu. Bwahaha,”
Daesung : “Mwo? Seperti
apa? Aish, kau tidak lihat. Aku ini mirip dengan Leonardo Di Caprio, super
tampan” serunya
Ji Yong : “Whahaha..
Leonardo Di Caprio setelah direndam dengan minyak tanah. Melar. Ahahaha.”
Daesung : “Haha.. mwoya?
Segendut itu kah aku. Ini hanya wajahku saja yang terlalu cubby. Hahaha, zaman
sekarang minyak tanah mahal Hyung”
Kami tertawa bersama.
Ji Yong Pov END
Minzy Pov
Tok Tok Tok
Aku mengetuk sebuah pintu
kayu besar dihadapanku. Hari ini aku benar – benar lelah. Aku sudah memesan 25
tangkai bunga matahari 8 helai pita dan sebuah kalung berliotinkan bunga
matahari. Huh! Dia namja tapi kenapa suka bunga? Aneh.
CLEKKK
Seorang pria bertubuh tinggi
dan tegap membukakan pintu. Top Oppa. Kakak angkat Dara. Yah, betul. Aku
sekarang berada di rumah Dara. Aku harus membicarakan satu syarat yang di minta
manusia ‘naga’ itu.
Minzy : “Annyeong haseo,
Oppa. Apakah Dara unnie ada?” seruku sambil mendongak. Pria ini benar – benar
tinggi.
TOP : “Ada, dia sedang ada
di kamar. Masuklah, nanti biar aku panggilkan.” Ia melebarkan pintu dan
mempersilahkanku masuk
Aku berjalan memasuki rumah
bergaya Eropa itu. Dan terlihat beberapa sentuhan kecil dari gaya Philipina,
Dara.
Aku melihat Top Oppa
berjalan menaiki tangga dengan berlari kecil.
Minzy : “Wuah!! Pemandangan
seperti ini benar – benar langka. Ckckck.” gumamku pelan sambil terus melihat
punggung kekar Top Oppa.
Dara muncul dengan cepat.
Dara : “Minzy-ya!”
panggilnya sembari turun dari tangga.
Di belakangnya Top Oppa
mengekor.
Dara berlari menuruni
tangga dan .. ..
Dara : “Kya!” pekiknya saat
ia tersandung kakinya sendiri dan hampir membuatnya jatuh
TOP : “Yya!! Gwencanayo?”
seru TOP yang langsung menahan tubuh Dara dengan tangan kekarnya
Mereka tertahan beberapa
menit.
Aku mengerjap – ngerjap
mataku beberapa kali.
Minzy : “Apa – apaan ini?”
gumamku sedikit heran bercampur kesal
Dara melepas tangan TOP dan
mengangguk.
Dara : “Gwencana” kemudian
turun dengan perlahan
Dara menghampiriku.
Dara : “Minzy-ya, ayo ke
halaman depan. Disana ada yang ingin kutunjukkan. Kajja!” Dara menarik lenganku.
Aku menoleh ke arah Top
Oppa, pandangan itu. Pandangannya kepada seorang adik atau kepada seorang yang
dicintai?
Aku dan Dara sampai di
halaman rumah. Ini seperti taman.
Minzy : “Taman?”
Dara mengangguk. Ia
berjalan dengan senyum mengembang. Ia senang sekali hari ini.
Aku memutar kepalaku.
Melihat keliling taman mungilnya.
Minzy : “B..bunga
matahari?”
Dara : “Nde, bunga
kesukaanku. Hwa, tiap kali aku ada disini. Aku seperti mendapat jutaan sinar
positif dari mereka semua. Aku seperti kemasukan energi, aku seperti hidup
kembali.” Ia berseru panjang.
Minzy membuka mulut tak
mengerti.
Minzy : “Aaa..maksudmu?”
Dara menoleh kearahku.
Dara : “Aku sedang jatuh
cinta, Minzy-ya.”
Minzy : “Ng?”
Dara merentangkan kedua
tangannya. Matanya terpejam. Ia tersenyum dengan penuh arti.
Wushh~~ ~
Tiba – tiba angin senja
tertiup pelan. Helai rambut Dara ikut bermain dengan kelopak – kelopak bunga
matahari yang berayun – ayun.
Aku melebarkan mata.
Pemandangan ini? Ini?
Seperti? Dia seperti Dewi. Dewi musim gugur.
Apa ide seperti ini yang
ingin dibuat oleh Ji Yong Oppa? Menggunakan bunga matahari sebagai simbol musim
gugur. Dan menggunakan Dara sebagai Dewi musim gugur.
Minzy : “Apa? Tunggu dulu.
Kenapa yang dia pilih itu Dara Unnie?” aku menggaruk pelan rambutku yang tak
gatal
Dara : “Yya! Minzy-ya! Kau
melamun eoh?” seru Dara
Minzy : “Hehe, annio.
Eonnie, ada yang ingin ku katakan padamu.”
.. Dan aku menceritakan
semua yang Ji Yong oppa katakan padaku.
Dara : “Apa? Aku, memangnya
apa yang ingin dia lakukan padaku?” kagetnya
Aku menggeleng pelan.
Minzy : “Jebal, unnie. Aku
mohon jangan di tolak ya. Aku mohon.” Rengekku
Dara mendengus pelan.
Dara : “Arra,”
Aku mengangkat kedua
tanganku.
Minzy : “Yeyy,”
.. .. ..
Pagi harinya aku mengajak
Dara bersamaku.
Aku dan Dara sampai di
depan gerbang kampus. Disana sudah ada, Ji Yong, Taeyang, Seungri, dan Daesung.
Minzy : “Annyeong” sapa ku
Daesung : “Yya! Bagaimana
dengan keningmu. Apa sudah sembuh” serunya sambil memerhatikan plester di
keningku
Minzy : “Gwencana, hanya
lecet. Hari ini kita mau kemana?”
Ji Yong menatapa Dara yang
sedari tadi acuh.
Ji Yong : “Pantai”
Taeyang, Seungri : “Yeyy,
ini akan jadi menyenangkan.” Seru mereka berdua yang langsung menaiki mini bus
berwarna kuning itu.
Ji Yong : “Yya!! Ladies
first.” Pekik Ji Yong yang membuat Taeyang dan Seungri turun kembali dari
mobil.
Aku masuk pertama kali.
Disusul dengan Dara. Dan ...
CL : “Yya!! Tunggu aku”
Minzy : “Unnie, kau mau
ikut?”
CL : “Ne, tentu saja. Aku
tidak akan membiarkan saeng – saeng ku terluka.”
CL mengambil posisi
ditengah kami berdua.
CL : “Jika kalian berani
mendekati mereka berdua,” CL mengepalkan tangannya. Sekedar info, CL dikenal
sebagai Queen Judo di kampus.
Taeyang mengangguk.
Seungri : “Ish, galak
sekali.”
Daesung mengencerkan
suasana.
Daesung : “Ahaha, semakin
banyak orang semakin baik. Ya kan, hyung~? Silahkan masuk semua. Haha, aku yang
akan menyetir.”
Taeyang duduk disamping
Daesung. Aku dan CL duduk di kursi tepat dibelakang mereka. Dara dan Ji Yong
duduk berdua dibelakang ku. Sementara Seungri karena dia paling muda jadi dia
duduk di kursi paling belakang.
Sepanjang perjalanan,
Daesung dan Taeyang bernyanyi.
Daesung : “Yya!! Minzy-ya”
seru Daesung memanggil namaku. Ia melihatku dari kaca yang ada diatasnya
Minzy : “Waeyo?” tanyaku
Daesung : “Ng? Tidak apa.
Tidak jadi.”
Ji Yong : “Yya! Fokus saja
menyetir. Apa kau tidak bisa menahannya?” seru Ji Yong
Daesung membenarkan posisi
duduknya. Ia menyetir dengan fokus menatap kedepan.
Taeyang : “Waeyo? Ada apa
dengan Daesungie? Coba kulihat...” Taeyang mengendus baju Daesung.
Taeyang : “Dia memakai
parfum. Ini sangat jarang terjadi.” Tambah Taeyang
Seungri : “Daesung Hyung~ Kau
merapikan rambutmu eoh? Wae? Kau bilang kau hanya akan memotong rambut jika kau
sedang mendekati seorang yeoja.” Bongkar Seungri
CL Unnie membuka mulut.
CL : “Apa yang kalian
bicarakan?”
Seungri : “Aishh, nenek
sihir seperti mu mana mungkin mengerti.”
CL : “Mwo? Kau bilang aku
apa? Nenek sihir? Yya! Panda. Setelah mobil kuning ini berhenti aku akan
menghajarmu.”
Seungri : “ Aku tidak
takut, wekkk” ejek Seungri yang membuat CL unnie semakin kesal.
Aku tak mendengarkan omelan
dan celotehan CL unnie dan Seungri. Aku sibuk menaikkan pandanganku kepada
namja yang sedang menyetir ini. Dia keren sekarang. Hehe.
DRETTT. Ponsel Dara
bergetar.
Dara mengangkat telfonnya.
Dara : “Ne, ah andwae. Aku
sedang bersama Minzy dan CL. Dan teman – temanku yang lain. Waeyo? Ah, arraseo.
Ne, bye.” Dara menutup telfon
Minzy : “Nuguya?” tanyaku
Dara : “TOP Oppa,”
Ji Yong : “Tunanganmu itu?”
Dara : “Nde?”
Ji Yong : “Ahjushi berbadan
tinggi dan bermuka dingin itu. Aku bertemu dengannya di RS, saat kutanya dia
bilang dia tunanganmu.”
Aku mengeritkan kening. CL
langsung tertawwa keras.
CL : “Hahaha. Dasar namja
sok tahu.”
Aku terkekeh.
Minzy : “Dia itu kakak
angkat Dara.”
Ji Yong melongo tak
percaya.
Ji Yong : “Jadi Ahjushi itu
membohongiku?” dengan nada kesal
Dara : “Top Oppa memang
seperti itu.”
Minzy : “Tapi, jika
seandainya kalian bukan saudara. Kalian benar – benar serasi, aku bisa
melihatnya saat kau hampir jatuh dari tangga kemarin sore.”
CL : “Aishh, anak kecil.
Kalau masalah keserasian aku juga bisa melakukannya. CL dan TOP, the best
couple in the world”
Taeyang, Seungri, dan
Daesung membuka jendela dan mengeluarkan kepala mereka. Mereka muntah setelah
mendengar perkataan dari CL Unnie.
Taeyang : “Kepalaku ikut
berkunang – kunang, huwekkk”
Seungri : “Huwekk.. Ada
yang punya obat anti serangga, tolong semprotkan pada nenek sihir itu.”
Daesung : “Huwekk..
bagaimana aku bisa fokus menyetir jika terus seperti ini. Berhenti mengatakan
kata – kata aneh, Ny. CL!!”
-
TBC -
Part 2
= La La La
=
Cast :
-
Ji Yong a.ka Ji Yong
-
Seungri a.ka Seungri
-
Daesung a.ka Daesung
-
TOP a.ka TOP
-
Taeyang a.ka Taeyang
-
Sandara park a.ka Dara
-
Park Bom a.ka Bom
-
CL a.ka CL
-
Minzy a.ka Minzy
-
Yang Hyun Suk
Genre : Romance, komedi
Rate : +10thn
Length : FF (PART)
Minzy : “Bwahaha..” aku
tertawa lepas melihat kelakuan mereka.
CL : “Yya!! Yya!! Kalian
ini!!” omel CL
Minzy POV End
::
::
::
TOP Pov
TOP : “Eobbeseo? Kau
dimana? Apa kau pergi bersama dengan namja tidak jelas itu? Oh, baiklah jika
kau bersama Minzy. Tidak ada apa – apa, aku hanya sedikit mengkhawatirkanku.
It’s Ok. Telfon aku jika ada apa – apa ya? Hati – hati,” PIP. Aku menekan
tombol END pada I Phone ku.
Aku memutar kursiku,
memandang sebuah gambar 2 dimensi yang terpajang dalam bingkai foto. Ada Ayah,
aku, dan Dara. Kami bertiga tersenyum senang. Waktu itu hari ulang tahunku yang
ke-25.
-
Flashback ON -
Dara : “Saengil chukkae,
Oppa.” Chu~ serunya sambil mendaratkan bibir merahnya di pipiku.
DEG DEG DEG
Jantungku serasa ingin
keluar karena saking senangnya.
Dara : “Oppa? Oppa!!” seru
Dara membuyarkan lamunanku
TOP : “Ah, Ng? Ne, gomawo.”
Chu~ Aku membalas mencium keningnya dengan lembut.
Hyun Suk : “Ehemm ehemm,”
Aku menjauh perlahan dari
Dara. Aku berharap Ayah tak salah pengertian.
Hyun Suk : “Kita berfoto
untuk kenang – kenangan, Kajja!!” Ayah mengeluarkan kameranya dari dalam tas
dan menghadapkannya kearah kami berdua.
Jeprett.. hasil foto keluar
otomatis.
Hyun Suk : “Dara, ayo ikut
berfoto. Kenapa diam disitu.” Pinta Ayah
Dara mendekat dan berdiri
diantara aku dan Ayah.
Hyun Suk : “Senyum yang
manis semua, bilang KIMCHI”
TOP : “ Kimchi!”
Dara : “Kimchi!”
Jepret..
Hyun Suk : “Nah, sekarang
giliran kalian.” Ayah berjalan menjauh.
Dara terlihat canggung. Ia
berdiri cukup jauh dariku.
TOP : “Kemarilah,” Aku
menarik lengannya. Ia mendekat.
TOP : “terlalu dekat,”
batinku
Hyun Suk : “Bagus, itu
bagus. Pertahankan!! Siap, 1 2 ..tiiiiga!” Jepret..
Dara berlari ke Ayah.
TOP : ”Huh, jantungku
nyaris lepas” aku mengelus dadaku pelan
Dara : “Hwa, ini bagus.
Appa, kau memang berbakat. Hasilnya bagus. Oppa, bolehkan jika aku menyimpan
foto ini. Bolehkan, bolehkan?” pintanya
Aku mengangguk.
Dara : “Yeyy,”
-
Flashback OFF –
Aku meluaskan jangkauan
pandanganku keseluruh ruangan.
TOP : “Aku bosan disini.
Aku ingin bersamanya.” erangku
Aku melempar pandanganku
keluar jendela. Mengerucutkan bibirku.
TOP : “Sedang apa dia?”
Tok Tok Tok
TOP : “Masuk!”
Seorang yeoja tersenyum
manis dari balik pintu. Dia sekretarisku. Park Bom.
TOP : “Wae?”
Dia melangkah masuk kedalam
ruanganku.
Meletakkan beberapa file di
atas meja.
TOP : “Aish,” eluhku
Bom : “Aku tahu. Jangan
salahkan aku juga. Tapi Tn. Big Boss meminta Anda untuk mengerjakan semua ini.”
Terangnya dengan jelas
Big Boss adalah
panggilannya kepada Ayah. Ya, aku bekerja bersama Ayah.
Aku berdiri dari posisiku.
TOP : “Apa isinya?”
Bom mengambil salah satu
file.
Bom : “Yang ini seperti
permintaan pengajuan saham dari Venue Corp. Anda minat?”
TOP : “Tidak, mereka bukan
Corp yang baik. Mereka terlalu banyak calo. Tolak. Ada lagi yang lain?”
Bom mengambil lagi
beberapa.
Bom : “Kalau yang ini pengajuan permintaan kerja
sama dari GD Fashion. Hwa!! Ini merk terkenal eoh!!” pekiknya diakhir
Aku memasang wajah datar.
TOP : “Face?”
Bom : “Aigoo, Anda ini
seperti dinosaurus. GD Fashion itu adalah satu perusahaan bidang fashion yang
sedang naik daun sekarang. Karya – karyanya sangat terkenal. Banyak artis dan
tokoh terkenal memakai karyanya.”
TOP : “Jadi... mereka itu
semacam toko baju?”
Bom menghela nafasnya. Ia
sepertinya lelah menjelaskan semuanya kepada seorang dinosaurus sepertiku.
Bom : “Bagaimana? Anda
tertarik?”
Aku memikirkan sejenak.
Bom : “Bukankah, adik Anda
ingin bekerja disini. Ini akan sangat bagus untuknya. Dia tidak usah mencari perusahaan
lain. Ini kesempatan.”
Jika ini menyangkut Dara?
TOP : “Baiklah, terima
mereka.”
Bom tersenyum senang.
Bom : “Baiklah, akan ku
urus.”
TOP Pov END
Author POV
:: ::
Pantai
:: ::
Taeyang dan Seungri sibuk
menurunkan beberapa barang dari dalam bagasi mini bus mereka.
CL mengeluarkan kamera dari
dalam tas mereka. Sesekali mencoba mengambil beberapa gambar.
Dara : “Unnie, apa kau bisa
menyesuaikannya?”
CL mengutak – atik beberapa
tombol di kameranya.
CL : “Em, seperti butuh
sedikit peredup. Cahayanya terlalu terang.”
Ji Yong berjalan mendekati
CL dan Dara.
Ji Yong : “Ada masalah?”
CL : “Kau punya sesuatu
sebagai peredup? Cahayanya terlalu terang.”
Ji Yong berputar melihat
sekelilingnya.
Ji Yong : “Itu, gunakan itu
saja.” Sembari menunjuk ke mini bus yang terparkir tak jauh dari mereka
CL : “Kau serius?”
Ji Yong : “Nde,” jawabnya
singkat
Dara dan CL melempar
pandangan.
Ji Yong : “Yya! Kenapa
belum ganti baju? Ganti baju sana,” seru Ji Yong pada Dara
Dara : “Kau sendiri belum
ganti baju,” jawab balik Dara
Minzy dan Daesung datang.
Minzy : “Eonnie, ini
bajunya. Kau mau yang mana dulu, biru atau putih?”
Daesung : “Hyung, mau yang merah
atau putih?”
Dara dan Ji Yong : “Putih.”
Seru mereka pada saat yang bersamaan.
Minzy : “Ng?”
Daesung : “Eh,?”
Dara memasang sikap cuek
dan Ji Yong senyum – senyum tak jelas.
::
Photoshoot
::
Ji Yong dan Dara duduk
berdua didalam mobil. Ji Yong tampil rapi dengan jas putih di padu dengan dasi
kupu – kupu kecil di lehernya. Membuatnya menjadi lebih gentle sekaligus aegyo.
Sementara Dara tampil cantik dengan gaun rancangan Ji Yong sendiri, ditambah
scraft tipis yang menutupi separuh rambut dan kepalanya. Dipucuk kepalanya ada
sebuah tiara dari rangkaian bunga matahari.
Semuanya terekam dalam
kamera foto milik CL.
CL : “Good!” seru CL saat
mengakhiri sesi foto
Dara : “Ah, akhirnya.”
Dara menyender
Ji Yong memperhatikan dan
tersenyum.
Dara : “Kenapa tersenyum
seperti itu. Kau mau bilang aku jelek eoh?” seru Dara sembari menoleh ke arah
Ji Yong
Ji Yong : “Ng? An..andwae.
Aku tersenyum bukan karena melihatmu tapi karena bunga matahari itu.” Elak Ji
Yong
Dara memicingkan matanya.
Kepalanya mendekat kearah
Ji Yong. Ji Yong sedikit menjauh.
Ji Yong : “Wae..waeyo?”
Dara semakin mendekat.
Lebih dekat.
Jepret... suara kamera
terdengar.
Ji Yong dan Dara menoleh
bersamaan.
CL baru saja mengambil foto
mereka berdua.
CL melihat kameranya sambil
tertawa kecil.
Dara : “Yya!! Eonnie!! Apa
yang barusan kau lakukan eoh?” seru Dara sembari melompat keluar dari mobil
CL berlari sebelum Dara
mengejarnya dan menghapus foto yang baru ia ambil.
CL : “Ahaha, akan ku sebar
luaskan.” Sambil berlari
Dara : “Eonnie, jangan.
Ommo, jebal Eonnie.” Dara mengejar dengan susah payah karena gaunnya yang
begitu berat
Ji Yong memegang dadanya
yang masih berdegup kencang. Sesekali ia menarik nafas dan membuangnya dengan
perlahan.
Ji Yong menoleh kesamping.
Ji Yong : “Ada apa dengan
kalian?”
Disampingnya, Daesung,
Taeyang, Seungri, dan Minzy yang berada diluar mobil berdiri bertopang dagu
menatapnya dengan penuh arti.
Minzy : “Romantis sekali,
seperti dalam drama cinta” seru Minzy sembari menggoyang – goyangkan bahunya
Ji Yong : “Mwo?”
Seungri : “Hyung~ Bisa kau
ajarkan bagaimana caranya?”
Ji Yong : “Cara apa?”
Taeyang : “Kau benar –
benar tersudutkan tadi,”
Ji Yong : “Aku hanya
sedikit menghindar,”
Daesung : “Hyung~ .. .. “
daesung mencoba berkomentar
Ji Yong : “Apa?” potong Ji
Yong
Daesung : “Tidak jadi,”
Ji Yong membuka pintu
mobil.
Ji Yong : “Photoshoot
kedua. Semuanya bersiap!!”
Daesung, Seungri, Taeyang,
dan Minzy melihat punggung Ji Yong yang berjalan menjauh dari mereka.
Minzy : “Kenapa namja
seperti itu? Aku tidak mengerti”
Seungri : “Ng? Maksudmu?”
Minzy : “Selalu membuat
yeoja menunggu, padahal yeoja paling tidak suka menunggu.”
Hati Daesung bergetar saat
mendengar perkataan Minzy.
Daesung : “Apa aku
membuatnya menunggu?” batin Daesung
Taeyang : “Sebenarnya bukan
seperti itu. Namja hanya ingin membuatnya terlihat berbeda. Bagi namja sendiri
menyatakan perasaan kepada yeoja itu ibarat satu momen berharga dalam garis
hidupnya, momen yang diharapkan dapat di ingat dengan baik oleh yeojanya. Jadi,
kebanyakan para namja termasuk Ji Yong saat ini akan memikirkan 1001 cara yang
paling tepat untuk menyatakan perasaannya, menentukan jam yang tepat di antara
24 jam dalam sehari, memilih hari yang indah di antara 7 hari dalam seminggu.
Dan itu butuh waktu yang tidak sebentar. Dan oleh sebab itu pula hanya namja
yang dapat mengerti namja, kau mengerti anak kecil?” seru Taeyang panjang lebar
dan diakhiri dengan toyoran kecil ke kekening Minzy
Minzy mengerucutkan
bibirnya kesal.
::
Photoshoot ke-2
::
Ji Yong memakai jas
hitamnya. Sesekali ia merapikan rambutnya.
CL : “Kali ini kita coba di
bibir pantai, bagaimana?”
Ji Yong : “Boleh, tapi coba
lihat dulu gaunnya.” Lirik Ji Yong ke arah Dara dengan gaun merah yang memiliki
ekor
CL : “Tidak usah terlalu
jauh, 5 meter dari air.”
Ji Yong : “Terserah kau
saja,” berlalu pergi
Dara : “Kya!!!” pekik Dara
CL dan Ji Yong menoleh
keasal suara. Kaki mereka langsung bergerak dengan cepat.
-
T B C-
= La La La
=
Cast :
-
Ji Yong a.ka Ji Yong
-
Seungri a.ka Seungri
-
Daesung a.ka Daesung
-
TOP a.ka TOP
-
Taeyang a.ka Taeyang
-
Sandara park a.ka Dara
-
Park Bom a.ka Bom
-
CL a.ka CL
-
Minzy a.ka Minzy
-
Yang Hyun Suk
Genre : Romance, komedi
Rate : +10thn
Length : FF (PART)
PART 3
Dara : “Kya!!!” pekik Dara
CL dan Ji Yong menoleh
keasal suara. Kaki mereka langsung bergerak dengan cepat.
CL : “Waeyo?”
Minzy : “Robek,” lirih
pelan Minzy sembari mengangkat gaun yang sedang di pakai Dara
CL : “Aish, lagi – lagi kau
merobek gaun yang kau desain sendiri. Kau ini.” Omel CL
Seungri : “Jika di foto ini
bisa di atasi. Tapi, jika di lakukan penilaian.. aku ragu”
Minzy : “Eotteohke”
Daesung : “Tidak bisa di
jahit?”
Minzy : “Butuh waktu lama,”
Dara : “Gaun cadangan?”
Minzy : “Tidak ada,”
CL : “Ah, Minzy-ya kau
benar – benar,”
Mata Minzy mulai berlinang.
Dara : “Gwencana, pasti ada
cara lain. Atau kita gunakan gaun yang pertama saja.”
Ji Yong : “Tidak perlu”
seru Ji Yong yang mengelus dagunya dan memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan
sambil melihat bagian bawah gaun Dara.
Taeyang : “Apa kau berpikir
untuk...”
Ji Yong : “Tidak ada cara
lain.”
Taeyang : “Yakin?”
Ji Yong : “Yah, gaun itu
hanya buatan anak kecil. Tidak apa – apakan kalau ku hancurkan.” Ji Yong
memasang wajah evil
Ji Yong mendekati Dara.
Ia berlutut dan mulai
menarik perlahan kain dari gaun Dara.
KREKKK..
Semua melongo melihat apa
yang dilakukan Ji Yong kecuali Dara. Ia mengerti apa yang ingin di lakukan Ji
Yong.
Ji Yong semakin cepat
menarik – narik kain. Makin banyak potongan kain yang berserakan dimana – mana.
CL : “Yya!! Kau, apa yang
kau lakukan?”
Ji Yong : “Rekonstruksi,”
CL : “Mwo?”
Dara : “Kau pikir aku
gedung?”
Ji Yong : “Haha,”
Taeyang : “Butuh gunting?”
KREKKK..Sobekan terakhir.
Dan...
Gaun panjang milik Dara
berubah menjadi mini dress diatas lutut.
Kaki jenjang dan putih
milik Dara pelengkap alami yang membuatnya terlihat anggun dan manis.
Minzy : “Seperti Dewi Musim
Gugur”
CL : “Wah, menakjubkan.
Baiklah, kalau begitu kita bisa ambil gambar di air. Semuanya menuju ke air!!”
Seungri, Taeyang, Daesung,
dan Minzy : “Baik,” mereka berjalan menuju bibir pantai
Ji Yong dan Dara jalan
beriringan.
Ji Yong : “Nice,” seru Ji
Yong sembari melihat gaun dan Dara secara bersamaan
Dara : “Ternyata kau hebat
juga, aku suka gaun ini.”
Ji Yong : “Heh, apa itu
sebuah pujian Tuan Putri?”
Dara : “Anggap saja....
Iya.” Dara tersenyum manis dan berjalan mendahului
DEG DEG
Ji Yong berhenti sejenak.
Ia meraba dada kirinya
lagi.
Ji Yong : “Huh..” Ji Yong
menghela nafasnya pelan
::
Ji Yong dan Dara berdiri di
pinggir pantai. Kaki mereka telanjang tanpa alas kaki. Hempasan buih putih
sebagai setting yang menarik.
CL : “Lebih dekat!!” Pekik
CL
Dara : “Ini sudah cukup
dekat.” Balas Dara
CL : “Dekat katamu? Kalian
berdiri dengan jarak setengah meter kau bilang dekat?”
Taeyang : “Haha, kenapa Ji Yong jadi malu – malu seperti itu,”
Daesung : “Nde, baru kali
ini aku melihatnya seperti itu. Haha, dia benar – benar di taklukan yeoja.
Haha,”
CL : “Yya! Kalian bantu
aku,” pinta CL dengan nada sedikit kesal
Minzy : “Unnie!! Peluk Oppa
Ji Yong seperti ini,” Minzy menarik kedua tangan Daesung dan melingkarkan
dipinggangnya.
Daesung : ”A..apa yang
dia lakukan? Mati aku.. Astaga,” gumam Daesung
Ji Yong dan Dara mengikuti
apa yang di lakukan Minzy dan Daesung. Bedanya Ji Yong terlihat lebih tenang ( sepertinya
XD ) .
Jepret..
CL : “Good!! Rubah gaya,”
Minzy menurunkan kedua
tangannya. Daesung juga.
Taeyang menyenggol bahu
Daesung. Daesung berbisik ke telinga Taeyang.
Daesung : “Aku sekarang
tahu kenapa Ji Yong Hyung seperti itu. Rasanya jantung seperti mau melompat
dari tempatnya.”
Taeyang : “Hwahaha, kau
sama saja.”
Seungri berdiri di samping
Taeyang.
Taeyang : “Apa yang ingin
kau lakukan?” heran sekaligus curiga.
Seungri melingkarkan tangan
Taeyang di pinggangnya kemudia tangannya melingkar di leher Taeyang.
Seungri : “Yya!! Hyung~
Dekatkan kepalamu seperti ini,” Seungri menempelkan ujung kepalanya dengan
ujung kepala Taeyang. Jadilah wajah mereka berdekatan.
Taeyang : “Kau pikir aku
namja macam apa eoh?”
Jepret...
CL memutar badan sebelum
mendapat omelan karena ia baru saja mengambil foto mereka berdua.
Seungri dan Taeyang :
“Yya!! Nenek Sihir!!”
Daesung : “Hahaha, kalian
serasi.”
Ji Yong yang di beri arahan
tertawa terpingkal – pingkal melihat kedua temannya.
Ji Yong : “Hahaha, CL aku
minta foto itu. Jangan sampai mereka berdua mendapatkannya sebelum aku. Haha”
:: Sore harinya ::
Ke 7 anak manusia itu duduk
berjejeran sambil menikmati sunset dihadapan mereka.
Taeyang : “Sunset musim
gugur, indah sekali”
Seungri : “Sunset glow”
Daesung : “Benar – benar
indah”
Semua mengeluarkan kata –
kata kagum.
Dara melingkarkan tangannya
ke lengan Ji Yong.
Ji Yong diam tenang (
sepertinya J
)
Dara : “Kau tahu, apa yang
dikatakan Oppa TOP padamu seperti yang kau ceritakan tadi. Semua itu benar.”
Ji Yong menyatukam kedua
ujung alisnya.
Dara : “Aku tahu, apa yang
ku katakan ini terlalu terburu – buru. Tapi,.. ..”
Ji Yong : “Tapi apa?”
Dara menyenderkan kepalanya
ke bahu Ji Yong.
Dara : “Aku menyukaimu,
saranghaeyo Ji Yong~shi” seru Dara pelan namun terdengar jelas ditelinga Ji
Yong
Dara menambahkan.
Dara : “Tapi kita tak bisa
bersama. Aku harus melupakanmu.”
Ji Yong : “Mwo? Apa yang
bicarakan.?”
Dara : “Aku di jodohkan.
Aku tidak bisa bersamamu” (*Hadeh, kayak zaman siti nurbaya)
Ji Yong : “Kau bilang kau
menyukaiku!! Semudah itu kah kau menyerah pada perasaanmu? Aku butuh waktu lama
untuk memikirkan saat yang tepat. Lalu kau memulainya terlebih kemudian
mengakhirinya begitu saja. Jika itu maksudmu menyatakan perasaanmu seharusnya
kau tidak usah menyatakannya.” Ji Yong bangkit dari tempatnya. Ia berbalik dan
pergi menjauh.
Dara : “Kau tidak mengerti
situasinya, Ji Yong~shi!” panggil Dara
Daesung : “Waeyo? Hyung~
Kau mau kemana?”
Ji Yong : “Ayo kita pulang,
tempat ini sudah membosankan.”
Minzy : “Unnie, kau tidak
apa – apa? Apa yang terjadi?” tanya Minzy kepada Dara
Dara menggeleng. Ia tersenyum
pahit.
Ji Yong duduk di kursi
depan bersama Daesung.
Sementara, Dara dan Minzy.
CL dan Taeyang. Kemudian, Seungri di kursi belakang.
Minzy membuka perbincangan.
Minzy : “Besok menata
panggung. Ada yang mau ikut?”
Seungri, Daesung, Taeyang,
CL mengangkat tangan mereka. Ikut.
Dara : “Mianhe, besok aku
ada acara keluarga. Ayahku pulang dari RS jadi kami merayakann pesta
penyambutan.”
Minzy memasang raut wajah
kecewa.
Ji Yong : “Aku juga tidak
ikut.”
Daesung : “Waeyo? Hyung~”
Ji Yong : “Aku ada urusan
pekerjaan.” Jawab Ji Yong singkat
Semua terasa hambar.
Semua diam sampai mereka
turun satu persatu di depan rumah masing – masing.
Ji Yong turun pertama.
Ji Yong : “Gomawo, hati –
hati di jalan.” Ji Yong berjalan memasuki sebuah rumah besar tingkat 3 dengan
halaman luas berpagar kecil yang melingkar di depannya. Sederhana namun
terlihat mahal.
Minzy : “Ini rumahnya?”
bisik pelan pada Daesung
Daesung : “Anni, ini rumah
Tuannya.” Balas pelan Daesung
Taeyang : “Daesungie! Kau
lupa?”
Daesung : “Aigoo, aku
keceplosan.”
CL : “Tuan? Maksudnya”
Daesung menginjak gas dan
kembali fokus menyetir.
Seungri membuang muka
keluar jendela. Taeyang sibuk dengan I Pod nya.
Minzy : “Waeyo?”
Seungri, Daesung, dan
Taeyang : “Anni, lupakan saja yang tadi.” Seru mereka bersamaan
Author POV End
Ji Yong Pov
Aku membuka pintu.
Seorang wanita paruh baya
memakai piyama dan dengan rambut yang di menggunakan roll berjalan dari dalam
rumah. Sepertinya ia mendengar deru mesin mini bus kuning tadi.
Ji Yong : “Nyonya belum
tidur?” tanyaku
Ny. Kang : “Bagaimana aku
bisa tidur. Jika manusia cerdas dan berbakat sepertimu pulang larut seperti
ini. Kau dari mana?” tanyanya
Ji Yong : “Mengerjakan
tugas kampus”
Ny. Kang : “Bukankah kau
sudah lulus.?”
Ji Yong : “Anni, aku tadi
membantu junior ku yang sedang tugas akhir. Aku hanya ingin membantunya.”
Ny. Kang : “Oh, begitu.
Baiklah, sudah sana ganti baju dan mandi. Bau mu seperti ikan asin, apa kau
baru saja bermain di pantai? Pekerjaanmu kau kerjakan besok saja.”
Ji Yong : “Terima kasih,
Nyonya.”
Ny. Kang : “Eh, kau sudah
lihat e – mail mu? Yang kau kirimkan ke perusahaan YG Ent itu?”
Aku menggeleng.
Ny. Kang : “Sudah, lihat
dulu sana. Aku berharap kau dapat berkerja sama dengan mereka.”
Ji Yong : “Nde, akan ku
lakukan yang terbaik Nyonya. Corp ini akan ku urus dengan sepenuh hati.”
Ny. Kang : “Haha, kau ini.
Aku memang tidak salah pilih ketika mengambilmu dari asrama. Aku tahu kau ini
bukan tipikel anak yang suka dengan hal yang monoton, kau itu harus bebas
terbang kemanapun. Aku harap kau bisa membanggakanku dan juga almarhum Ibu dan
Ayah mu, Ji Yong”
Ji Yong : “Arraseo, Nyonya.
Kau juga sudah kuanggap sebagai Ibu sekaligus Ayah bagiku.”
Ny. Kang tersenyum dan
berbalik pergi.
Aku menaiki tangga tua
rumah ini.
Kamarku di lantai 3. Ny.
Kang dengan baik hati memberikan semua area, termasuk kamar – kamar lain di
lantai ini sebagai studio dan butikku.
Ji Yong : “Ah,” aku
melemapar tubuh ke ranjang kecil disudut ruangan.
Hampir seluruh ruang penuh
sesak dengan tumpukan kain, kertas, dan pakaian. Aku tidak punya waktu
mengurusnya.
Pandanganku menatap langit
– langit kamarku. Semua perkataan Dara melayang kemudian tertempel diatas
langit – langit.
Ji Yong : “Dara~~ ~” aku menutup
wajahku dengan bantal
(Bagian Ji Yong yang ini
sampai sini doank ah, gak tega bacanya L )
-
Ji Young POV End –
-
T B C -