Rss

Jumat, 20 September 2013

LA LA LA (ongoing) Part 1, 2 dan 3

= La La La =
Cast :
-                      Ji Yong a.ka Ji Yong
-                      Seungri a.ka Seungri
-                      Daesung a.ka Daesung
-                      TOP a.ka TOP
-                      Taeyang a.ka Taeyang
-                      Sandara park a.ka Dara
-                      Park Bom a.ka Bom
-                      CL a.ka CL
-                      Minzy a.ka Minzy
-                      Yang Hyun Suk
Genre : Romance, komedi
Rate : +10thn
Length : FF (PART)

Sandara Park Pov
Ehem, perkenalkan namaku Sandara Park. Aku biasa dipanggil Dara. Aku seorang mahasiswa dari jurusan fashion. Kali ini aku ingin menceritakan sebuah cerita menarik yang bisa dibilang cukup konyol juga. Hehehe.
Awal cerita semua bermula ketika aku dan keluarga memutuskan untuk pindah dari Philipina ke Korea dengan satu alasan yang tidak masuk akal.
Dara : “Mwoya? Ayah dimutasi gara – gara aku? Kenapa bisa?” tanyaku pada Ayah
Ayah sibuk memasukkan semua koleksi pajangannya kedalam kardus.
Ayah : “Ada yang ingin merekrutmu menjadi seorang direktur.” Jawabnya singkat
Aku bertanya lagi.
Dara : “Ma..maksud Ayah?”
Ayah : “Orang ini teman lama Ayah. Dia berkeinginan suatu saat anaknya bisa meneruskan perusahaannya tapi si-anak justru memilih menjadi seorang polisi.”
Dara : “Tapi Ayah tahukan, aku paling tidak suka jika menjadi direktur. Aku ingin merintis usahaku dari bawah dari nol.”
Ayah : “Ayah tahu. Tapi di kampus mu yang sekarang ini tidak ada program beasiswa, jika kau ingin tetap melanjutkan sekolah disini itu sama artinya dengan menjual seisi rumah. Ayah minggu depan sudah pensiun, kau ingat kan?”
Aku menarik nafas mencoba menekan egoku sekuat mungkin.
Ayah : “Ayah sudah lakukan yang Ayah bisa, kau jangan sampai kecewakan Ayah ya? Dan jangan juga kau kecewakan teman Ayah, ne?”
// /
Yah, begitulah cerita awalnya. Sekarang aku akan ceritakan kehidupan baruku di negeri gingseng ini.
Minzy : “Dara Unnie!!” pekik seorang gadis bertubuh mungil memanggil namaku. Dia temanku.
Dara : “Hai, Minzy. Apa itu?” tanyaku saat melihatnya membawa kardus besar
BUGHH
Minzy menjatuhkan bawaannya begitu saja di atas meja dihadapanku.
Aku membuka isinya.
Dara : “Whoaa~ ~~”
Minzy : “Bagaimana? Masih baguskan?”
Dara : “Ini, ini semua kau dapatkan darimana?”
Minzy : “Aku mengambilnya dari loteng rumahku, hehe.”
Ada beberapa helai kain dari dalam kardus. Aku tersenyum senang.
Dara : “Aku ada ide!”
Aku mengambil kertas putih polos dan pensil dari dalam tasku. Aku mulai menggambar pola, aku mendesain berdasarkan kain – kain yang dibawa Minzy.
Minzy : “Wuah, Unnie hebat. Ini keren, ini keren.” Serunya setelah melihat hasil desainku
Dara : “Aku yakin kau akan menang dengan itu. Lagi pula jika kau ingin menambahkan aksen lain juga bagus. Bahan – bahan yang kau bawa warna dan kesannya juga polos. Kau tinggal mencari model saja”
Minzy : “Jinja, aku bisa menang dengan ini? Wuahh, gomawo bantuannya Unnie”serunya kegirangan
Dara : “Haha, kau bisa saja. Ini tugasku sebagai seorang sunbae.” Senyumku simpul

CL : “Minzy-ya!!!” teriak seseorang yang membuat aku dan Minzy terperanjat kaget
Minzy : “Waeyo?” sahut Minzy
CL : “Kau sudah lihat?”
Minzy : “Lihat? Lihat apa?”
CL : “Arhh, berarti kau belum lihat. Sekarang kau ikut aku. Kajja!” CL menarik tangan Minzy
Aku menututi mereka dari belakang.
Beberapa mahasiswa lain berkumpul didepan papan pengumuman. Dari ekspresi mereka yang ketakutan pasti ada sesuatu hal terjadi.
Minzy berdiri tepat didepan papan pengumuman.
Model peraga busana untuk para peserta :
-          Gong Minzy -> Model : Kwon Ji Yong, Daesung, Taeyang, dan Seungri.

Minzy : “Mwo? Jinja? Aishh, kenapa bisa!”
. ..
Minzy melangkah gontai. Ia benar-benar putus asa sekarang.
Aku berusaha menyemangatinya
Dara : “Gwencana, kau pasti bisa. Semangat, Minzy~ya!”
CL : “Ne, Dara Unnie benar. Kau tidak boleh menyerah begitu saja.”
Minzy : “Ini mustahil..” Ia melemparkan pantatnya kebangku taman kampus.
Aku dan CL duduk disebelah kanan dan kirinya.
Minzy : “Mana mungkin bisa kita membujuk  anak – anak  sombong itu!” seru Minzy
CL : “Kau benar, Ji Yong, Daesung, Taeyang, dan Seungri. Mereka bukan tipikel anak – anak yang bisa diajak bekerja sama”
Minzy : “Kenapa modelnya mereka yang tentukan? Kenapa modelnya tidak kita sendiri yang cari. Menyebalkan!” gerutunya
DREETTTT
Ponselku bergetar. Rumah sakit? Astaga!! Jangan – jangan Ayah.. aku mengangkat telfonku segera.

Dara : “Ne, Hallo. Dimana dia sekarang? Oh, arraseo.” PIPP
Dara : “Aku pergi dulu. Ayah angkatku masuk RS. Bye” aku melambai ke Minzy dan CL.

Aku berlari kecil. Sambil menekan beberapa tut di ponselku.
Dara : “Eobboseo? Oppa? Kau dimana? Ayah masuk RS. Ne, aku sekarang akan kesana. Ne, bye~” Pipp
Aku memasukkan ponselku kedalam tas tanpa memerhatikan arah berjalanku.
BUGHH
Dara : “Aww,” seruku pelan saat tubuhku menabrak tubuh orang lain
Aku menaikkan pandanganku.
Dan mendapati seorang namja yang menabrakku. Ji Yong.
Ji Yong : “Yya, kau tidak punya mata eoh?”
Dara : “mian” aku berlalu begitu saja meninggalkannya
Ji Yong : “Yya, cuman begitu saja. Yya! Kau harus minta maaf dengan tulus eoh? Yyak! Yyak! Yeoja jelekkk!!” pekikku
Aku menghentikan langkahku saat mendengar kata – kata terakhir yang ia ucapkan.
Aku berbalik dan berjalan kearahnya.
Ji Yong : “Nah, begitu seharusnya. Cepat kau minta maaf padaku.” Ketusnya
Aku memandang wajahnya dengan tatapan kesal.
PLETAKKK
Ji Yong : “Arghh, appo!!” pekiknya
Dara : “Jangan sekali – kali mengatakan orang jelek. Lihat saja mukamu seperti apa.” Omelku setelah mendaratkan jitakan di kepalanya dan berlalu meninggalkannya
Daesung : “Hyung~ Kau tidak apa – apa?” seru temannya yang datang menghampirinya
Taeyang : “Dipermalukan oleh wanita, ck ck ck”
Ji Yong : “Yya!”
Seungri : “Wah, baru kali ini kau di jitak oleh yeoja. Biasanya yeoja yang bertekuk lutut padamu.”
Ji Yong : “Mwo!!” Jiyong mengeritkan keningnya
Seungri, Daesung, Taeyang : “Dia anak jenius.” Seru mereka bersamaan
Ji Yong : “Mwo?” semakin bingung
Seungri : “Hyung, kau ini kudet kudet kudet kudet. Dia itu salah satu mahasiswi berprestasi, hyung~. Dia anak angkat dari ketua Yayasan, hyung~” terangnya
Daesung : “Sebentar lagi dia lulus dan dari berita yang kudengar dia mendapat IPK sempurna, hyung~”
Taeyang : “Dia juga termasuk dalam salah satu yeoja tercantik di kampus ini.”
Ji Yong : “Wah, kalian tahu banyak eoh.”
Daesung : “Haha, siapa dulu hyung~”
Seungri : “Hyung saja yang terlalu kudet. Huh!”
Ji Yong : “Aish, panda ini.”
// //
@RS
Aku berdiri didepan sebuah ruangan. Mataku tak berkutik dari pintu putih besar yang berdiri kokoh didepanku.
CEKLEKK
Daun pintu terbuka. Seorang wanita berbaju putih, khas RS.
Suster : “Nona, silahkan masuk.”
Aku tersenyum dan masuk kedalam.
Diatas ranjang aku melihat seorang lelaki tua terbaring, Yang Hyun Suk. Dia Ayah angkatku.
Dara : “Ayah,” seruku pelan
Mata tebal itu terbuka dengan perlahan. Kantung mata yang menggumpal dibawah matanya terkadang mengingatkanku kepada Ayah kandungku. Mereka sahabat dekat. Ketika Ayah Hyun Suk meniti karirnya, Ayah yang selalu mendukungnya. Kini sebagai bentuk balas budinya, dia membantu keluarga kami. Menyekolahkanku, menjagaku, mengangkatku sebagai anak, dan masih banyak yang ia lakukan.
Hyun Suk : “Dara, kemarilah”  serunya dengan suara serak
Aku mendekat kearahnya.
CEKLEKK
Seorang namja bertubuh tinggi masuk. Dia TOP. Anak dari pria tua ini. Umur kami tak terpaut jauh, dia lebih tua beberapa tahun dariku. Aku memanggilnya Oppa.
TOP : “Appa, gwencanayo?” serunya  pelan sembari menggenggam erat tangan Ayah Hyun Suk.
Hyun Suk : “Langsung saja kalau begitu. Aku ingin menjodohkan kalian berdua.” To The Point
TOP dan Dara : “Mwo?” seru kami bersamaan
Aku mengerutkan keningku.
TOP : “A.ayah, maksud Ayah?”
Hyun Suk : “Aku bisa melihatmu memandang Dara selama ini. Aku ini Ayahmu jadi aku tahu apa yang harus kulakukan.”
TOP : “Ayah, selama ini aku menganggap Dara sebagai adik. Hanya adik”
Aku membuka mulutku.
Dara : “Top Oppa sudah kuanggap seperti kakak kandungku sendiri.” Seruku
Hyun Suk : “Anni, pokoknya kalian harus menikah. Secepatnya segera adakan pertunangan.” Potongnya
Aku memandang Top Oppa. Terlihat ia menghela nafasnya dengan berat. Meyakinkan ayahnya bukanlah hal mudah.
// //
Aku dan TOP Oppa keluar RS.
Dara :  “Bagaimana, Oppa?”
TOP : “Sudahlah, kita lupakan saja. Ayah sebentar lagi juga lupa.”
Dara : “Jinjayo?”
TOP : “Ne, tenang saja. Kau mau pulang?”
Dara : “Ne,”
TOP : “Kajja, aku ambil mobilku dulu.”
Dara : “Ne,”

Aku menunggu TOP Oppa di lobi.
Ji Yong : “Yya, gadis jelek!!”
Aku langsung menoleh dengan cepat mencari asal suara yang membuat telingaku terasa terbakar.
Dara : “Kau!” pekikku
Ji Yong : “Ommo, kau mengikutiku ya?” tudingnya
Dara : “Mwoya? Kau bilang apa eoh?”
Ji Yong : “Sedang apa kau disini? Apa kau sakit?” Ia menempelkan punggung tangannya ke keningku
Dara : “A..A..Apa yang kau lakukan?” melepas tangannya dengan kasar
Ji Yong : “Kau sakit eoh?”
Dara : “A.aku baik – baik saja.”
Ji Yong : “Kau...” Ia menyilangkan jari telunjuknya kewajahnya
Dara : “Aishh, , Yya!! Kau ini!!” pekikku kesal
Ia melenggang pergi dengan tangan santai.
TOP : “Waeyo?” serunya yang tiba – tiba datang dari belakangku
Dara : “Ah, anniyo. Tidak apa – apa, Oppa. Kajja, kita pulang”
TOP dan Aku  pun pergi.
Sandara Park POV END

TOP Pov
Kami sampai dirumah. Selama ini Dara tinggal dirumah yang sama denganku. Semenjak Ayah mengangkatnya sebagai anaknya. Aku menyanyanginya seperti aku menyanyangi diriku sendiri.
TOP : “Dara~shi,” panggilku
Dara : “Ne, Oppa.”
TOP : “Apa yang tadi itu pacarmu?”
Dara : “Yang mana?”
Aku menempelkan tanganku kekeningku menirukan apa yang dilakukan Ji Yong.
Dara : “Ah, namja itu. Dia itu bukan siapa – siapa.”
TOP : “Tapi sepertinya kalian dekat.”
Dara : “Ah, tidak ada Oppa. Kami berteman saja tidak.”
TOP : “Benarkah? Syukurlah. Aku rasa dia bukan anak yang baik.”

Dara tersenyum simpul dan masuk kekamarnya.
// //
Aku menghempaskan tubuhku ke ranjang.
Jika melihat namja yang di RS tadi. Apa benar dia bukan siapa – siapanya? Mereka begitu dekat.
Apa benar apa yang dikatakan Ayah? Perasaanku terhadap Dara selama ini. Bukan cuman perasaan antara kakak dan adik? Ada perasaan lebih?
TOP : “Ini membingungkan!!! Arhhh~~ ~” aku menutup wajahku dengan bantal
// // //
Dara : “Oppa!!” Panggilnya dari arah dapur
Aku menghampirinya.
Aku melihatnya tengah sibuk menata piring di meja makan menyiapkan sarapan.
Dara : “Ini, makanan kesukaanmu” serunya dengan senyuman khasnya sambil meletakkan piring terakhir diatas meja.

Aku memakan masakannya.
TOP : “Eum, masitta.” Seruku
Dara : “Hehe, siapa dulu. Oppa, aku ganti baju dulu ya”
TOP : “Kau ingin berangkat bersama?”
Dara : “Ne, tentu saja. Aku tidak mau menunggu lama di halte. Kalau bersama orang yang menguasai jalan. Semua waktu akan teratasi. Hehe”
TOP : “Kau bisa saja”
Dara terkekeh dan langsung berlari kekamarnya.
/ // // /
Dara : “Bye, Oppa” serunya sambil berlalu masuk ke kampusnya
TOP : “Ne,” aku tersenyum manis

Ji Yong : “Ehemm, permisi Ahjushi”
Aku menoleh.
Namja yang kemarin di RS.
TOP : “Ne, harrabeoji ada apa?” balasku
Namja itu langsung memasang wajah masam.
Ji Yong : “Kau, kenal dengan  Dara?” tanyanya sambil menunjuk arah Dara pergi.
Aku mengangguk.
Ji Yong : “Kau siapanya? Kakaknya?”

Aku berfikir sejenak. Dara bilang anak ini adalah temannya. Tapi, kenapa ia tidak mengenalku?
TOP : “Aku tunangannya” seruku singkat
Ji Yong : “Benarkah?”
Aku mengangguk lagi.
Ji Yong : “It’s Ok. Kalian baru bertunangan, belum menikah. Aku masih punya kesempatan.” Ucapnya pelan
TOP : “Mwo?”
Ji Yong : “Ah, anniya, ya sudah. Pergi sana. Aku mau masuk, bye – bye.” Berlalu begitu saja
TOP : “Heh, dasar tidak tahu sopan santun” gumamku
.. ...
TOP POV END
Ji Yong POV
Aku berjalan cepat. Mukaku sedikit kutekuk.
Daesung : “Hyung~”
Aku berhenti.
Daesung datang dari belakang. Menepuk bahuku.
Ji Yong : “Mana yang lain? Ada yang ingin ku bicarakan” seruku sambil berjalan lagi.
Daesung : “Mereka sibuk. Taeyang sedang ada kelas vocal. Seungri sedang merayu mahasiswi junior.”
SET
Aku berhenti lagi.
Aku memandang Daesung.
Ji Yong : “Aku tidak yakin dengan ini. Tapi, bisa kau carikan aku bahan yang kau ceritakan lusa?”
Daesung : “Bahan? Ah!! Bahan yang kutemukan di pasar malam itu?”
Aku mengangguk.
Ji Yong : “Bawakan padaku hari ini, Ok?”
Daesung : “Mwo? H..hari ini? Memangnya kau ingin membuat apa?”
Ji Yong : “Aku tidak tahu. Sedang kupikirkan.”
Daesung : “Kenapa tiba – tiba? Apa ini tugas?”
Aku mencengkram bahu Daesung dengan kencang.
Ji Yong : “It’s for my spesialy.”
Daesung mengangguk mengerti. Ia memasang sikap siap.
Daesung : “Akan kulaksanakan komandan” SET. Ia balik belakang dan pergi.
Ji Yong : “Bersamangatlah, Daesungie!!” lirihku

. .. .
Minzy : “Ehem. . ehem”
Seseorang berdehem dibelakangku.
Aku berbalik. Ah! Bingo. Cupidku yang lain datang.
Minzy : “Kau, Kwon Ji Yong kan?” serunya
Ji Yong : “Ne, waeyo?”
Minzy : “Aku Gong Minzy. Peserta lomba desain kostum musim gugur. Aku mendapat info dari dosen bahwa kau menjadi modelku.”
Ji Yong : “Aku? Kau salah orang. Aku ini desainer. Bukan model.”
Minzy : “Tapi, dipeng....”
Ji Yong : “Aku tidak mau!” seruku memotong ucapannya
Minzy : “Ommo, jebal eoh. Jangan begitu. Ini tugas akhirku, kumohon. Akan ku lakukan apa saja untukmu.”
Clingg~~ ~
Ji Yong : “Apa saja!”
Minzy mengangguk cepat.
Aku tersenyum evil. Ide jahat menyeruak dikepalaku.
Ji Yong : “Ok, aku mau”
Minzy : “Gomawo, Oppa” senyumnya senang
Minzy : “Jadi, kapan kita bisa mulai?”
Ji Yong : “Sekarang bisa”
Minzy : “Sekarang?”
Ji Yong : “Waeyo? Kau tidak mau?”
Minzy : “A.a..anni. aku mau” ia mengeluarkan bukunya
Ji Yong : “Bagus, kalau begitu. Yang pertama kau siapkan adalah ...”
Minzy : “Adalah ..” tirunya
Ji Yong : “Sandara Park”
Minzy : “Sandara Park....Mwo?”
Ji Yong : “Ada apa lagi? Cukup tulis saja. Yang kedua adalah ...”
Minzy menulis.
Ji Yong : “Yang kedua adalah ..sebuah kalung berliontinkan bunga matahari”
Minzy : “Ommo! Bagaimana aku bisa mendapatkannya.?”
Ji Yong : “Itu urusanmu”
Minzy : “Uh! Baik. Lalu apa lagi?”
Ji Yong : “Selanjutnya? Siapkan, 25 tangkai bunga matahari, dengan 8 pita yang mengikatnya.”
Minzy menelan salivanya.
Ji Yong : “Sudah, itu saja”
Minzy : “Apa? Lalu bagaimana dengan bahannya?”
Ji Yong : “Oh, kalau itu aku punya.”
Minzy : “Benarkah? Lalu desainnya?”
Ji Yong : “Kau punya tidak?”
Minzy : “Ng? Aku punya, tunggu sebentar ... ... ini!” mengeluarkan sebuah kertas
Aku takjub dengan hasil desainnya. Sederhana tapi terlihat mewah dan glamour.
Ji Yong : “Kau yang buat?”
Minzy : “Se..sebenarnya itu. Eon Dara yang buat.”
Aku mendengus. Anak ini ingin lulus tapi tidak ada usaha sama sekali.

Daesung : “Hyung~” Daesung membawa kardus besar. Tingginya kardus yang ia bawa membuatnya tidak bisa berjalan dengan baik. Kardus yang ia bawa miring kesana kemari.
Minzy : “Yya!! Hati – hati eoh!” teriak Minzy mengingatkan
Daesung : “Mwo?” daesung menoleh dan melupakan konsentrasinya
GUBRAGGHH
Minzy : “Awww~~ ~” pekik Minzy saat kardus berisi kain tumpah ketubuhnya dan menutupi tubuh kecilnya.
Daesung : “Omo.. omo.. mianhe” seru Daesung panik sembari membereskan kain dan memasukkannya kembali kedalam kardus
Daesung : “Kya!!” pekik Daesung
Minzy : “Waeyo?” tanyanya heran
Daesung : “Ke..kepalamu. Kau terluka eoh.” Sembari menunjuk keningnya sendiri
Minzy menyentuh keningnya.
Minzy : “Aw, sakit” ringisnya
Daesung : “Pergi ke UKS.”
Minzy menggeleng. Ia bangkit dan meraih tasnya.
Minzy : “Sudah tidak ada lagikan? Kalau tidak aku ingin mencari bahan – bahanmu tadi.” Serunya bicara denganku
Ji Yong : “Ne, pergilah. Besok siang temui aku di depan gerbang kampus. Oke”
Minzy : “Oke” berlalu pergi
Daesung memperhatikan kemana perginya Minzy. Aku menepuk bahunya pelan. Ia menoleh dengan sedikit kaget.
Ji Yong : “Namanya Minzy. Dia masih muda. 2 tingkatan dibawah kita tapi dia sudah tugas akhir.” Terangku
Daesung : “Apa peduliku. Siapa dia aku tidak mau tahu.” Serunya cuek
Ji Yong : “Jinja” aku menyipitkan mataku
Daesung : “Yya! Hyung~ berhenti menggodaku.” Gerutu Daesung
Ji Yong : “Ahhaha, kau seperti badut jika menggerutu. Bwahaha,”
Daesung : “Mwo? Seperti apa? Aish, kau tidak lihat. Aku ini mirip dengan Leonardo Di Caprio, super tampan” serunya
Ji Yong : “Whahaha.. Leonardo Di Caprio setelah direndam dengan minyak tanah. Melar. Ahahaha.”
Daesung : “Haha.. mwoya? Segendut itu kah aku. Ini hanya wajahku saja yang terlalu cubby. Hahaha, zaman sekarang minyak tanah mahal Hyung”
Kami tertawa bersama.
Ji Yong Pov END

Minzy Pov
Tok Tok Tok
Aku mengetuk sebuah pintu kayu besar dihadapanku. Hari ini aku benar – benar lelah. Aku sudah memesan 25 tangkai bunga matahari 8 helai pita dan sebuah kalung berliotinkan bunga matahari. Huh! Dia namja tapi kenapa suka bunga? Aneh.
CLEKKK
Seorang pria bertubuh tinggi dan tegap membukakan pintu. Top Oppa. Kakak angkat Dara. Yah, betul. Aku sekarang berada di rumah Dara. Aku harus membicarakan satu syarat yang di minta manusia ‘naga’ itu.

Minzy : “Annyeong haseo, Oppa. Apakah Dara unnie ada?” seruku sambil mendongak. Pria ini benar – benar tinggi.
TOP : “Ada, dia sedang ada di kamar. Masuklah, nanti biar aku panggilkan.” Ia melebarkan pintu dan mempersilahkanku masuk
Aku berjalan memasuki rumah bergaya Eropa itu. Dan terlihat beberapa sentuhan kecil dari gaya Philipina, Dara.
Aku melihat Top Oppa berjalan menaiki tangga dengan berlari kecil.
Minzy : “Wuah!! Pemandangan seperti ini benar – benar langka. Ckckck.” gumamku pelan sambil terus melihat punggung kekar Top Oppa.
Dara muncul dengan cepat.
Dara : “Minzy-ya!” panggilnya sembari turun dari tangga.
Di belakangnya Top Oppa mengekor.
Dara berlari menuruni tangga dan .. ..
Dara : “Kya!” pekiknya saat ia tersandung kakinya sendiri dan hampir membuatnya jatuh
TOP : “Yya!! Gwencanayo?” seru TOP yang langsung menahan tubuh Dara dengan tangan kekarnya
Mereka tertahan beberapa menit.
Aku mengerjap – ngerjap mataku beberapa kali.
Minzy : “Apa – apaan ini?” gumamku sedikit heran bercampur kesal
Dara melepas tangan TOP dan mengangguk.
Dara : “Gwencana” kemudian turun dengan perlahan
Dara menghampiriku.
Dara : “Minzy-ya, ayo ke halaman depan. Disana ada yang ingin kutunjukkan. Kajja!” Dara menarik lenganku.
Aku menoleh ke arah Top Oppa, pandangan itu. Pandangannya kepada seorang adik atau kepada seorang yang dicintai?
Aku dan Dara sampai di halaman rumah. Ini seperti taman.
Minzy : “Taman?”
Dara mengangguk. Ia berjalan dengan senyum mengembang. Ia senang sekali hari ini.
Aku memutar kepalaku. Melihat keliling taman mungilnya.
Minzy : “B..bunga matahari?”
Dara : “Nde, bunga kesukaanku. Hwa, tiap kali aku ada disini. Aku seperti mendapat jutaan sinar positif dari mereka semua. Aku seperti kemasukan energi, aku seperti hidup kembali.” Ia berseru panjang.
Minzy membuka mulut tak mengerti.
Minzy : “Aaa..maksudmu?”
Dara menoleh kearahku.
Dara : “Aku sedang jatuh cinta, Minzy-ya.”
Minzy : “Ng?”
Dara merentangkan kedua tangannya. Matanya terpejam. Ia tersenyum dengan penuh arti.
Wushh~~ ~
Tiba – tiba angin senja tertiup pelan. Helai rambut Dara ikut bermain dengan kelopak – kelopak bunga matahari yang berayun – ayun.
Aku melebarkan mata.
Pemandangan ini? Ini? Seperti? Dia seperti Dewi. Dewi musim gugur.
Apa ide seperti ini yang ingin dibuat oleh Ji Yong Oppa? Menggunakan bunga matahari sebagai simbol musim gugur. Dan menggunakan Dara sebagai Dewi musim gugur.
Minzy : “Apa? Tunggu dulu. Kenapa yang dia pilih itu Dara Unnie?” aku menggaruk pelan rambutku yang tak gatal
Dara : “Yya! Minzy-ya! Kau melamun eoh?” seru Dara
Minzy : “Hehe, annio. Eonnie, ada yang ingin ku katakan padamu.”
.. Dan aku menceritakan semua yang Ji Yong oppa katakan padaku.
Dara : “Apa? Aku, memangnya apa yang ingin dia lakukan padaku?” kagetnya
Aku menggeleng pelan.
Minzy : “Jebal, unnie. Aku mohon jangan di tolak ya. Aku mohon.” Rengekku
Dara mendengus pelan.
Dara : “Arra,”
Aku mengangkat kedua tanganku.
Minzy : “Yeyy,”
.. .. ..
Pagi harinya aku mengajak Dara bersamaku.
Aku dan Dara sampai di depan gerbang kampus. Disana sudah ada, Ji Yong, Taeyang, Seungri, dan Daesung.
Minzy : “Annyeong” sapa ku
Daesung : “Yya! Bagaimana dengan keningmu. Apa sudah sembuh” serunya sambil memerhatikan plester di keningku
Minzy : “Gwencana, hanya lecet. Hari ini kita mau kemana?”
Ji Yong menatapa Dara yang sedari tadi acuh.
Ji Yong : “Pantai”
Taeyang, Seungri : “Yeyy, ini akan jadi menyenangkan.” Seru mereka berdua yang langsung menaiki mini bus berwarna kuning itu.
Ji Yong : “Yya!! Ladies first.” Pekik Ji Yong yang membuat Taeyang dan Seungri turun kembali dari mobil.
Aku masuk pertama kali. Disusul dengan Dara. Dan ...
CL : “Yya!! Tunggu aku”
Minzy : “Unnie, kau mau ikut?”
CL : “Ne, tentu saja. Aku tidak akan membiarkan saeng – saeng ku terluka.”
CL mengambil posisi ditengah kami berdua.
CL : “Jika kalian berani mendekati mereka berdua,” CL mengepalkan tangannya. Sekedar info, CL dikenal sebagai Queen Judo di kampus.
Taeyang mengangguk.
Seungri : “Ish, galak sekali.”
Daesung mengencerkan suasana.
Daesung : “Ahaha, semakin banyak orang semakin baik. Ya kan, hyung~? Silahkan masuk semua. Haha, aku yang akan menyetir.”
Taeyang duduk disamping Daesung. Aku dan CL duduk di kursi tepat dibelakang mereka. Dara dan Ji Yong duduk berdua dibelakang ku. Sementara Seungri karena dia paling muda jadi dia duduk di kursi paling belakang.
Sepanjang perjalanan, Daesung dan Taeyang bernyanyi.
Daesung : “Yya!! Minzy-ya” seru Daesung memanggil namaku. Ia melihatku dari kaca yang ada diatasnya
Minzy : “Waeyo?” tanyaku
Daesung : “Ng? Tidak apa. Tidak jadi.”
Ji Yong : “Yya! Fokus saja menyetir. Apa kau tidak bisa menahannya?” seru Ji Yong
Daesung membenarkan posisi duduknya. Ia menyetir dengan fokus menatap kedepan.
Taeyang : “Waeyo? Ada apa dengan Daesungie? Coba kulihat...” Taeyang mengendus baju Daesung.
Taeyang : “Dia memakai parfum. Ini sangat jarang terjadi.” Tambah Taeyang
Seungri : “Daesung Hyung~ Kau merapikan rambutmu eoh? Wae? Kau bilang kau hanya akan memotong rambut jika kau sedang mendekati seorang yeoja.” Bongkar Seungri
CL Unnie membuka mulut.
CL : “Apa yang kalian bicarakan?”
Seungri : “Aishh, nenek sihir seperti mu mana mungkin mengerti.”
CL : “Mwo? Kau bilang aku apa? Nenek sihir? Yya! Panda. Setelah mobil kuning ini berhenti aku akan menghajarmu.”
Seungri : “ Aku tidak takut, wekkk” ejek Seungri yang membuat CL unnie semakin kesal.

Aku tak mendengarkan omelan dan celotehan CL unnie dan Seungri. Aku sibuk menaikkan pandanganku kepada namja yang sedang menyetir ini. Dia keren sekarang. Hehe.

DRETTT. Ponsel Dara bergetar.
Dara mengangkat telfonnya.
Dara : “Ne, ah andwae. Aku sedang bersama Minzy dan CL. Dan teman – temanku yang lain. Waeyo? Ah, arraseo. Ne, bye.” Dara menutup telfon
Minzy : “Nuguya?” tanyaku
Dara : “TOP Oppa,”
Ji Yong : “Tunanganmu itu?”
Dara : “Nde?”
Ji Yong : “Ahjushi berbadan tinggi dan bermuka dingin itu. Aku bertemu dengannya di RS, saat kutanya dia bilang dia tunanganmu.”
Aku mengeritkan kening. CL langsung tertawwa keras.
CL : “Hahaha. Dasar namja sok tahu.”
Aku terkekeh.
Minzy : “Dia itu kakak angkat Dara.”
Ji Yong melongo tak percaya.
Ji Yong : “Jadi Ahjushi itu membohongiku?” dengan nada kesal
Dara : “Top Oppa memang seperti itu.”
Minzy : “Tapi, jika seandainya kalian bukan saudara. Kalian benar – benar serasi, aku bisa melihatnya saat kau hampir jatuh dari tangga kemarin sore.”
CL : “Aishh, anak kecil. Kalau masalah keserasian aku juga bisa melakukannya. CL dan TOP, the best couple in the world”
Taeyang, Seungri, dan Daesung membuka jendela dan mengeluarkan kepala mereka. Mereka muntah setelah mendengar perkataan dari CL Unnie.
Taeyang : “Kepalaku ikut berkunang – kunang, huwekkk”
Seungri : “Huwekk.. Ada yang punya obat anti serangga, tolong semprotkan pada nenek sihir itu.”
Daesung : “Huwekk.. bagaimana aku bisa fokus menyetir jika terus seperti ini. Berhenti mengatakan kata – kata aneh, Ny. CL!!”

-          TBC -





















Part 2
= La La La =
Cast :
-                      Ji Yong a.ka Ji Yong
-                      Seungri a.ka Seungri
-                      Daesung a.ka Daesung
-                      TOP a.ka TOP
-                      Taeyang a.ka Taeyang
-                      Sandara park a.ka Dara
-                      Park Bom a.ka Bom
-                      CL a.ka CL
-                      Minzy a.ka Minzy
-                      Yang Hyun Suk
Genre : Romance, komedi
Rate : +10thn
Length : FF (PART)

Minzy : “Bwahaha..” aku tertawa lepas melihat kelakuan mereka.
CL : “Yya!! Yya!! Kalian ini!!” omel CL
Minzy POV End
::
::
::
TOP Pov
TOP : “Eobbeseo? Kau dimana? Apa kau pergi bersama dengan namja tidak jelas itu? Oh, baiklah jika kau bersama Minzy. Tidak ada apa – apa, aku hanya sedikit mengkhawatirkanku. It’s Ok. Telfon aku jika ada apa – apa ya? Hati – hati,” PIP. Aku menekan tombol END pada I Phone ku.
Aku memutar kursiku, memandang sebuah gambar 2 dimensi yang terpajang dalam bingkai foto. Ada Ayah, aku, dan Dara. Kami bertiga tersenyum senang. Waktu itu hari ulang tahunku yang ke-25.
-          Flashback ON -
Dara : “Saengil chukkae, Oppa.” Chu~ serunya sambil mendaratkan bibir merahnya di pipiku.
DEG DEG DEG
Jantungku serasa ingin keluar karena saking senangnya.
Dara : “Oppa? Oppa!!” seru Dara membuyarkan lamunanku
TOP : “Ah, Ng? Ne, gomawo.” Chu~ Aku membalas mencium keningnya dengan lembut.
Hyun Suk : “Ehemm ehemm,”
Aku menjauh perlahan dari Dara. Aku berharap Ayah tak salah pengertian.
Hyun Suk : “Kita berfoto untuk kenang – kenangan, Kajja!!” Ayah mengeluarkan kameranya dari dalam tas dan menghadapkannya kearah kami berdua.
Jeprett.. hasil foto keluar otomatis.
Hyun Suk : “Dara, ayo ikut berfoto. Kenapa diam disitu.” Pinta Ayah
Dara mendekat dan berdiri diantara aku dan Ayah.
Hyun Suk : “Senyum yang manis semua, bilang KIMCHI”
TOP : “ Kimchi!”
Dara : “Kimchi!”
Jepret..
Hyun Suk : “Nah, sekarang giliran kalian.” Ayah berjalan menjauh.
Dara terlihat canggung. Ia berdiri cukup jauh dariku.
TOP : “Kemarilah,” Aku menarik lengannya. Ia mendekat.
TOP : “terlalu dekat,” batinku
Hyun Suk : “Bagus, itu bagus. Pertahankan!! Siap, 1 2 ..tiiiiga!” Jepret..
Dara berlari ke Ayah.
TOP : ”Huh, jantungku nyaris lepas” aku mengelus dadaku pelan
Dara : “Hwa, ini bagus. Appa, kau memang berbakat. Hasilnya bagus. Oppa, bolehkan jika aku menyimpan foto ini. Bolehkan, bolehkan?” pintanya
Aku mengangguk.
Dara : “Yeyy,”
-          Flashback OFF –

Aku meluaskan jangkauan pandanganku keseluruh ruangan.
TOP : “Aku bosan disini. Aku ingin bersamanya.” erangku
Aku melempar pandanganku keluar jendela. Mengerucutkan bibirku.
TOP : “Sedang apa dia?”
Tok Tok Tok
TOP : “Masuk!”
Seorang yeoja tersenyum manis dari balik pintu. Dia sekretarisku. Park Bom.
TOP : “Wae?”
Dia melangkah masuk kedalam ruanganku.
Meletakkan beberapa file di atas meja.
TOP : “Aish,” eluhku
Bom : “Aku tahu. Jangan salahkan aku juga. Tapi Tn. Big Boss meminta Anda untuk mengerjakan semua ini.” Terangnya dengan jelas
Big Boss adalah panggilannya kepada Ayah. Ya, aku bekerja bersama Ayah.
Aku berdiri dari posisiku.
TOP : “Apa isinya?”
Bom mengambil salah satu file.
Bom : “Yang ini seperti permintaan pengajuan saham dari Venue Corp. Anda minat?”
TOP : “Tidak, mereka bukan Corp yang baik. Mereka terlalu banyak calo. Tolak. Ada lagi yang lain?”
Bom mengambil lagi beberapa.
Bom :  “Kalau yang ini pengajuan permintaan kerja sama dari GD Fashion. Hwa!! Ini merk terkenal eoh!!” pekiknya diakhir
Aku memasang wajah datar.
TOP : “Face?”
Bom : “Aigoo, Anda ini seperti dinosaurus. GD Fashion itu adalah satu perusahaan bidang fashion yang sedang naik daun sekarang. Karya – karyanya sangat terkenal. Banyak artis dan tokoh terkenal memakai karyanya.”
TOP : “Jadi... mereka itu semacam toko baju?”
Bom menghela nafasnya. Ia sepertinya lelah menjelaskan semuanya kepada seorang dinosaurus sepertiku.
Bom : “Bagaimana? Anda tertarik?”
Aku memikirkan sejenak.
Bom : “Bukankah, adik Anda ingin bekerja disini. Ini akan sangat bagus untuknya. Dia tidak usah mencari perusahaan lain. Ini kesempatan.”
Jika ini menyangkut Dara?
TOP : “Baiklah, terima mereka.”
Bom tersenyum senang.
Bom : “Baiklah, akan ku urus.”
TOP Pov END


Author POV
:: ::
Pantai
:: ::
Taeyang dan Seungri sibuk menurunkan beberapa barang dari dalam bagasi mini bus mereka.
CL mengeluarkan kamera dari dalam tas mereka. Sesekali mencoba mengambil beberapa gambar.
Dara : “Unnie, apa kau bisa menyesuaikannya?”
CL mengutak – atik beberapa tombol di kameranya.
CL : “Em, seperti butuh sedikit peredup. Cahayanya terlalu terang.”
Ji Yong berjalan mendekati CL dan Dara.
Ji Yong : “Ada masalah?”
CL : “Kau punya sesuatu sebagai peredup? Cahayanya terlalu terang.”
Ji Yong berputar melihat sekelilingnya.
Ji Yong : “Itu, gunakan itu saja.” Sembari menunjuk ke mini bus yang terparkir tak jauh dari mereka
CL : “Kau serius?”
Ji Yong : “Nde,” jawabnya singkat
Dara dan CL melempar pandangan.
Ji Yong : “Yya! Kenapa belum ganti baju? Ganti baju sana,” seru Ji Yong pada Dara
Dara : “Kau sendiri belum ganti baju,” jawab balik Dara

Minzy dan Daesung datang.
Minzy : “Eonnie, ini bajunya. Kau mau yang mana dulu, biru atau putih?”
Daesung : “Hyung, mau yang merah atau putih?”
Dara dan Ji Yong : “Putih.” Seru mereka pada saat yang bersamaan.
Minzy : “Ng?”
Daesung : “Eh,?”
Dara memasang sikap cuek dan Ji Yong senyum – senyum tak jelas.

::
Photoshoot
::
Ji Yong dan Dara duduk berdua didalam mobil. Ji Yong tampil rapi dengan jas putih di padu dengan dasi kupu – kupu kecil di lehernya. Membuatnya menjadi lebih gentle sekaligus aegyo. Sementara Dara tampil cantik dengan gaun rancangan Ji Yong sendiri, ditambah scraft tipis yang menutupi separuh rambut dan kepalanya. Dipucuk kepalanya ada sebuah tiara dari rangkaian bunga matahari.
Semuanya terekam dalam kamera foto milik CL.
CL : “Good!” seru CL saat mengakhiri sesi foto
Dara : “Ah, akhirnya.” Dara  menyender
Ji Yong memperhatikan dan tersenyum.
Dara : “Kenapa tersenyum seperti itu. Kau mau bilang aku jelek eoh?” seru Dara sembari menoleh ke arah Ji Yong
Ji Yong : “Ng? An..andwae. Aku tersenyum bukan karena melihatmu tapi karena bunga matahari itu.” Elak Ji Yong
Dara memicingkan matanya.
Kepalanya mendekat kearah Ji Yong. Ji Yong sedikit menjauh.
Ji Yong : “Wae..waeyo?”
Dara semakin mendekat. Lebih dekat.
Jepret... suara kamera terdengar.
Ji Yong dan Dara menoleh bersamaan.
CL baru saja mengambil foto mereka berdua.
CL melihat kameranya sambil tertawa kecil.
Dara : “Yya!! Eonnie!! Apa yang barusan kau lakukan eoh?” seru Dara sembari melompat keluar dari mobil
CL berlari sebelum Dara mengejarnya dan menghapus foto yang baru ia ambil.
CL : “Ahaha, akan ku sebar luaskan.” Sambil berlari
Dara : “Eonnie, jangan. Ommo, jebal Eonnie.” Dara mengejar dengan susah payah karena gaunnya yang begitu berat

Ji Yong memegang dadanya yang masih berdegup kencang. Sesekali ia menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan.
Ji Yong menoleh kesamping.
Ji Yong : “Ada apa dengan kalian?”
Disampingnya, Daesung, Taeyang, Seungri, dan Minzy yang berada diluar mobil berdiri bertopang dagu menatapnya dengan penuh arti.
Minzy : “Romantis sekali, seperti dalam drama cinta” seru Minzy sembari menggoyang – goyangkan bahunya
Ji Yong : “Mwo?”
Seungri : “Hyung~ Bisa kau ajarkan bagaimana caranya?”
Ji Yong : “Cara apa?”
Taeyang : “Kau benar – benar tersudutkan tadi,”
Ji Yong : “Aku hanya sedikit menghindar,”
Daesung : “Hyung~ .. .. “ daesung mencoba berkomentar
Ji Yong : “Apa?” potong Ji Yong
Daesung : “Tidak jadi,”
Ji Yong membuka pintu mobil.
Ji Yong : “Photoshoot kedua. Semuanya bersiap!!”

Daesung, Seungri, Taeyang, dan Minzy melihat punggung Ji Yong yang berjalan menjauh dari mereka.
Minzy : “Kenapa namja seperti itu? Aku tidak mengerti”
Seungri : “Ng? Maksudmu?”
Minzy : “Selalu membuat yeoja menunggu, padahal yeoja paling tidak suka menunggu.”
Hati Daesung bergetar saat mendengar perkataan Minzy.
Daesung : “Apa aku membuatnya menunggu?” batin Daesung
Taeyang : “Sebenarnya bukan seperti itu. Namja hanya ingin membuatnya terlihat berbeda. Bagi namja sendiri menyatakan perasaan kepada yeoja itu ibarat satu momen berharga dalam garis hidupnya, momen yang diharapkan dapat di ingat dengan baik oleh yeojanya. Jadi, kebanyakan para namja termasuk Ji Yong saat ini akan memikirkan 1001 cara yang paling tepat untuk menyatakan perasaannya, menentukan jam yang tepat di antara 24 jam dalam sehari, memilih hari yang indah di antara 7 hari dalam seminggu. Dan itu butuh waktu yang tidak sebentar. Dan oleh sebab itu pula hanya namja yang dapat mengerti namja, kau mengerti anak kecil?” seru Taeyang panjang lebar dan diakhiri dengan toyoran kecil ke kekening Minzy
Minzy mengerucutkan bibirnya kesal.
::
Photoshoot ke-2
::
Ji Yong memakai jas hitamnya. Sesekali ia merapikan rambutnya.
CL : “Kali ini kita coba di bibir pantai, bagaimana?”
Ji Yong : “Boleh, tapi coba lihat dulu gaunnya.” Lirik Ji Yong ke arah Dara dengan gaun merah yang memiliki ekor
CL : “Tidak usah terlalu jauh, 5 meter dari air.”
Ji Yong : “Terserah kau saja,” berlalu pergi

Dara : “Kya!!!” pekik Dara
CL dan Ji Yong menoleh keasal suara. Kaki mereka langsung bergerak dengan cepat.
-          T B C-














= La La La =
Cast :
-                      Ji Yong a.ka Ji Yong
-                      Seungri a.ka Seungri
-                      Daesung a.ka Daesung
-                      TOP a.ka TOP
-                      Taeyang a.ka Taeyang
-                      Sandara park a.ka Dara
-                      Park Bom a.ka Bom
-                      CL a.ka CL
-                      Minzy a.ka Minzy
-                      Yang Hyun Suk
Genre : Romance, komedi
Rate : +10thn
Length : FF (PART)
PART 3
Dara : “Kya!!!” pekik Dara
CL dan Ji Yong menoleh keasal suara. Kaki mereka langsung bergerak dengan cepat.
CL : “Waeyo?”
Minzy : “Robek,” lirih pelan Minzy sembari mengangkat gaun yang sedang di pakai Dara
CL : “Aish, lagi – lagi kau merobek gaun yang kau desain sendiri. Kau ini.” Omel CL
Seungri : “Jika di foto ini bisa di atasi. Tapi, jika di lakukan penilaian.. aku ragu”
Minzy : “Eotteohke”
Daesung : “Tidak bisa di jahit?”
Minzy : “Butuh waktu lama,”
Dara : “Gaun cadangan?”
Minzy : “Tidak ada,”
CL : “Ah, Minzy-ya kau benar – benar,”
Mata Minzy mulai berlinang.
Dara : “Gwencana, pasti ada cara lain. Atau kita gunakan gaun yang pertama saja.”
Ji Yong : “Tidak perlu” seru Ji Yong yang mengelus dagunya dan memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan sambil melihat bagian bawah gaun Dara.
Taeyang : “Apa kau berpikir untuk...”
Ji Yong : “Tidak ada cara lain.”
Taeyang : “Yakin?”
Ji Yong : “Yah, gaun itu hanya buatan anak kecil. Tidak apa – apakan kalau ku hancurkan.” Ji Yong memasang wajah evil
Ji Yong mendekati Dara.
Ia berlutut dan mulai menarik perlahan kain dari gaun Dara.
KREKKK..
Semua melongo melihat apa yang dilakukan Ji Yong kecuali Dara. Ia mengerti apa yang ingin di lakukan Ji Yong.
Ji Yong semakin cepat menarik – narik kain. Makin banyak potongan kain yang berserakan dimana – mana.
CL : “Yya!! Kau, apa yang kau lakukan?”
Ji Yong : “Rekonstruksi,”
CL : “Mwo?”
Dara : “Kau pikir aku gedung?”
Ji Yong : “Haha,”
Taeyang : “Butuh gunting?”
KREKKK..Sobekan terakhir.

Dan...
Gaun panjang milik Dara berubah menjadi mini dress diatas lutut.
Kaki jenjang dan putih milik Dara pelengkap alami yang membuatnya terlihat anggun dan manis.
Minzy : “Seperti Dewi Musim Gugur”
CL : “Wah, menakjubkan. Baiklah, kalau begitu kita bisa ambil gambar di air. Semuanya menuju ke air!!”
Seungri, Taeyang, Daesung, dan Minzy : “Baik,” mereka berjalan menuju bibir pantai
Ji Yong dan Dara jalan beriringan.
Ji Yong : “Nice,” seru Ji Yong sembari melihat gaun dan Dara secara bersamaan
Dara : “Ternyata kau hebat juga, aku suka gaun ini.”
Ji Yong : “Heh, apa itu sebuah pujian Tuan Putri?”
Dara : “Anggap saja.... Iya.” Dara tersenyum manis dan berjalan mendahului
DEG DEG
Ji Yong berhenti sejenak.
Ia meraba dada kirinya lagi.
Ji Yong : “Huh..” Ji Yong menghela nafasnya pelan
::
Ji Yong dan Dara berdiri di pinggir pantai. Kaki mereka telanjang tanpa alas kaki. Hempasan buih putih sebagai setting yang menarik.
CL : “Lebih dekat!!” Pekik CL
Dara : “Ini sudah cukup dekat.” Balas Dara
CL : “Dekat katamu? Kalian berdiri dengan jarak setengah meter kau bilang dekat?”
Taeyang : “Haha,  kenapa Ji Yong jadi malu – malu seperti itu,”
Daesung : “Nde, baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Haha, dia benar – benar di taklukan yeoja. Haha,”
CL : “Yya! Kalian bantu aku,” pinta CL dengan nada sedikit kesal
Minzy : “Unnie!! Peluk Oppa Ji Yong seperti ini,” Minzy menarik kedua tangan Daesung dan melingkarkan dipinggangnya.
Daesung : ”A..apa yang dia lakukan? Mati aku.. Astaga,” gumam Daesung
Ji Yong dan Dara mengikuti apa yang di lakukan Minzy dan Daesung. Bedanya Ji Yong terlihat lebih tenang ( sepertinya XD ) .
Jepret..
CL : “Good!! Rubah gaya,”
Minzy menurunkan kedua tangannya. Daesung juga.
Taeyang menyenggol bahu Daesung. Daesung berbisik ke telinga Taeyang.
Daesung : “Aku sekarang tahu kenapa Ji Yong Hyung seperti itu. Rasanya jantung seperti mau melompat dari tempatnya.”
Taeyang : “Hwahaha, kau sama saja.”

Seungri berdiri di samping Taeyang.
Taeyang : “Apa yang ingin kau lakukan?” heran sekaligus curiga.
Seungri melingkarkan tangan Taeyang di pinggangnya kemudia tangannya melingkar di leher Taeyang.
Seungri : “Yya!! Hyung~ Dekatkan kepalamu seperti ini,” Seungri menempelkan ujung kepalanya dengan ujung kepala Taeyang. Jadilah wajah mereka berdekatan.
Taeyang : “Kau pikir aku namja macam apa eoh?”
Jepret...
CL memutar badan sebelum mendapat omelan karena ia baru saja mengambil foto mereka berdua.
Seungri dan Taeyang : “Yya!! Nenek Sihir!!”
Daesung : “Hahaha, kalian serasi.”
Ji Yong yang di beri arahan tertawa terpingkal – pingkal melihat kedua temannya.
Ji Yong : “Hahaha, CL aku minta foto itu. Jangan sampai mereka berdua mendapatkannya sebelum aku. Haha”
:: Sore harinya ::
Ke 7 anak manusia itu duduk berjejeran sambil menikmati sunset dihadapan mereka.
Taeyang : “Sunset musim gugur, indah sekali”
Seungri : “Sunset glow”
Daesung : “Benar – benar indah”
Semua mengeluarkan kata – kata kagum.
Dara melingkarkan tangannya ke lengan Ji Yong.
Ji Yong diam tenang ( sepertinya J )
Dara : “Kau tahu, apa yang dikatakan Oppa TOP padamu seperti yang kau ceritakan tadi. Semua itu benar.”
Ji Yong menyatukam kedua ujung alisnya.
Dara : “Aku tahu, apa yang ku katakan ini terlalu terburu – buru. Tapi,.. ..”
Ji Yong : “Tapi apa?”
Dara menyenderkan kepalanya ke bahu Ji Yong.
Dara : “Aku menyukaimu, saranghaeyo Ji Yong~shi” seru Dara pelan namun terdengar jelas ditelinga Ji Yong
Dara  menambahkan.
Dara : “Tapi kita tak bisa bersama. Aku harus melupakanmu.”
Ji Yong : “Mwo? Apa yang bicarakan.?”
Dara : “Aku di jodohkan. Aku tidak bisa bersamamu” (*Hadeh, kayak zaman siti nurbaya)
Ji Yong : “Kau bilang kau menyukaiku!! Semudah itu kah kau menyerah pada perasaanmu? Aku butuh waktu lama untuk memikirkan saat yang tepat. Lalu kau memulainya terlebih kemudian mengakhirinya begitu saja. Jika itu maksudmu menyatakan perasaanmu seharusnya kau tidak usah menyatakannya.” Ji Yong bangkit dari tempatnya. Ia berbalik dan pergi menjauh.
Dara : “Kau tidak mengerti situasinya, Ji Yong~shi!” panggil Dara
Daesung : “Waeyo? Hyung~ Kau mau kemana?”
Ji Yong : “Ayo kita pulang, tempat ini sudah membosankan.”
Minzy : “Unnie, kau tidak apa – apa? Apa yang terjadi?” tanya Minzy kepada Dara
Dara menggeleng. Ia tersenyum pahit.
Ji Yong duduk di kursi depan bersama Daesung.
Sementara, Dara dan Minzy. CL dan Taeyang. Kemudian, Seungri di kursi belakang.
Minzy membuka perbincangan.
Minzy : “Besok menata panggung. Ada yang mau ikut?”
Seungri, Daesung, Taeyang, CL mengangkat tangan mereka. Ikut.
Dara : “Mianhe, besok aku ada acara keluarga. Ayahku pulang dari RS jadi kami merayakann pesta penyambutan.”
Minzy memasang raut wajah kecewa.
Ji Yong : “Aku juga tidak ikut.”
Daesung : “Waeyo? Hyung~”
Ji Yong : “Aku ada urusan pekerjaan.” Jawab Ji Yong singkat
Semua terasa hambar.
Semua diam sampai mereka turun satu persatu di depan rumah masing – masing.
Ji Yong turun pertama.
Ji Yong : “Gomawo, hati – hati di jalan.” Ji Yong berjalan memasuki sebuah rumah besar tingkat 3 dengan halaman luas berpagar kecil yang melingkar di depannya. Sederhana namun terlihat mahal.
Minzy : “Ini rumahnya?” bisik pelan pada Daesung
Daesung : “Anni, ini rumah Tuannya.” Balas pelan Daesung
Taeyang : “Daesungie! Kau lupa?”
Daesung : “Aigoo, aku keceplosan.”
CL : “Tuan? Maksudnya”
Daesung menginjak gas dan kembali fokus menyetir.
Seungri membuang muka keluar jendela. Taeyang sibuk dengan I Pod nya.
Minzy : “Waeyo?”
Seungri, Daesung, dan Taeyang : “Anni, lupakan saja yang tadi.” Seru mereka bersamaan
Author POV End

Ji Yong Pov
Aku membuka pintu.
Seorang wanita paruh baya memakai piyama dan dengan rambut yang di menggunakan roll berjalan dari dalam rumah. Sepertinya ia mendengar deru mesin mini bus kuning tadi.
Ji Yong : “Nyonya belum tidur?” tanyaku
Ny. Kang : “Bagaimana aku bisa tidur. Jika manusia cerdas dan berbakat sepertimu pulang larut seperti ini. Kau dari mana?” tanyanya
Ji Yong : “Mengerjakan tugas kampus”
Ny. Kang : “Bukankah kau sudah lulus.?”
Ji Yong : “Anni, aku tadi membantu junior ku yang sedang tugas akhir. Aku hanya ingin membantunya.”
Ny. Kang : “Oh, begitu. Baiklah, sudah sana ganti baju dan mandi. Bau mu seperti ikan asin, apa kau baru saja bermain di pantai? Pekerjaanmu kau kerjakan besok saja.”
Ji Yong : “Terima kasih, Nyonya.”
Ny. Kang : “Eh, kau sudah lihat e – mail mu? Yang kau kirimkan ke perusahaan YG Ent itu?”
Aku menggeleng.
Ny. Kang : “Sudah, lihat dulu sana. Aku berharap kau dapat berkerja sama dengan mereka.”
Ji Yong : “Nde, akan ku lakukan yang terbaik Nyonya. Corp ini akan ku urus dengan sepenuh hati.”
Ny. Kang : “Haha, kau ini. Aku memang tidak salah pilih ketika mengambilmu dari asrama. Aku tahu kau ini bukan tipikel anak yang suka dengan hal yang monoton, kau itu harus bebas terbang kemanapun. Aku harap kau bisa membanggakanku dan juga almarhum Ibu dan Ayah mu, Ji Yong”
Ji Yong : “Arraseo, Nyonya. Kau juga sudah kuanggap sebagai Ibu sekaligus Ayah bagiku.”
Ny. Kang tersenyum dan berbalik pergi.
Aku menaiki tangga tua rumah ini.
Kamarku di lantai 3. Ny. Kang dengan baik hati memberikan semua area, termasuk kamar – kamar lain di lantai ini sebagai studio dan butikku.
Ji Yong : “Ah,” aku melemapar tubuh ke ranjang kecil disudut ruangan.
Hampir seluruh ruang penuh sesak dengan tumpukan kain, kertas, dan pakaian. Aku tidak punya waktu mengurusnya.
Pandanganku menatap langit – langit kamarku. Semua perkataan Dara melayang kemudian tertempel diatas langit – langit.
Ji Yong : “Dara~~ ~” aku menutup wajahku dengan bantal
(Bagian Ji Yong yang ini sampai sini doank ah, gak tega bacanya L )
-          Ji Young POV End –

-          T B C -

0 komentar:

Posting Komentar