FF - Get Out, please!! -
05.47
- Get Out, Please! -
Cast : > Young ra a.ka You> Ji Young a.ka GDOther cast :> menyusul
.. ....
(FULL PART)
#Author Pov
Disini kamu diceritakan sebagai mantan pacar dari seorang member boyband terkenal, GD.
Kamu mempunyai sikap yang lembut, sopan, dan beretika (*ala putri solo XD)
Setelah beberapa tahun tidak bertemu dengan mantanmu. Takdir mempertemukan kalian kembali. Kau yang bekerja sebagai Model harus bekerja sama dengan mantanmu ini, GD.
Dan yang namanya mantan, menyebalkan itu pasti.
#Author Pov End
.. ...
#You Pov
Aku duduk disebuah kursi.
Hari ini angin bertiup sangat pelan namun masih bisa memainkan helai hitam rambutku.
Musik yang kudengar pun terdengar enak.
"Hemmmzzz,,, , tenangnya~ ~"
DREETTTT
"ng? mwo?" aku mengambil ponselku
" >> Youngra, bisakah kau datang kekantor sekarang? Bantu aku, aku hampir gila << " isi pesan singkat tersebut
"Oh , ayolah. Aku baru libur 3 jam!!" gerutuku
Dengan berat aku bangkit dan mengganti pakaianku.
Dan menuju kekantor.
@kantor,
"Young ra!!" pekik seorang yeoja padaku. Dia temanku. Minzy.
"wae? kau terlihat panik"
"tolong aku, aku tidak mau berfoto dengan kucing besar itu" serunya lagi
"kucing?" aku semakin bingung. Apakah sedang ada sesi foto hewan.
"mana dimana?" tanyaku
Minzy menunjuk salah satu studio.
"Eh, kau mau kemana?" Minzy mencoba menahanku
"tentu saja melihat kesana," jawabku
Minzy memasang tampang cemas.
"Gwencana, aku hanya melihat-lihat saja" seruku sembari menepuk pelan pundaknya
Aku meninggalkan Minzy.
Dan mulai masuk kedalam studio tersebut.
Ketika aku membuka pintu, ,, ,,,, Betapa terkejutnya aku.
Seekor anak harimau berlari kesana kemari merusak semuanya. Semuanya terlihat berantakan.
Tiba-tiba anak harimau itu berlari kearahku, dan merangkulku.
"Kyaaaaa!!!! Eomma!!!!" Aku berteriak sangat kencang. Jujur baru kali ini aku mendapat pelukan dari hewan berkaki empat ini.
Semua kru mencoba melepaskanku dari si anak harimau ini. Tidak mau lepas.
"Ommo~~ ~ jebal, tolong aku" pekikku yang semakin takut
"Anni, ini susah sekali Eonnie" jawab salah satu kru
"yyaa!! Ji Young~shi bantu kami melepas makhluk ini" seru salah seorang kru lagi
"siapa dia? apakah dia pawang dari hewan ini?!!!" teriakku
"tenang saja, dia hanya bermain. Kau tahu dia sepertiku. Dia sangat menyukai gadis cantik." seru seseorang. Mungkinkah ini suara orang yang benama JiYoung itu.
"Eng,, mianhe Ahjushi. Aku tersanjung, tapiiiii BISAKAH KAU LAKUKAN SESUATU AGAR HEWAN INI LEPAS DARIKU!!" pekikku yang mulai kesal
"tidak bisa" sahutnya.
Perlahan orang itu mulai menampakan wujudnya (?).
Aku melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Kauu~~ ~" dengusku kesal
"Ckckckk, jangan mendengus seperti itu. Atau kalau tidak, dia akan menjilatmu" serunya santai (*dia yg dimaksud adalah si anak harimau)
"Mwo? menjilatiku? Andwae!! cepat lepaskan dia dariku" pintaku
"hemmzz,," dia mendehem tidak jelas
"kenapa lagi?"
"aku akan membuatnya melepaskanmu,, asalkann,,,, ,,,," serunya datar
"apa?,,, ,, Kya!! dia mulai menjilatiku" pekikku semakin panik saat kepala anak harimau itu mendekati wajahku.
"asalkan,,,,, ,,, ,,,,,," ulangnya lagi
"asalkan apa?"
.. ..
"asalkan kau....... " seru GD
"aku mau kau menjadi model video klipku!" serunya lagi
"Mwo? anni anni,, aku hanya menerima job untuk sesi foto. Aku tidak tertarik." jawabku
"ya sudah" GD mendekatiku dan anak harimau ini.
Dia berbisik ketelinga anak harimau, dan .... .... "kyaaa~~ apa yang kau lakukan??!!" aku berteriak semakin kencang. Anak harimau itu menindih tubuhku yang kecil, lemah tak berdaya (*lebayy).
"Jangan bangun sampai ia berubah pikiran, Oke?" seru GD pada anak harimau itu
"Oke, fine!!" Aku menyerah
"aku mau jadi model MV mu, tp lepaskan dulu kucing gendut ini" GD memasangkan rantai pada anak harimau ini.
"Ommo~~ Badanku sakit semua. Yyaakk!! kau harus membawanya berolahraga, dia obesitas!!" omelku
"Arghhhhh~~ ~" geram anak harimau membuka mulutnya lebar
"Kyaa~~~ ~" aku langsung bersembunyi dibalik meja
"Yyaa!! berhenti mengatainya gendut, ini ukuran normalnya. Aishh, dasar wanita." keluh GD
Aku mendengus.
"Kajja! Untuk apa masih disitu?" serunya
"Mwo? kau mau mengajakku kemana?"
"tentu saja syuting MV, kajja!" GD menarik lenganku dan membawaku kesebuah tempat.
#Youngra Pov End
.. ...
#GD pov
"Ah, akhirnya. Dapat juga model untuk MV Bigbang yang baru. Walaupun harus dipaksa dengan menggunakan sahabatku, kekekk~"
"Yyya!! setir yang benar jangan hanya senyum2 sendiri. Kau membuatku malu." gerutunya
Kami sampai.
Tempat syuting pertama, disebuah danau.
"disini?" tanyanya
"nde, kajja" Aku membukakan pintu untuknya
"Hyung~" pekik Daesung
"Noona!!" pekik Daesung langsung memeluk Young Ra
"Daesungie," sahut Young Ra
Apa-apaan dia. Main peluk-peluk saja.
"Aishh, kau ini. Beritahu PD aku sudah mendapatkan modelnya." Aku memisahkan mereka.
"Oh, oke oke. Baiklah, Bye, Noona."seru Daesung lagi
"Nde," balas Young ra
"uh, kalian tetap akrab eoh?"
"nde, dia itu anaknya baik. Manis dan lucu, imut imut" serunya sembari menangkup kedua pipinya yang tirus itu.
"dia tidak sebanding denganku." seruku
"memang tidak, dia lebih muda dan manis. Semetara kau, tua dan liar. Memelihara kucing obesitas seperti itu" terangnya
"Aishh.. kau ini...." belum sempat aku bicara dia malah pergi meninggalkanku
... ....
Syuting dimulai.
Young Ra berperan sebagai malaikat, dan kami (*member Bigbang) sebagai penjaganya.
Melihat Young Ra berpakaian putih seperti itu. Aku membayangkan sebuah scene, dimana aku berdiri didepan altar dan dia datang membawa seikat bunga mawar ditangannya. Mengikat janji satu sama lain dan memiliki 3 orang anak kemudian ... "Arrhhhhhhhhh kenapa aku berfikiran seperti ini." kesalku sambil mengacak rambutku
"yyakk!! gwencana?" tanya Taeyang yang datang menghampiriku
"gwencana," sahutku datar
"darimana kau mendapatkan gadis itu?" tanya Taeyang lagi
"dia... Dia model, aku tahu tempat kerjanya jadi yahhh aku pikir dia cocok. Aku bawa saja kemari." terangku
"Oh, menurutmu apakah dia sudah memiliki kekasih?"
"Ng? entahlah, mungkin belum. waeyo? ka..ka..kau menyukainya" tanyaku pelan
Taeyang bukanlah tipe seorang player sepertiku. Dia setia, jujur, dan dia tampan. Wanita mana yang akan menolaknya.
"Nde, aku sepertinya jatuh cinta padanya." akunya dengan senyum tipis dibibirnya
Aku menelan salivaku.
Tiba-tiba aku ingin marah. Tapi kenapa?
"Youngbae!! sekarang giliranmu" teriak PD
"Nde,!! Aku akan sangat gugup" Taeyang beradu peran dengan Young ra. Mereka melakukan adegan romantis ditepi danau, Taeyang melepas jaketnya dan mengalungkannya kepundak putih Young ra. Sesekali Taeyang merangkul dan memegang tangan Young Ra.
"Aishhhhh!! Dia selalu cari kesempatan!!!" teriaku dalam hati
Adegan berhenti.
"Syukurlah~ ~" batinku
"Hyung!!" seru Seungri padaku
"Ng? waeyo?" tanyaku.
"apa kau ingin bilang kalau kau juga suka padanya??" batinku
"Gadis itu cantik, Hyung. Ah~ Andai aku seumuran dengannya. Pasti aku akan langsung nikahi." serunya
#PLETAKKK
"Appo, hyung" rengek Seungri
Aku mendecak kesal, dia sama saja dengan Taeyang.
"Ji Young, ada perubahan scene" seru asisten PD padaku
"mwo? jinja? apa itu?" Aku mendengarkan baik-baik penjelasannya.
"karena tubuh model kita tidak terlalu tinggi jadi agak canggung bila yang melakukannya TOP."
"lalu? kau pilih aku?" tanyaky
Dia mengangguk.
"baiklah, ini mudah" seruku santai
Scene aku dan Young Ra. Diadegan ini aku mendekati Young Ra yang terluka. Aku mengusap air matanya, mengelus pipinya dengan lembut.
Tanpa sadar aku menarik pelan dagunya, mendekatkan perlahan wajah kami, semakin dekat hingga aku bisa rasakan hembusan nafasnya. Dan kemudian........... "CUT!!!" seru PD
Aku mengerjapkan mataku kaget. Young Ra menarik menjauh.
"Ji Young, kau jenius!! Adgan terakhir tadi membuatku merinding, kau membuatnya seperti sungguhan" puji PD yang senang.
.. ..
"Ji Young~shi, kau pandai berakting juga eoh" puji TOP
"Hyung hebattt!!" pekik Daesung dan Seungri bersamaan
"hehe, gomawo." Aku tersenyum polos
.. ....
Tiba2 hujan.
Young Ra berdiri sendirian.
"Yyak, kenapa sendirian. Bergabung lah bersama kami." ajak Taeyang
"gomawo,,, , haachimmm!"
Taeyang refleks melepas jaketnya dan melakukan seperti adegan syuting tadi.
"DAMN" batinku
#GD Pov
Aku mengepalkan tanganku ketika Taeyang memberikan jaketnya pada Young Ra.
“hei, lihat. Youngbae dan Youngra. Mereka serasi ya” celetuk beberapa kru
“hehe, iya ya. Kepribadian mereka pun mirip.” Seru yang lain
Aku beranjak dari tempatku dan menghampiri Youngra.
“Yyak, kajja!” seruku
“nde, kemana?” tanya Youngra
“aku akan mengantarmu pulang,” jawabku
“oh, itu. Gwencana, aku bisa pulang sendiri.” Jawabnya singkat
“sendiri? Hujan seperti ini?”
“Ji Young benar, kau tidak boleh pulang sendiri” sahut Taeyang
Youngra mengangguk.
“arraseo,”
Aku menarik tangannya. Melepas jaket Taeyang yang ia pakai. Dan memberikan pada Taeyang kembali.
Taeyang melihat apa yang aku lakukan. Ia hanya tersenyum.
... ...
“kapan kau kembali ke Korea? Aku dengar setelah kuliah kau langsung ke Paris” seruku memecah keheningan
“Aku tidak pergi keluar negeri. Selama ini aku di Korea.” Jawabnya
“Ayahku bangkrut, aku ikut pindah kerumah nenek di Gangnam. Aku belajar fashion dan model dari tanteku. Aku sangat bersyukur semua itu terjadi saat kita berpisah. Paling tidak aku tidak membuatmu malu didepan fans-fans mu kan?” sambungnya
Aku menghela nafasku.
“ada yang salah dengan perpisahan kita” seruku
“sudahlah, Ji Young”
“aku tidak pernah memutuskanmu,” tambahku
“aku bilang sudah,”
“aku tidak pernah melupakanmu,”
“Ji Young, kau seperti anak remaja saja”
“aku masih mencintaimu,” jujurku
Young Ra memandangiku.
“bodoh,” jawabnya
Drettttt
“Eobbeoseo? Ne, Oppa. Aku hampir sampai. Ne, gwencana. Ne, gomawo. Bye” PIPP
“Nuguya?” tanyaku
“Taeyang Oppa, dia baik sekali padaku. Hemzz, aku rasa dia orang yang romantis dan bertanggung jawab. Aku sering mendengarkan lagunya’girl~~ ~, I need a girl~~ ~, ” jawabnya sembari bersenandung
“Jika, dia bilang dia menyukaimu. Apa yang akan kau katakan.?”
“aku akan bilang, kalau aku juga menyukainya.” serunya
Skirtttt~~
Aku berhenti mendadak.
“Yyakk, kau ini?” pekik Youngra kaget
Aku meremas stir mobil.
“Get out, please!” pintaku
“Mwo?”
“Get Out!!!” teriakku
Ia tersentak.
“Fine” Ia melepas belt dan langsung turun dari mobil.
Aku kembali melajukan mobilku.
Bisa kulihat ia berlari kecil mencari tempat berteduh. Suasana masih hujan.
... ...
@Bar,
“Yyakk!! Hyung, tumben sekali kau mengajakku minum” seru Seungri
“emzz,” dehemku sambil memutar-mutar gelas
“tapi, gwencanayo? Kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu” tanyanya
“seungri~shi, apa yang akan kau lakukan jika seseorang ingin meminta maaf padamu dengan cara yang tidak biasa”
“em? Cara yang seperti apa?” tanyanya
“dengan melukai perasaanmu lagi,”
“Mwo? Tentu saja takkan kumaafkan dia,” jawab Seungri polos
“hemmzz,,” Aku meletakkan kepalaku diatas meja bar
Drettttt~ ~~
Drettttt~ ~~
“Hyung! Ponselmu” seru Seungri
Aku meraih ponselku dengan malas.
“Ne,” sahutku pelan
“Ji Young~shi” lirih seseorang diujung suara. Young ra.
“Waeyo?” jawabku
“aku boleh minta sesuatu padamu?” Suaranya terdengar semakin pelan
“Apa?”
“aku... aku..ingin.......” PLETAKKK.
Suara aneh memutuskan telfon kami.
“Young ra!!” seruku
“Aishh, kenapa putus? Suara apa itu? Yyakk!! Young ra!!” Aku bangkit dari tempatku.
...... ...
Aku melajukan mobilku.
Aku menepi ketika melihat seorang wanita terbaring di sebelah telfon umum.
Aku turun dari mobil, menghampirinya.
“Young Ra~ ~~” panggilku
Aku mengangkat tubuh dinginnya.
“Yyakk, bangunlah. Aku tidak tahu dimana rumahmu” pekikku
“Ji Young~shi, ,,,” lirihnya pelan
“nde, ini aku.”
“Nan.. .. nan.. .sa...ra..” Young ra pingsan
“Young ra!!!!” panggilku
Aku menancap gasku. Meluncur menuju rumah sakit.
.. ..
“gwencana. Dia hanya hipotermia.” Terang dokter
“fiuhh, syukurlah. Ghamsahamnida” Aku langsung masuk ke ruang perawatan Young Ra.
Dia masih tertidur.
Aku duduk disebelah ranjangnya.
Memandang wajah polosnya ketika tertidur.
Sesaat kemudian ia membuka matanya.
“kau membuatku hampir mati kedinginan” lirihnya pelan
Aku mengambil tangannya.
Menggenggamnya dengan kedua tanganku.
Meniupnya pelan.
Ia tersenyum.
“sudah hangat?”tanyaku
Dia menggeleng.
“masih belum”
Aku menarik tangan Young Ra. Hingga ia terbangun.
Dan langsung memeluknya.
“sudah hangat?” tanyaku lagi
Ia membalas pelukanku “nde, gomawo”.
.... ...
Drettt~
“ne, aku baik2 saja. Aku akan pulang, nde” Aku menutup telfon dari Seungri. Dia pasti khawatir padaku.
“pulanglah,”pintanya
Aku bangkit.
“ada yang ingin aku tanyakan padamu,?”
“apa?”
“apa kau... apa kau menyukai Taeyang?” tanyaku
Ia tersenyum.
“anniya, aku hanya menyukaimu. Sama seperti 4 tahun yang lalu.” Serunya
Aku kembali menghambur memeluknya.
“saranghae, Youngra. Saranghae~~ ~” ucapku
“nado, Oppa”
.. .. – END –
Terima kasih sudah mau membaca :D
0 komentar:
Posting Komentar