Senin, 03 Juli 2017
Sabtu, 11 Januari 2014
Kematian Ibunda Nabi Muhammad SAW
02.35
Ini materi yang aku dapet dari Dosen, semoga bermanfaat.
Kematian Ibunda Nabi Muhammad SAW
Kematian Ibunda Nabi Muhammad SAW
Kematian
Ibunda
Ketika Nabi
berusia 6 tahun, Aminah membawanya ke Medinah untuk diperkenalkan kepada
saudara-saudara kakeknya dari pihak Keluarga Najjar. Dalam perjalanan itu
dibawanya juga Umm Aiman, budak perempuan yang ditinggalkan ayahnya dulu.
Sesampai mereka di Medinah kepada anak itu diperlihatkan rumah tempat ayahnya
meninggal dulu serta tempat ia dikuburkan. Itu adalah yang pertama kali ia
merasakan sebagai anak yatim. Dan barangkali juga ibunya pernah menceritakan
dengan panjang lebar tentang ayah tercinta itu, yang setelah beberapa waktu
tinggal bersama-sama, kemudian meninggal dunia di tengah-tengah pamannya dari
pihak ibu.
Sesudah
cukup sebulan mereka tinggal di Medinah, Aminah bersama rombongan kembali
pulang dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di tengah
perjalanan, ketika mereka sampai di Abwa’,2 ibunda Aminah menderita sakit, yang
kemudian meninggal dan dikuburkan pula di tempat itu. Anak itu oleh Umm Aiman
dibawa pulang ke Mekah, pulang menangis dengan hati yang pilu, sebatang kara.
Ia makin merasa kehilangan; sudah ditakdirkan menjadi anak yatim. Terasa
olehnya hidup yang makin sunyi, makin sedih. Baru beberapa hari yang lalu ia
mendengar dari Ibunda keluhan duka kehilangan Ayahanda semasa ia masih dalam
kandungan. Kini ia melihat sendiri dihadapannya, ibu pergi untuk tidak kembali
lagi, seperti ayah dulu. Tubuh yang masih kecil itu kini dibiarkan memikul
beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu. Lebih-lebih lagi kecintaan
Abd’l-Muttalib kepadanya. Tetapi sungguhpun begitu, kenangan sedih sebagai anak
yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam sekali dalam jiwanya sehingga di dalam
Qur’anpun disebutkan, ketika Allah mengingatkan Nabi akan nikmat yang
dianugerahkan kepadanya itu: “Bukankah engkau dalam keadaan yatim-piatu? Lalu
diadakanNya orang yang akan melindungimu? Dan menemukan kau kehilangan pedoman,
lalu ditunjukkanNya jalan itu?” (Qur’an, 93: 6-7)
Nabi
kemudian di bawah asuhan kakeknya, Abd’l-Muttalib. Tetapi orang tua itu juga
meninggal tak lama kemudian, dalam usia delapanpuluh tahun, sedang Muhammad
waktu itu baru berumur delapan tahun. Sekali lagi Muhammad dirundung kesedihan
karena kematian kakeknya itu, seperti yang sudah dialaminya ketika ibunya
meninggal. Begitu sedihnya dia, sehingga selalu ia menangis sambil mengantarkan
keranda jenazah sampai ketempat peraduan terakhir.
02.34
SINOPSIS
Kura-Kura Tidak Tahu
Percaya gak dengan cinta pada pandangan pertama?
Aku akui awalnya aku percaya, bahwa cinta itu datangnya dari mata kemudian turun kehati. Bahwa cinta itu realistis, bahwa cinta itu cuman bisa dijelasin lewat apa yang kita lihat, dan bahwa cinta itu gak perlu waktu untuk nunggu sampai cinta itu nulis di status Facebooknya.
Kura-kura, hewan fosil yang masih abadi sampai sekarang. Hewan yang selalu woles dalam segala hal. Lihat dari cara dia jalan, makan, tidur, makan lagi, tidur lagi, dan seterusnya. Sebagian dari orang seperti kita, jadi kura-kura itu kadang enak kadang enggak. Enggaknya adalah kemana-mana harus bawa rumah, repot, capek.
Banyak penulis lain diluar sana mempersepsikan cinta dengan berbagai arti, Cinta Brontosaurus contohnya. Dikatakan bahwa cinta itu suatu saat bisa kadaluwarsa, tapi kenyataannya justru sebaliknya.
Masing-masing orang punya cerita cinta mereka sendiri. Seperti halnya, Cinta dan Kura-kura. Ada banyak alasan yang membuat cinta dan kura-kura bisa dikaitkan satu sama lain. Salah satunya seperti kura-kura yang penuh perjuangan mempertahankan rumahnya, sama cinta juga gitu perlu perjuangan untuk memperjuangan cinta.
Kura-Kura Tidak Tahu
Percaya gak dengan cinta pada pandangan pertama?
Aku akui awalnya aku percaya, bahwa cinta itu datangnya dari mata kemudian turun kehati. Bahwa cinta itu realistis, bahwa cinta itu cuman bisa dijelasin lewat apa yang kita lihat, dan bahwa cinta itu gak perlu waktu untuk nunggu sampai cinta itu nulis di status Facebooknya.
Kura-kura, hewan fosil yang masih abadi sampai sekarang. Hewan yang selalu woles dalam segala hal. Lihat dari cara dia jalan, makan, tidur, makan lagi, tidur lagi, dan seterusnya. Sebagian dari orang seperti kita, jadi kura-kura itu kadang enak kadang enggak. Enggaknya adalah kemana-mana harus bawa rumah, repot, capek.
Banyak penulis lain diluar sana mempersepsikan cinta dengan berbagai arti, Cinta Brontosaurus contohnya. Dikatakan bahwa cinta itu suatu saat bisa kadaluwarsa, tapi kenyataannya justru sebaliknya.
Masing-masing orang punya cerita cinta mereka sendiri. Seperti halnya, Cinta dan Kura-kura. Ada banyak alasan yang membuat cinta dan kura-kura bisa dikaitkan satu sama lain. Salah satunya seperti kura-kura yang penuh perjuangan mempertahankan rumahnya, sama cinta juga gitu perlu perjuangan untuk memperjuangan cinta.
Senin, 18 November 2013
I Love you but you not love me ( Japan Ver )
16.23
Tittle : I Love
You But You Not Love Me ( Love Story )
Genre : sad,
melankolis
Rate : 13 + No
Yadong
Cast :
-
Kabuto
a.ka Kabuto
-
Sakura
a.ka Sakura
-
Akamura
Kenshin a.ka Kenshin
-
Yahiko
a.ka Yahiko
// // Intro//
//
Apa kabar?
Dwi kembali
dengan cerita Oneshoot ringan bertemakan cinta. Disini kalian ( readers ) akan
Dwi bawa ke dunia perumpamaan (?). Maksudnya? Hehe, dunia perumpamaan itu dunia Dwi.
Dwi harap
kalian gak bosen dengan alurnya. Tapi, tetep Dwi punya Ending yang seperti
biasa mengejutkan.
Happy Reading
:D
Don’t be silent
reader :D
////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Musim salju
sedang menyelimuti sebuah kota yang sangat menjadi pembicaraan dunia 2 tahun
ini, Seoul. Butiran – butiran salju perlahan namun pasti berjatuhan. 4 Orang
anak manusia, berdiri di pinggir jembatan.
Seorang laki -
laki berwajah imut, memasukkan tangannya kedalam jaket berbulu berwarna biru yang
ia kenakan. Kabuto.
Seorang laki -
laki lain tengah sibuk memencet – mencet layar datar I Phone nya, Kenshin.
Dua orang gadis
berdiri disamping kirinya. Sakura, melepas sarung tangannya dan menyentuh –
nyentuh tumpukan benda putih nan dingin dihadapannya. Gadis yang disebelahnya
hanya menggeleng kepala. Terlihat rambutnya yang hitam ikut bergoyang. Yahiko.
Kenshin :
“Kapan musim salju berhenti?” serunya memulai pembicaraan
Sakura :
“Kenapa? Aku suka musim salju. Mereka itu putih. Dan dingin seperti kau.” Seru Sakura
sambil mengangkat segenggam salju ditangannya dan mengarahkannya pada Kenshin
Kenshin
bergumam.
Sakura : “Aku
benar ‘kan?”
Kabuto : “Sakura~ya,
ini sangat dingin. Pakailah sarung tanganmu.” Seru Kabuto sambil memakaikan
sarung tangan kepada Sakura
Yahiko berjalan
menuruni jembatan.
Yahiko : “Aku
bosan.”
Kabuto : “Kita
main saja.” Kabuto mengekor disusul Sakura dan Kenshin
Sakura :
“Boleh. Main apa?”
Bughhh
Sebuah bola
salju mendarat di kepala Sakura. Kenshin terkekeh.
Yahiko :
“Perang bola salju?!”
Sakura
mengambil segenggam salju. Dan melemparnya kearah Kenshin.
Bughhh
Wajah Kenshin
terkena lemparan bola salju Sakura.
Sakura :
“Menantangku!!” pekik Sakura
Masing – masing
mulai mengambil salju dan melemparkannya.
////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Yahiko dan Sakura
duduk disebuah bangku bis yang mengantar mereka pulang.
Yahiko : “Hei,
tadi itu menyenangkan ya?”
Sakura mengangguk.
Yahiko : “Kenshin
juga sepertinya sangat senang.”
Sakura
mengerucutkan bibirnya.
Sakura : “Ya,
kau benar. Dia sepertinya senang mengerjaiku. Tubuhku penuh salju. Awas saja
jika aku besok demam.” Gerutu Sakura
Yahiko
tersenyum dengan penuh arti.
Ia membayangkan
tawa lepas Kenshin yang ia lihat. Ia
ingin lihat lagi.
Sakura : “Yahiko?!
Yahiko!”
Yahiko lenyap
dari lamunannya.
Sakura : “Ayo,
turun.”
Yahiko
tersenyum dan mulai turun dari bis.
: SKIP :
Kabuto berjalan
santai.
Ia masih sangat
bersemangat hari ini.
Begitu pula Kenshin.
Kenshin : “Apa
mereka sudah sampai?”
Kabuto : “Ng?
Siapa? Sakura dan Yahiko? Aku rasa sudah. Kenapa?”
Kenshin :
“Tidak, aku sangat senang hari ini. Entah kenapa?”
Kabuto : “Haha,
kau ini. Tapi, tadi cukup seru juga. Kau melempar bola salju ke arah Sakura.”
Kenshin :
“Haha, kau bisa lihat wajah Sakura. Dia terlihat begitu kesal dan terlihat
semakin manis.”
Kabuto : “Apa?
Terlihat apa?”
Kenshin : “Ng?
Menakutkan maksudku. Sangat menakutkan.”
Kabuto :
“Benarkah?” goda Kabuto
Kenshin menepuk
bahu Kabuto.
Kenshin : “Kita
lomba lari. Siapa sampai di ujung jalan akan mendapat traktiran. Aku hitung
sampai tiga”
Kabuto : “Apa?
Tunggu dulu.”
Kenshin :
“Satu, dua, “ Kenshin mulai berlari
Kabuto : “Yya!!
Kau bilang sampai tiga.” Serunya sambil berlari mengekor di belakang Kenshin
:: Sakura Pov
::
Sakura : “Aku
pulang.”
Aku langsung
masuk ke kamar dan membanting tubuhku di ranjang.
Sakura : “Hosh,
lelahnya.”
Aku memandang
jendela tepat di hadapanku.
Salju turun
semakin deras seperti layaknya hujan.
Aku tersenyum
saat mengingat kejadian sore ini.
Bermain bersama
dan berkumpul bersama sahabat – sahabatku.
Sakura : “Hehe,
Kenshin. Kau terlihat lebih tampan jika tertawa seperti itu.”
Aku meraih
kalung yang tergeletak diatas meja.
Sakura : “Kau
benar – benar mirip dengannya.”
: Sakura Pov
End :
: Yahiko Pov :
Aku melempar
tubuhku di sebuah sofa besar di kamarku. Aku meraih sebuah buku catatan, aku
mulai menulis apa yang terjadi hari ini. Mulai dari perseteruan Sakura dan Kenshin
sampai tawa Kenshin yang sampai saat ini sulit hilang dari benakku.
Laki - laki itu
memang ajaib, ia selalu punya cara untuk mengelabui Sakura. Haha, perseteruan
tanpa henti.
Aku menutup
buku. Dan berdiri memandang hujan salju dari dalam kamar.
Yahiko : “Kenshin,
kau memang dingin. Tapi aku yakin hatimu hangat. Benar – benar hangat.”
: Yahiko Pov
End :
: Kenshin Pov :
Kenshin : “Ah,
hangatnya.” Seruku sambil memeluk segelas coklat panas dengan tanganku.
Seorang laki -
laki datang dan duduk dihadapanku. Mukanya begitu kesal hari ini. Kabuto.
Kenshin : “Hari
ini aku membuat kesal 2 sahabatku. Luar biasa!” pujiku
Kabuto : “Yya!
Kau curang. Lagi pula kalau aku tidak
terpeleset aku pasti saja menang.”
Aku mendehem.
Kabuto : “Yya,
kau tahu besok itu hari apa?”
Aku memiringkan kepalanya.
Kenshin :
“Ulang tahun Sakura?”
Kabuto :
“Bukan!”
Kenshin : “Hari
pengumuman ujian Sakura?”
Kabuto : “Yya!
Kenapa yang ada di kepalamu hanya Sakura. Besok itu hari ulang tahun Yahiko.”
Aku diam
sejenak. Aku tersenyum lebar.
Kabuto : “Kau
mengerti maksudku?”
Kenshin :
“Tidak” jawabku singkat
Kabuto menepuk
jidatnya.
Kabuto : “Kita
cari kan kado untuknya.”
Kenshin : “Dia
suka apa?”
Kabuto
mengeluarkan sebuah buku kecil.
Kenshin : “Apa
itu?”
Kabuto : “Ini
daftar hal apa saja yang Yahiko sukai.” Kabuto mulai membuka lembar pertama
Kenshin :
“Boneka?” aku membaca daftar pertama
Kabuto : “Ah,
itu sudah biasa. Kita sering memberikannya kan?”
Kenshin :
“Coklat?”
Kabuto : “Kau
pikir ini hari Valentine?”
Ia membolak –
balikkan lembar per lembar.
Kabuto : “Ini
dia.” Kabuto menunjuk sebuah daftar.
Kenshin : “Kemeja
Berrylove?”
Kabuto :
“Katanya ini sedang tren, kau tahu seperti apa?”
Aku menggeleng.
Kabuto
mendesah. Raut wajahnya terlihat lesu.
Kenshin : “Kita
tanya Sakura saja.”
Kabuto
mengangguk setuju.
Ia mengeluarkan
ponselnya.
Kabuto :
“Lihat. Seperti ini.” Ia menyodorkan gambar yang dikirim Sakura kehadapanku
Kabuto : “Ayo,
kita cari.” Kabuto menarik lenganku
Kami pergi ke
sebuah departement store.
: Kenshin Pov
End :
: Kabuto Pov :
Kabuto : “Ini?”
aku mengangkat sebuah kemeja yang kami cari.
Kenshin
mencocokkan dengan gambar yang kami punya. Ia mengangguk.
Aku tersenyum
senang.
Akhirnya, aku
bisa memberikan sesuatu yang disukai Yahiko di hari ulang tahunnya.
Kabuto : “Apa
itu?” tanyaku pada Kenshin yang mengambil sepasang sarung tangan
Kenshin :
“Sarung tangan.”
Kabuto :
“Untuk?”
Kenshin
terlihat berpikir.
Kabuto : “Untuk
Sakura ya?” godaku
Kenshin salah
tingkah lagi. Ia langsung berjalan menuju meja kasir.
Kabuto :
“Hahha,” aku tertawa melihat ekspresinya
// // // // //
Keesokkan harinya.
Aku berjalan bersama Kenshin. Hari ini kami ingin merayakan ulang tahun Yahiko
bersama.
Dretttt
Ponsel Kenshin
berdering.
Kenshin :
“Halo, tidak, kami tidak pergi kemana – mana. Aku sedang didalam rumah. Oh, aku
sudah makan. Ya, aku juga sudah memakai jaket yang kau suruh. Ya ya aku tahu.
Bye”
Kabuto :
“Perhatian sekali. Siapa itu?” tanyaku pada Kenshin
Kenshin : “Ini Yahiko.”
DEG
Kabuto : “Yahiko?”
batinku
Kami sampai di
sebuah kafe.
Disana sudah
ada Sakura. Kami menghampirinya.
Sakura : “Kau
sudah bawa kadonya ‘kan?”
Kenshin duduk
disamping Sakura.
Aku tersenyum
melihatnya.
Sakura :
“Kenapa kau disini?”
Kenshin :
“Kenapa? Ini bukan kafemu ‘kan. Terserah aku mau duduk dimana.”
Sakura
menggerutu kesal.
Aku melihat Yahiko
datang.
Kabuto : “Itu Yahiko.”
Yahiko : “Ommo,
kalian? Kalian ingat? Aku pikir kalian lupa.”
Sakura :
“Saengil chukkae”
Kenshin :
“Saengil chukkae”
Kabuto :
“Saengil chukkae, Yahiko.” Aku menarik keningnya dan mengecupnya
Ia tersenyum.
Kenshin : “Yya!
Kenapa kau. Berikan hadiahmu.” Seru Kenshin pada Sakura
Sakura : “Aish,
kau ini cerewet. Aku menunggu Kabuto dulu.”
Kabuto : “Ini
untukmu. Bukalah.” Aku menyodorkan kadoku
Yahiko
membukanya. Ia tersenyum sangat senang.
Yahiko : “Ini
bagus sekali, gomawo Kabuto.”
Sakura
menyodorkan kadonya.
Yahiko :
“Gomawo.”
Sakura menoleh
kearah Kenshin.
Kenshin : “Apa?
Kado itu aku dan Kabuto yang pilih. Kami mencarinya bersama.” Sahut singkat Kenshin
Sakura :
“Benarkah?” Sakura memasang wajah datar
Kabuto : “Eh,
kau ‘kan kemarin beli sarung tangan. Aku pikir itu untuk Yahiko.” Bongkarku
Yahiko :
“Benarkah? Aku sangat berharap itu untukku.”
Kenshin :
“Aish, mulutmu seperti mulut beo.” Kenshin memelototiku
Kami makan
bersama dan merayakannya dengan kue ulang tahun.
Sakura : “Aku
mau ke toilet dulu ya.” Sakura beranjak dari tempatnya
Yahiko : “Yya!
Kau tidak mau memberikannya untukku ya?”
Kenshin : “Itu
bukan untukmu.” Dinginnya
Yahiko melihat
jaket Kenshin.
Yahiko :
“Kenapa pakai yang biru, kau bagus kalau pakai yang merah.”
Kenshin : “Yang
biru kotor. Jadi aku pakai yang ini saja. Sama saja.”
Aku melihat
yang dilakukan Kenshin dan Yahiko.
Meraka? Apa
mereka pasangan?
Kenshin bangkit
dari tempatnya.
Yahiko : “Mau
kemana?”
Kenshin : “Ke
toilet.”
Kenshin pergi.
Kabuto : “Yahiko.”
Panggilku
Yahiko menoleh.
Kabuto : “Ada
yang ingin kusampaikan.”
Yahiko : “Apa
itu?”
Kabuto : “Aku..
.. aku.. ..” belum sempat aku melanjutkan kata – kataku. Sakura dan Kenshin
datang
Sakura terlihat
marah, langsung mengambil tasnya dan pergi.
Kenshin
mengikutinya dengan tergesa – gesa.
Yahiko : “Ada..
apa?”
Aku menggeleng.
: Kabuto Pov :
Sakura dan Kenshin
berjalan dengan cepat.
Kenshin : “Sakura”
Sakura tetap
berjalan dengan cepat ia tak mau berhenti.
Kenshin : “Sakura,
aku mencintaimu!!” pekik Kenshin
Sakura berhenti
dan berbalik.
PLAKK
Sakura menampar
pipi Kenshin.
Sakura : “Aku
membencimu.”
Kenshin
memandang wajah Sakura.
Kenshin : “Tapi
aku mencintaimu.”
Sakura : “Kau
itu bodoh atau apa. Yahiko yang suka padamu. Kau harusnya mencintai Yahiko
bukan aku.” Sakura berbalik
Kenshin terdiam
di tempatnya.
Kenshin : “Lalu
siapa yang kau cintai!! Kabuto!!!!” pekik Kenshin
Sakura
berhenti. Kenshin berjalan mendekati Sakura.
Kenshin : “Kabuto
kah? Kalau memang benar kau mencintainya. Maka kau sama sialnya denganku. Ia
mencintai Yahiko.” Tambah Kenshin
Salju mulai
turun kembali.
Sakura :
“Mencintai seseorang bukanlah sebuah kesialan.” Desah Sakura pelan
Kenshin :
“Lalu? Sebuah pengorbanan.”
Sakura berbalik
memandang lekat Kenshin.
Sakura : “Jika
itu diperlukan. Aku akan mengorbankannya. Jika ia bahagia dengan mencintai Yahiko,
aku bahagia.”
Kenshin memeluk
Sakura. Ia masih berusaha meraih hati Sakura.
Sakura :
“Hatiku sudah kututup. Aku memberika hatiku hanya untuknya. Mianhe, Kenshin.” Sakura
melepas pelukannya Kenshin dan berbalik pergi.
:: SKIP ::
Yahiko dan Kabuto
pergi mengejar Kenshin dan Sakura.
Dan datang tepat
melihat Kenshin dan Sakura berpelukan.
Yahiko langsung
berbalik dan pergi berlari.
Kabuto : “Yahiko~”
Kabuto mengejar Yahiko
Kabuto meraih
tangan Yahiko.
Kabuto : “Kenapa
lari? Kita harus mencari penyebab mereka seperti itu.”
Yahiko menyeka
air matanya.
Yahiko : “Tidak
ada apa – apa. Aku hanya....”
Kabuto : “Kau
mencintainya.” Sahut Kabuto
Yahiko : “Ya.”
Kabuto : “Tapi,
dia menyukai Sakura. Sarung tangan yang ia beli itu untuk Sakura.”
Yahiko tertegun
mendengar ucapan Kabuto.
Yahiko : “Sakura
mencintaimu. Sampai sekarang ia masih menyimpan kalung pemberianmu. Kau ingat
‘kan? Yang kau berikan ketika ia berulang tahun. Kau bilang saat itu kalung itu
akan menjaganya sama seperti kau menjaganya”
Kabuto terdiam.
Yahiko : “Ia
sering menceritakanmu. Dia bilang kau adalah laki - laki paling tampan yang ia
pernah temui, paling perhatian, ia juga bilang kalau ia hanya akan memberi
hatinya untukmu.”
Kabuto : “Sama
sepertiku. Aku juga hanya akan memberi hati untuk mu. Bukan orang lain.” Kabuto
berjalan meninggalkan Yahiko
Yahiko menghela
nafasnya.
Yahiko :
“Kenapa jadi seperti ini?” Yahiko memandang langit putih dan salju menutupi
wajahnya.
Satu hari,
membuat semua hari yang telah berlalu penuh kenangan pudar.
Satu rasa,
membuat semua rasa yang telah tercurah penuh kebersamaan menghilang.
Tidak ada yang
mengerti apa yang akan dilakukan olehnya ( Cinta ).
-
The
End -
Langganan:
Postingan (Atom)
