Seorang wanita terlihat tengah berjuang melahirkan bayi yang dikandungnya ke dunia. Bukan hal yang mudah karena sudah lebih dari sejam wanita tersebut terus berkuat. Peluh membanjiri wajahnya, seluruh tenaga telah dikeluarkannya sedaritadi tapi sang bayi tak kunjung lahir. Dokter terus menyemangatinya begitupun dengan suster yang memintanya untuk terus berjuang.
Senyum terkembang di wajah wanita tersebut ketika melihat anaknya lahir ke dunia. Anak berjenis kelamin lelaki yang nantinya akan menjadi kekuatannya untuk menghadapi dunia dan alasannya untuk terus berjuang.
=1 tahun kemudian=
Seorang wanita paruh baya tersenyum melihat hasil jahitannya sementara di tempat lain seorang sipir muda pun melakukan hal yang sama tersenyum pada sebuah benda di tangannya.
2 orang wanita setengah baya tengah sibuk mengumpulkan hadiah dari para napi. Mereka kesal karena salah satu Napi hanya bisa menyiapkan cincin dari rumput buat perayaan ulang tahun pertama Min Woo.
Min Woo? Nugu?
Min Woo? Nugu?
Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja dan Na Yeong tengah berkumpul menunggu Min Woo selesai didandanin oleh Jeong Hye, Ibunya.
Beberapa menit kemudian, Jeong Hye keluar sambil membimbing Min Woo yang mengenakan baju hasil jahitan Moon Ok menuju tante dan Neneknya. Tak lupa, Jeong Hye menyanyikan lagu selamat ulang tahun buat Min Woo. Tapi apa yang terjadi, bukannya Min Woo senang dia justru menangis mendengar suara Ibunya sendiri… wkwkwk
Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja dan Na Yeong mulai bernyanyi lagu ulang tahun untuk Min Woo… Jeong Hye memilih diam dan hanya mengeluarkan suara teriakan yeee saja… Min Woo kemudian bertepuk tangan dan meniup lilin yang sengaja disiapkan untuknya…nich anak pintar banget
Acara dilanjutkan dengan meminta Min Woo untuk memilih salah satu dari barang yang disiapkan Tante, Ibu dan Neneknya. Di atas meja terdapat uang, alat suntik mainan dan berbagai benda lainnya tapi anehnya yang dipilih Min Woo justru borgol. Wow, anak pintar^^
Na Yeong kemudian memotret Jeong Hye, Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja dan tentu saja Min Woo. Ulang tahun pertama Min Woo terasa sangat berkesan walaupun mereka hanya merayakannya dalam sel penjara.
Terdengar suara langkah kaki dan Na Yeong bisa merasakannya. Na Yeong meminta semuanya untuk kembali memakai baju tahanan sebelum hal yang buruk terjadi. Dan disaat yang bersamaan pintu sel terbuka, Kepala Sipir Bang muncul dan meminta seluruh penghuni sel nomor 5 untuk keluar dan mulai memeriksa setiap sudut sel mereka.
Jeong Hye, Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja merapat ke dinding. Min Woo berusaha menghibur Ibunya dengan tersenyum lucu tetapi cara tersebut tidak berhasil. Sipir Bang menemukan foto yang baru saja diambil Na Yeong dan merobeknya tepat di depan wajah Jeong Hye.
“kenapa kamu kesal? Seharusnya kamu jangan melakukan kejahatan kalau kamu tidak mau melalui hal ini, bukankah begitu” ucap Kepala Sipir Bang
“ini ulang tahun Min Woo, kami hanya ingin merayakannya saja” bela Moon Ok
“siapa yang menyuruhmu melahirkan di tempat ini?” sela kepala Sipir Bang
“itu terlalu kasar kepala sipir Bang” ucap Moon Ok dan memilih kembali diam ketika menyadari tatapan tajam Kepala Sipir Bang.
“aku akan mengawasi kalian, terutama kamu (Jeong Hye). Tidak ada perlakuan khusus untuk seorang Ibu, mengerti” jelas Kepala Sipir Bang dan meminta Na Yeong untuk mengikutinya.
Moon Ok berusaha menghibur Jeong Hye akibat ulah Kepala Sipir Bang tadi. Moon Ok mengatakan jika Kepala Bang hanya iri karena dia tidak memiliki anak dan meminta Jeong Hye untuk tidak mengambil pusing ucapannya tadi.
Jeong Hye kemudian bertanya pada Moon Ok apa suaranya memang sangat jelek sehingga setiap kali dirinya menyanyi Min Woo akan menangis… Moon Ok tidak setuju dan Jeong Hye meminta Moon Ok untuk melihat reaksi Min Woo sekarang. Jeong Hye menyanyi. Min Woo yang awalnya senang, tertawa mendadak menangis mendengar suara Ibunya… Lol
Sel No 5 kedatangan penghuni baru. Jeong Hye yang awalnya menari gaje diiringi gelak tawa Min Woo mendadak berhenti. Yeon Shil mulai pasang aksi, meminta penghuni baru untuk memperkenalkan diri tapi sepertinya usahanya sia-sia karena penghuni baru tersebut hanya duduk diam dengan tatapan wajah kosong.
Min Woo mendekati penghuni baru seolah ingin mengajaknya berkenalan tetapi apa yang terjadi Min Woo justru menangis karena didorong oleh penghuni baru. Jeong Hye yang tak terima anaknya diperlakukan seperti itu memberikan perlawanan ditambah ucapan si penghuni baru yang mengatainya pelacur karena melahirkan di dalam penjara.
=flashback=
Jeong Hye hanya duduk terdiam di dalam mobil dengan posisi tangan terborgol. Salah seorang pria yang duduk di kursi depan (sepertinya polisi) meminta Jeong Hye untuk berbicara menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi namun Jeong Hye memilih tetap bungkam. Ingatan Jeong Hye melayang beberapa jam sebelumnya.
Seorang pria memukuli Jeong Hye dengan membabi buta. Tak hanya itu, pria tersebut juga menendangi perut Jeong Hye hingga berulang kali padahal saat itu Jeong Hye tengah hamil tua. Jeong Hye berusaha menghindar dan berdiri dengan berpegangan pada lemari. Dalam hitungan detik, Jeong Hye berlari dan mendorong pria yang tak lain adalah suaminya ke meja kaca.
=flashback end=
Keringat dingin membanjiri sekujur tubuh Jeong Hye. Mimpi buruk baru saja dialaminya. Hal yang sama sekali tidak ingin diingatnya lagi kembali harus dimimpikannya.
Sementara itu di sel terpisah (karena masalah pertengkaran tadi, Jeong Hye dan panghuni baru harus mendekam di sel berbeda)
Penghuni baru sel no 5 berteriak histeris dan berulang kali membenturkan kepalanya ke tembok hingga berdarah. Na Yeong dan Kepala sipir Bang bergegas datang untuk menghentikan tindakan yang bisa membahayakan nyawa penghuni baru.
=flashback=
Seorang gadis berusaha memberontak dari belenggu seorang pria setengah baya yang berniat bertindak tidak senonoh pada dirinya. Gadis tersebut bernama Yoo Mi dan pria setengah baya adalah ayah tirinya. Tak tahan terhadap tindak tanduk Ayah tirinya yang entah untuk berapa kali diterimanya, Yoo Mi melayangkan sebuah patung pahatan ke kepala Ayah tirinya. Seketika pria setengah baya tersebut ambruk dan tak sadarkan diri. Ibu Yoo Mi yang baru saja datang hanya bisa termangu melihatnya.
=flashback end=
Na Yeong membawa Jeong Hye kembali ke lapas no 5. Di perjalanan Na Yeong menceritakan asal usul Yoo Mi dan sebab muasal kenapa Yoo Mi bisa di penjara serta percobaan bunuh diri yang terus dilakukannya. Bukannya merespon Jeong Hye hanya terdiam dan lebih memikirkan Min Woo anaknya.
Sementara di Lapas no 5
Na Yeong datang membawakan surat kepada para penghuni sel. Yeon Sil mendapatkan surat dari sahabat pena, wajahnya terlihat sangat berseri… begitupun dengan Hwa Ja yang mendapatkan kiriman surat dan boneka yang bisa merekam dari suami dan anaknya, air mata membasahi wajahnya. Lain halnya dengan Moon Ok yang tidak mendapatkan surat selembar pun.
Untuk menghilangkan kesedihan teman-teman selnya, Jeong Hye mengajak mereka makan semangka(hebat loch, mereka membelah semangka dengan benang, bisa dicontoh nich klo g nemuin pisau).
Hwa Ja mulai meledek Yeon Sil karena mengirimkan foto palsu kepada sahabat penanya dan menggunakan alamat Na Yeong sebagai alamatnya… Hwa Ja juga menertawakan Yeon Sil karena tanpa sengaja membunuh lawannya dengan tekhnik kuncian leher… Ya, Yeon Shil adalah atlet gulat.
Percakapan mereka terhenti seiring kedatangan Yoo Mi. Min Woo yang sejak awal terlihat sangat senang dengan kedatangan Yoo Mi walaupun Yoo Mi sempat membuatnya menangis berusaha mendekati Yoo Mi dan memeluknya… kurang lebih satu menit Min Woo melakukan hal tersebut dan Yoo Mi hanya menunduk dan tak melakukan apa-apa.
Moon Ok menekan beberapa angka di telepon. Beberapa detik kemudian terdengar suara di seberang sana, tetapi sayang percakapan tak berlangsung lama karena si penerima telepon langsung menutup telepon begitu mengetahui siapa yang meneleponnya. Moon Ok sedaritadi berusaha menahan air mata saat berada di sel. Kiriman surat yang berdatangan untuk teman-temannya tak kunjung dapat dirasakannya…
Para tahanan dikumpulkan di sebuah aula untuk mendengarkan nyanyian kelompok paduan suara yang sengaja didatangkan.
Selama pertunjukkan Jeong Hye terlihat terkesima dan menyarankan kepada kepala penjara agar dibentuk juga kelompok paduan suara untuk para Napi. Hal tersebut sangat bagus mengingat kehidupan di penjara sangat membosankan.
Malam harinya
Jeong Hye memberitahukan hal tersebut kepada yang lainnya. Bukannya terlihat senang yang lainnya justru tidak setuju mengingat Jeong Hye sama sekali tidak bisa bernyanyi dan malah berniat membentuk kelompok paduan suara. Min Woo saja menangis mendengar suara Jeong Hye.
Tapi jangan sebut Jeong Hye jika dengan mudahnya dia menyerah. Iming-iming mendapat satu hari bisa keluar dari penjara bersama Min Woo membuat Jeong Hye semakin bersemangat.
Keesokan harinya
Na Yeong menempelkan pengumuman di salah satu sudut penjara. Semua napi terlihat penasaran… Jeong Hye tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berkata tak perlu bisa bernyanyi untuk dapat bergabung dalam grup paduan suara, yang terpenting kalian menyukai musik. Jeong Hye juga menambahkan jika mereka nantinya akan dikirim keluar untuk bernyanyi… Na Yeong mengingatkan Jeong Hye untuk tak mengatakan hal sembarangan, jika Kepala Sipir Bang mendengarnya bisa kacau semuanya…
Tidak hanya membujuk para Napi lainnya untuk ikut bergabung, Jeong Hye juga membujuk Moon Ok untuk menjadi pelatih mereka mengingat dulunya Moon adalah seorang professor musik.
Scene beralih
Moon Ok mendapat kunjungan dari anaknya… bukannya gembira, Moon Ok justru menangis karena anak perempuan yang dimilikinya meminta Moon Ok untuk tak menghubunginya lagi ataupun mengganggu kehidupannya. Rasa malu mendapat predikat sebagai putri pembunuh sudah menjadi beban untuknya.
Sementara itu tepat di luar ruangan kunjungan, seorang wanita terlihat sedang menunggu sesuatu… dia adalah Ibu Yoo Mi. Sayang Yoo Mi tak ingin menemui Ibunya dan hal tersebut disesalkan Yeon Sil karena dirinya sangat ingin ada yang mengunjunginya.
Moon Ok berusaha menghilangkan kesedihannya dengan bermain piano… Ya, sebelum dirinya menjadi penghuni penjara, Moon Ok adalah seorang professor music.
=flashback=
Moon Ok terlihat berlatih piano di sebuah studio. Seorang wanita cantik berdiri di sampingnya dan sedaritadi menunggunya. Moon Ok tanpa sengaja melihat sepatu wanita tersebut yang tampak lusuh dan tua. Moon Ok berjanji akan membelikannya.
Suara cekikikan terdengar dari sebuah kamar. Suara tersebut tanpa sengaja terdengar oleh Moon Ok dan anak-anaknya yang baru saja datang dari bepergian. Sepasang sepatu lusuh dan tua tertata rapi di depan pintu dan Moon Ok sangat mengenali sepatu tersebut yang tak lain adalah sepatu sahabatnya.
Seorang wanita keluar dari sebuah rumah dan menghampiri seorang pria setengah baya yang sedaritadi menunggunya. Tak beberapa jauh dari mereka terlihat Moon Ok yang sedang berpikir keras dan memegangi setir mobil. Pandangan di hadapannya membuat hatinya sakit. Suami dan sahabatnya mengkhianatinya dengan berselingkuh di hadapannya.
=flashback end=
Moon Ok merasa sakit jika mengingat semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Suaminya berselingkuh dengan temannya dan anak-anaknya membencinya. Jika saja dirinya bisa berpikir jernih dan tidak melakukan tindakan nekat (menabrak suami dan sahabatnya) mungkin saja semuanya tidak akan menjadi seperti ini… ya, nasi sudah menjadi bubur dan penyesalan selalu datang belakangan.
Tepuk tangan terdengar begitu Moon Ok selesai bermain piano. Moon Ok tentu saja terkejut dan tak menyangka jika Jeong Hye dan Na Yeong sudah duduk di deretan kursi mendengarkan permainan pianonya sedaritadi. Jeong Hye sekali lagi meminta kepada Moon Ok untuk melatih mereka namun Moon Ok tetap pada pendiriannya..
Jeong Hye bingung dengan apa yang harus dilakukannya lagi agar Moon Ok setuju sementara itu tanpa disadari Jeong Hye, Min Woo lagi-lagi mendekati Yoo Mi dan memeluknya. Min Woo memilih mengabaikan para napi lain yang ingin mengajaknya bermain.
Sekelompok napi lama mendekati Yoo Mi dan mendorong Min Woo dengan kasar hingga terjatuh ke tanah dan menangis dengan keras… Yoo Mi yang melihatnya meminta mereka untuk membangunkan Min Woo namun mereka sama sekali tak mau mendengar dan terkesan mengabaikannya. Perkelahian pun tak dapat terelakkan terlebih ketika Jeong Hye menyadari anaknya diperlakukan semena-mena.
Kepala sipir Bang marah dan melampiaskan kekesalannya pada Na Yeong. Sipir Bang bahkan mengancam akan melaporkan kejadian hari ini pada Kepala Polisi.
Yeon Sil, Hwa Ja, Jeong Hye mengalami luka memar tak terkecuali Yoo Mi yang masih terbaring di tempat tidur. Moon Ok merasa kasihan melihat kondisi Yoo Mi apalagi Jeong Hye bercerita jika Yoo Mi terus saja melakukan percobaan bunuh diri.
Aula
Moon Ok memikirkan permintaan Jeong Hye untuk melatih grup paduan suara… Hidupnya memang akan dihabiskan dalam penjara dan hukuman mati sewaktu-waktu bisa datang kapan saja kepadanya. Tetapi perkataan Jeong Hye
“kalau kita berhasil mereka akan memberikan aku dan Min Woo waktu satu hari untuk keluar. Dia belum pernah melihat dunia luar sejak dia lahir, kumohon tolong aku”.
Keesokan harinya
Audisi dimulai. Semua napi diminta menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi. Ada yang memiliki jenis suara Alto, Mezzo tapi untuk jenis suara soprano sama sekali belum ada. (Penasaran dengan lagu yang dibawain Yeon Shil, familiar dengan lagu tersebut) Moon Ok meminta Jeong Hye untuk bernyanyi. Jeong Hye tertawa dan menitipkan Min Woo yang sedang tertidur pada Kepala Sipir Bang.
Min Woo yang awalnya tertidur mendadak terbangun dan menangis, ya karena mendengar suara Jeong Hye ibunya sendiri (padahal sedaritadi para Napi bergantian bernyanyi tetapi Min Woo adem ayem saja), wkwkwkwk
Jeong Hye dipanggil menemui Kepala penjara. Jeong Hye diberikan waktu 6 bukan untuk membentuk paduan suaranya, jika tidak ada perubahan sama sekali maka grup paduan suara akan dibubarkan… Jeong Hye merasa sedikit lega, setidaknya Kepala Penjara jauh lebih bijak dari Kepala sipir Bang yang selalu saja berusaha membubarkan grup paduan suara.
Saat berjalan kembali ke sel, Jeong Hye tanpa sengaja mendengarkan suara seseorang yang sedang bernyanyi. Suara tersebut berasal dari sebuah sel yang didalamnya dihuni Yoo Mi.
Keesokan harinya
Latihan hari pertama berlangsung. Moon Ok masih merasa sulit karena jenis suara soprano sama sekali tidak ada dalam paduan suara mereka. Jeong Hye tiba-tiba berucap saat semua napi telah kembali ke sel jika mereka memiliki seseorang yang bisa bersuara soprano.
Moon Ok menemui Yoo Mi di aula. Dari balik pintu, Na Yeong dan Jeong Hye menunggu jawaban dari Yoo Mi. Tetapi sayang semuanya tidak berjalan dengan apa yang mereka harapkan, Yoo Mi sama sekali tidak berminat bergabung dengan grup paduan suara karena sebentar lagi dirinya dan tentu saja Moon Ok akan mati… Moon Ok geram dengan jawaban Yoo Mi dan serta merta menampar Yoo Mi.
Yoo Mi tanpa sengaja melihat sosok Ibunya yang baru saja keluar dari penjara. Ya, sampai saat ini Yoo Mi masih belum ingin menemui Ibunya… Hanya air mata yang menetes membasahi wajah Yoo Mi, dirinya sangat ingin melakukannya, memeluk ibunya tapi hatinya masih terasa sakit dan malu.
Pintu aula terbuka… Yoo Mi datang bersama dengan Na Yeong. Yoo Mi ingin meminta maaf atas tindakan kasarnya pada Moon Ok yang usianya tak jauh berbeda dengan Ibunya.
Itu sulit kan? Ini tidak lebih mudah untukku . Mari kita coba menjalani sisa hidup kita dengan senyuman, kalau kamu terlalu merindukannya , kalau terlalu sulit untuk ditahan, mari kita menjadi penghibur antara satu sama lain dan saling berbagi bahu untuk menangis.
Keesokan harinya
Semua terpukau dengan suara Yoo Mi. Suara soprano yang mampu membius siapapun yang mendengarnya. Rupanya sebelum Yoo Mi dipenjara, Yoo Mi selalu berlatih menyanyi siang dan malam tak seperti Hwa Ja yang hanya bernyanyi di siang hari dan menyebut dirinya penyanyi professional.
Tengah malam
Jeong Hye berteriak memanggil penjaga. Min Woo memuntahkan semua makanannya dan membuat Jeong Hye panik. Na Yeong bertindak cepat, membawa Min Woo ke rumah sakit tetapi Jeong Hye meminta kepada Na Yeong agar dirinya bisa ikut juga. Na Yeong sebenarnya tidak bisa melakukannya karena aturan penjara tidak mengijinkan napi untuk keluar tapi karena alasan kemanusiaan Na Yeong mengabulkan keinginan Jeong Hye dengan syarat tangan Jeong Hye harus diborgol!!!

0 komentar:
Posting Komentar